Headlines News :
Home » » Menyibak Wasilah di Balik Makna Al Waliy

Menyibak Wasilah di Balik Makna Al Waliy

Written By Saimin Satoto on Minggu, 28 Agustus 2016 | 08.04.00

al-Idrisiyyah.com | Nama Wali (الولي) tidak ditujukan hanya kepada Allah SWT, tapi juga kepada petugas-Nya. Dalam rangka melindungi agama-Nya maka Allah SWT tugaskan orang yang melindungi agama-Nya. 
Sosok pilihan-Nya tersebut merupakan kepanjangan tangan dalam melindungi agama-Nya. Dia Allah SWT adalah Al Waliy.

Padanan kata Al Waliy itu sebenarnya bukan kekasih, tapi tepatnya pelindung. Awliyaa Allah berasal dari isim fa’il (subyek) yang diidhafatkan (disandarkan) kepada Allah SWT sebagai maf’ul (obyek). 
Tidak cocok bahkan rancu, apabila Al Waliy diartikan dengan ‘kekasih’. Subyek mesti disandarkan kepada obyek, sehingga dalam kalimat Awliya Allah mengandung arti menolong Allah SWT, yakni agama-Nya.

Dengan menggunakan kata jamak: Awliya,
Mufrad atau kata tunggal dari Waliy
Maka Wali Mursyid yang ada di setiap masa itu bertingkat-tingkat. Sedangkan Wali Mursyid yang berposisi sebagai khalifah, penerima dan penyampai ajaran agama yang komprehensif (utuh) hanya ada satu di setiap masa.
 
Dalam Al Quran disebutkan, يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آَمَنُوا كُوْنُوْا أَنْصَارَ اللَّهِ 
“Wahai orang-orang yang beriman, jadilah penolong Allah!” (QS Ash-Shaff [61]: 14)

Maksudnya adalah penolong agama-Nya. Jika menilai secara harfiyah saja akan sulit mencerna kandungan ayat tersebut, karena tidak mungkin manusia menolong Allah SWT!
Allah sebagai Al Waliy (pelindung), tidaklah melindungi secara langsung. Allah sebagai An Nashir (penolong), tidaklah menolong secara langsung. Allah sebagai Al Haadi (pemberi petunjuk), tidaklah menunjuki secara langsung. 
Wali Mursyid yang dipilih Allah di setiap zaman itu memiliki banyak nama sebagai (Al Waliy, An Nashir, Al Hadi, dan seterusnya) karena banyak tugasnya. 
Sebagaimana Allah memiliki banyak sifat-Nya karena banyak pula nama-Nya. Mereka yang berpaham aqidah dengan menjauhi keberadaan wasilah tidak akan memahami hal ini.
Allah Al Hadi, Yang memberikan petunjuk, bukan berarti Dia mengajarkan manusia secara langsung. Orang-orang pilihan disebut juga Al Hadi.
 
Lihat ayat Al Quran: “Setiap kaum terdapat orang yang memberikan petunjuk.” (QS Ar Ra’d [13]: 7)

Di ayat tersebut, ada kaitannya dengan pembahasan wasilah. Ketika Allah SWT membimbing manusia, tidaklah bersifat langsung. 
Lihatlah dalam catatan sejarah, bagaimana Allah SWT memberikan pertolongan dan perlindungan kepada Nabi Muhammad Saw dan Abu Bakar Ra di gua Tsur. Allah menjadikan wasilah burung merpati dan laba-laba. Burung bertelur di depan mulut gua dan laba-laba membuat sarangnya. 
Kesimpulannya, Allah SWT menggunakan wasilah apapun yang dikehendaki-Nya, bahkan kepada hewan sekalipun.

Bersama: Syekh Muhammad Fathurahman, MAg
Sumber: Mutiara Siang, Jumat 26 Agustus 2016, http://www.al-idrisiyyah.com/read/article/828/menyibak-wasilah-di-balik-makna-al-waliy.
Share this post :
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Blog Al-Idrisiyyah - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger