Headlines News :
Home » » Tadabur Alam di Puncak Pasir Unta

Tadabur Alam di Puncak Pasir Unta

Written By Saimin on Selasa, 19 Juli 2016 | 09.02.00

Selasa, 19 Juli 2016
Tadabur Alam di Puncak Pasir Unta
                 
Tadabur alam
al-idrisiyyah.com | Garut -

Banyak aktivitas yang dilakukan Syekh Muhammad Fathurahman, M.Ag di awal bulan Syawal 1437 H, setelah melaksanakan khutbah di sholat ied, kemudian kajian keilmuan di subuh menjelang isyraq yang dilakukan hampir tiap hari, serta halal bi halal di zawiyah salopa Tasikmalaya.
Pada hari selasa (12/07/2016) Syekh Muhammad Fathurahman mengajak beberapa Pengurus Tarekat Al-Idrisiyyah dan beberapa Laskar SUFI'S untuk melakukan tadabbur alam ke daerah Puncak Pasir Unta di Cibeubeur Desa Cinta Manik Kecamatan Karang Tengah Kabupaten Garut.

Berangkat dari Pesantren Al-Idrisiyyah sekitar pukul 11 pagi, rombongan bergerak ke lokasi tadabbur melalui jalan alternatif di daerah Ciawi Tasikmalaya. Jalanan yang menanjak dan berliku menjadi sebuah suguhan petualangan yang mengasikan sebelum menikmati keindahan alam sebenarnya dilokasi yang dituju. 
Perjalanan secara normal melalui jalur alternatif ini adalah sekitar 2 jam menuju lokasi, akan tetapi rombongan terhenti di pos penjagaan, karena dipersilahkan untuk singgah sebentar di pos tersebut. Para pegawai yang ada di pos tersebut sangat senang berbincang dengan Syekh, sampai tak terasa perbincangan menghabiskan waktu sekitar 2 jam, dan sebagai rasa terima kasih mereka akan nasihat-nasihat dari Syekh Muhammad Fathurahman, mereka memberikan seekor burung sebagai hadiah untuk Syekh.

Sekitar pukul 3 sore, rombongan sampai ke daerah Puncak Pasir Unta. Disambut dengan hujan gerimis dan selimutan kabut, bagaikan simbol rahmat Allah yang turun menyambut rombongan ke lokasi tersebut. Sebagaimana sebuah sambutan, hujan dan kabut tidak berlangsung lama, dan berangsur alam menjadi cerah, sampai-sampai pada malam hari suasana gemerlap lampu Kota Garut terlihat jelas dari Puncak tersebut.
Suasana yang bagi para anggota pramuka seperti acara berkemah, rombongan Syekh Muhammad Fathurahman langsung mendirikan tenda setibanya dilokasi, memasakpun menggunakan kayu bakar. Sungguh suasana yang begitu indah dan nikmat, menikmati alam terbuka dengan diselingi nasihat-nasihat ruhani dari Mursyid Tarekat Al-Idrisiyyah. Siapapun yang pernah atau sering menghadiri majlis ilmu dan dzikir dari Syekh Muhammad Fathurahman, tentu akan merasa iri dengan suasana, nasihat dan siraman ruhani yang tentu akan berbeda dengan majlis yang dilaksanakan di masjid dengan jumlah jemaah yang lebih dari seribu orang.

Kegiatan Sholat berjamaah, tahajud berjamaah serta dzikir yang dipimpin langsung oleh Mursyid Tarekat Al-Idrisiyyah dan dilakukan langsung dialam terbuka, menjadi sebuah kenikmatan spritual tersendiri bagi para pengurus dan laskar SUFI'S yang ikut.
Setelah sholat subuh di hari Rabu (13/07/2016), Syekh Muhammad Fathurahman memberikan siraman ruhani kepada para muridnya yang hadir. Syekh menjelaskan mengenai puncak Cinta ialah cinta kepada Allah, bukan cinta kepada makhlukNya. Para nabi dan Wali Allah begitu cinta kepada Allah, mereka punya waktu tertentu ingin mendekati makhluk Allah seperti gunung, langit dan hutan, karena makhluk-makhluk tersebut (selain manusia) senantiasa bertasbih.

Ruhani manusia kebanyakannya tidak menyambung dengan ruhani Nabi dan Wali Allah. Syekh Muhammad Fathurahman memberikan contoh nabi Musa sering datang ke lembah suci Thuwa karena saking rindunya kepada Allah. Selain nabi musa contoh nabi yang  bergerak mendekati Allah, meninggalkan manusia yang kecenderungannya adalah kepada dunia adalah kebiasaan rasulullah bulak-balik ke gua hiro.
Bertafakur dan berdzikir di gua dan di gunung merupakan aktivitas yang dilakukan para Nabi untuk melepaskan kecintaan dan kerinduan kepada Allah SWT. Melepaskan kerinduan kepada Allah dengan menyendiri tidak dilakukan terus menerus, akan tetapi para nabi memiliki tugas untuk dakwah kepada manusia. "Bukan tujuan mendekati manusia, kecuali melaksanakan tugas dakwah dari Allah", ungkap Syekh Muhammad Fathurahman menjelaskan bahwa mendekati manusia itu bukan karena senang bergaul dengan manusia, senang dipuji oleh manusia akan tetapi semata-mata melaksanakan tugas dakwah.
banyak hikmah yang diberikan oleh Syekh Muhammad Fathurahman disubuh itu, yang mungkin hanya dapat dirasakan secara maksimal oleh individu yang ikut serta dalam tadabbur alam di daerah Puncak Pasir Unta.
Kegiatan jelajah hutan menjadi kegiatan terakhir sebelum kembali lagi ke Pesantren Al-Idrisiyyah di Tasikmalaya. | (uu)

Lihat gambar selengkapnya di :

Sumber : http://www.al-idrisiyyah.com/read/article/764/tadabur-alam-di-puncak-pasir-unta

Share this post :
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Blog alidrisiyyah - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger