Headlines News :
Home » » MENYIKAPI PROBLEMATIKA DURASI PUASA YANG SANGAT JAUH DARI BATAS NORMAL

MENYIKAPI PROBLEMATIKA DURASI PUASA YANG SANGAT JAUH DARI BATAS NORMAL

Written By Luqman Al Hakim on Sabtu, 11 Juni 2016 | 15.01.00

Pada bulan Ramadhan umat Muslim diwajibkan untuk berpuasa semenjak terbit matahari hingga terbenamnya. Terbit dan terbenam matahari dipengaruhi oleh rotasi bumi, dan perputaran Bumi dalam mengelilingi matahari itu tidaklah lurus melainkan miring sehingga durasi puasa disetiap negara berbeda-beda.

Di Islandia misalkan, durasi puasanya hingga melebihi 19 jam bahkan bisa mencapai 22 jam jika terjadi puasa di musim panas. Di Chili durasi puasanya hanya 9 jam sekian menit.

Menyikapi fenomena seperti ini, Mursyid Tarekat Al-Idrisiyyah Indonesia (Syekh Muhammad Fathurahman, M.Ag) mengeluarkan kebijakan (fatwa) untuk jama’ah dan yang mengikutinya (meyakininya) bahwa:
Negara yang berdurasi puasa melebihi jauh dari batas normal atau sebaliknya yaitu durasinya terlalu sedikit dari batas normal, maka durasi puasanya di setarakan (disamakan) dengan negara yang berdurasi puasanya normal.

Indonesia termasuk negara dengan durasi puasa yang sedang-sedang saja (normal), tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat yaitu rata-rata berdurasi 13 jam 3 menit, rentang waktu ini cukup ideal, karena waktu malam (tidak puasa) juga cukup lama.

Puasa merupakan salah satu bentuk didikan dan latihan yang sifatnya fardhu bagi umat muslim agar menjadi hamba Allah yang bertaqwa kepada-Nya. Dalam Islam juga ada kebijakan hukum (tidak boleh menyakiti diri dan orang lain “ لا ضَرَرَ وَلاَ ضِرَارَ “), juga kebijakan hukum yang fleksibel namun pasti “semampunya dalam melaksanakan tahapan-tahapan tugas (perintah) secara kaffah”

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا     
(Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya ... Q.S. Al Baqarah : 286)
      
وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ      
(Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan ... Q.S. Al Hajj : 78)

Ketika durasi puasa cukup lama melebihi batas normal maka jelas akan merusak dan menyakiti fisik serta akan mengganggu ibadah2 yang lain. Dan ini jelas bertentangan dengan fitrah agama yang searah dengan fitrah manusia.

Ketika durasi puasa lebih pendek atau lebih singkat dari yang normal, maka tujuan dari puasa itu kurang memberikan pengaruh karena mereka setidaknya belum bisa merasakan beban-beban yang dirasakan oleh muslim yang durasi puasanya normal ketika menjalankan ibadah puasa.

Share this post :
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Blog Al-Idrisiyyah - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger