Headlines News :
Home » , » QINI NASIONAL KE-125, DARI ACEH HINGGA PAPUA

QINI NASIONAL KE-125, DARI ACEH HINGGA PAPUA

Written By Unknown on Jumat, 06 Juni 2014 | 09.17.00

Jum'at, 6 Juni 2014
QINI NASIONAL KE-125, DARI ACEH HINGGA PAPUA
                 
Qini Rajab 1435 H (2014)
Suasana acara Taushiyah Qini Nasional

Dari Sabang sampai Merauke adalah lagu kebangsaan yang sering kita dengar. Semangat pesan lagu tersebut terlihat pada pagelaran akbar Qini Nasional ke-125 yang baru saja berakhir beberapa waktu lalu. Dan memang baru kali ini, kegiatan tiga kali setahun tersebut dihadiri oleh jama’ah dari Aceh hingga Papua. Maka tidak heran, pelaksanaan Qini Rajab kali ini berlangsung meriah dari sebelumnya.

Dr. Damanhuri, MAg, seorang Dekan dari UIN Ar Raniry (Aceh) ikut memberikan materi kajian tasawuf pada kegiatan Qini tersebut. Diawali dengan uraian profil pribadi dan apa yang terjadi pada saat kejadian Tsunami di kampung halamannya dulu, Beliau mengutarakan pentingnya penanaman nilai ajaran Tasawuf yang menggerakkan jiwa dan semangat keberagamaan umat. Sebagai seorang dosen, nilai ajaran tasawuf dalam Tarekat Idrisiyyah yang terkandung dalam aktivitas Zikir dan Muhasabah perlu ditanamkan pada aktivitas akademik mahasiswa agar dapat mengisi kehampaan spiritual di sisi pemenuhan kebutuhan akal (intelektual). Inilah yang disebut dengan keseimbangan dalam mempelajari ilmu-ilmu agama. Insan akademik harus merasakan kenikmatan atas ilmu atau ajaran agama yang sedang dipelajarinya.

M. Salik Fillah, seorang pemuda dari Papua juga menceritakan pengalamannya dalam pencarian kebenaran. Berawal dari secarik kertas berisi zikir Al Muhammadiah yang diberikan ayahnya menjelang wafat, ia ungkapkan beberapa kejadian yang membuatnya penasaran ingin menelusuri lebih jauh apa itu tasawuf dan tarekat. Akhirnya setelah menahan diri selama 1,5 tahun lebih, ia bertekad bulat datang ke Tasikmalaya untuk mendapatkan jawaban. Syukurlah, pencarian yang membuatnya gelisah selama ini berakhir dan sejak awal Mei hingga datangnya acara Qini Nasional ia sudah berada di pesantren untuk mendapatkan bimbingan ilmu tarekat dan cara mengamalkannya.

Ust. Rusmin dari Makasar (Sulsel), juga telah mengenal Idrisiyyah beberapa bulan sebelumnya. Selama di Jakarta, ia telah menghadiri majelis Mursyid Idrisiyyah beberapa kali. Ustadz yang telah menjadi bagian pengikut / pengurus Naqsabandi Haqqani ini bermaksud mempelajari kegiatan ekonomi dalam lembaga tarekat. Oleh karenanya kegiatan Qini Nasional merupakan moment yang ditunggu-tunggu selama ini. Diakuinya, di antara banyak lembaga tarekat yang terlibat aktif dengan instrument ekonomi, Idrisiyyah-lah yang cocok dan ia bidik sebagai model (contoh) untuk ia bawa dan dikembangkan di daerahnya.

Syekh M. Fathurahman  menegaskan bahwa pelaksanaan Qini Nasional mengalami perubahan bentuk beberapa kali sejak diawali kegiatannya pada tahun 1970-an. Kegiatan ini merupakan media uzlah / kontemplasi, yang merupakan kebutuhan fitrah manusia. Sebagai bukti banyak orang di waktu weekend mencari ketenangan setelah bergelut dengan kebisingan dan keramaian di hari sebelumnya. Kegiatan Qini berfungsi sebagai ajang peningkatan ilmu dan amal, membina dan  mempererat persaudaraan sesama murid dan umat Islam, menziarahi orang Alim, dan segudang manfaat lainnya. Kampung halaman seorang murid ada di tempat Gurunya, sebagai orang tua ruhani yang membimbingnya ke jalan Allah. Datang ke tempat Guru Mursyid akan mengingatkan seorang murid untuk bersiap pulang kepada Allah.

Kegiatan Qini juga dimeriahkan dengan Pentas Seni yang diadakan setiap sore hari. Di atas panggung yang telah disediakan panitia, beberapa siswa lembaga pendidikan Idrisiyyah yang berbakat di dunia seni menampilkan kebolehannya di hadapan peserta Qini. Puncaknya di malam hari mereka menampilkan adegan drama menarik tentang Syekh Akbar Abdul Fattah dalam mencari sosok Guru Mursyid. Meski aksi mereka tidak lama (karena keterbatasan waktu) penampilan mereka cukup mendapatkan perhatian penuh jama’ah di dalam masjid.

Selama berlangsungnya acara, panitia juga menggelar beberapa stand yang bisa dilihat dan dikunjungi peserta Qini di area lapangan masjid, di antaranya stand Pendidikan, Ekonomi/BMT, dan Kominfo/Dakwah. Lelang dana untuk pembangunan masjid di malam akhir berhasil mengumpulkan dana sebesar 175 juta rupiah. Para dermawan yang berpartisipasi tidak hanya berasal dari peserta yang hadir, tapi mereka yang mengikuti acara melalui streaming dari lintas pulau dan negara pun terlibat secara langsung.

Bertepatan dengan bulan Rajab dilaksanakan pula kegiatan Haul para Guru (Masyaikh) Idrisiyyah, yakni Syekh Akbar Abdul Fattah, Syekh Akbar Muhammad Dahlan, dan Syekh Akbar M. Daud Dahlan. Kali ini panitia mengundang masyarakat (kaum bapak dan ibu) sekitar masjid untuk bersama-sama berzikir dan berdoa untuk mengenang perjuangan tokoh pejuang Islam dan negara tersebut.

Kelompok Pemuda mengkonsentrasikan kegiatannya pada intensivitas latihan rutin Pemuda Sufi’S. Kali ini para anggota Sufi’S melalukan running secara ringan menjelajahi wilayah sekitar Pesantren. Aksi ini menempuh jarak sekitar 3 km. Selain itu konsolidasi antar anggota yang tersebar di berbagai provinsi amat penting dilakukan melalui moment kegiatan Qini Rajab. Hingga saat ini Pemuda Sufi’S berkomitmen untuk mempertahankan konsistensi mengawal seluruh kegiatan dakwah, pendidikan dan ekonomi Tarekat Idrisiyyah di mana pun berada.

Tak lupa dari kelompok OMI (Organisasi Muslimah Idrisiyyah), mencetuskan kegiatan menarik berupa acara lomba Cerdas Cermat yang diikuti oleh kaum ibu mewakili berbagai lapisan usia dan daerah. Panitia menyediakan bermacam hadiah menarik bagi pemenang. Kegiatan ini dimaksudkan sebagai ajang mempererat kebersamaan sekaligus menambah / meningkatkan wawasan intelektual kaum ibu yang senantiasa mensupport perjuangan Idrisiyyah di seluruh segmen program.

Puncak acara Qini Nasional berlangsung pada malam Ahad, diiringi dengan acara lelang pembangunan masjid, yang pada malam itu terkumpul dana sebesar Rp. 185 juta. Acara ini tidak hanya disambut oleh jama’ah yang hadir, tapi juga direspon oleh banyak pendengar acara melalui streaming. Pada kesempatan itu penyumbang dana terbesar mendapatkan beberapa bonus berupa 2 buku novel Islami karya santri, Biografi Syekh Ahmad bin Idris, Kaligrafi dan DVD ceramah.
Setelah Taushiyah dilaksanakan prosesi bai’at & talqin zikir Tarekat Idrisiyyah kepada seluruh murid dan umat Islam yang hendak mengamalkannya. Ba’da Shubuh, setelah mendengarkan taushiyah penutup, diiringi dengan air mata perpisahan seluruh murid saling bersalaman dengan suasana yang mengharukan. [Lq]

Sumber : http://www.al-idrisiyyah.com/read/article/468/qini-nasional-ke-125-dari-aceh-hingga-papua
Share this post :
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Blog alidrisiyyah - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger