Headlines News :
Diberdayakan oleh Blogger.

SIARAN LANGSUNG

Populer Posts

Tampilkan postingan dengan label Informasi Aktual. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Informasi Aktual. Tampilkan semua postingan

Syekh Muhammad Fathurahman Menerima Tamu dari Kepengurusan Jatman Pemberian cenderamata kepada Pengurus Jatman

al-idrisiyyah.com | Jakarta - Di sela-sela kegiatan Arbain Jakarta (06/11/2016), Syekh Muhammad Fathurahman M.Ag menerima tamu dari pengurus JATMAN DKI Jakarta, kedatangannya dengan maksud meminta do'a restu kepada Mursyid Idrisiyyah, karena dalam waktu dekat akan melaksanakan Musyawarah penggantian struktur pengurus Jatman DKI idaroh wustho atau tingkat provinsi dengan pesertanya seluruh pengurus tingkat kabupaten dan ke bawah seterusnya. 

Syekh Muhammad Fathurahman Menerima Tamu dari Kepengurusan Jatman
Pemberian cenderamata kepada Pengurus Jatman

Musyawarah yang panitianya diketuai Ustadz Asep Saefulllah dari Idrisiyyah rencananya akan diselengarakan pada tanggal 3-4 Desember 2016.

Dalam pertemuan singkat tersebut Syekh menegaskan pentingnya Jatman bergerak aktif mengenalkan Tarekat kepada umat, menjaga persatuan tarekat khususnya di Jakarta, saling menghormati 'kendaraan' masing-masing dan tidak mempersoalkan perbedaan diantara tarekat-tarekat yang mu'tabaroh .

Pengurus Jatman juga mendapatkan cenderamata dari Syekh berupa bagan atau daftar Silsilah kubro Guru-guru Idrisiyyah. | (rz).

Sumber : http://www.al-idrisiyyah.com/read/article/932/restu-syekh-untuk-pergantian-pengurus-jatman-dki

Al-Idrisiyyah Kedatangan Lima Bus Peziarah

al-drisiyyah.com | Tasikmalaya - Ponpes Al-Idrisiyyah menerima kunjungan para peziarah dari Magelang pada hari Minggu (30/10/2016). 

Ustadz Doni Romdhoni
Ustadz Doni Romdhoni Sedang Memimpin Prosesi Ziarah

Rombongan yang dipimpin H. Aep tersebut, bermaksud untuk berziarah ke makam mursyid Al-Idrisiyyah sebelumnya, yakni Syekh Akbar Abdul Fattah, Syekh Akbar Muhammad Dahlan dan Syekh Akbar Muhammad Daud Dahlan.
Pimpinan rombongan yang merupakan Ketua Zawiyah Magelang Tarekat Al-Idrisiyyah menjelaskan bahwa ia ingin memperkenalkan Al-Idrisiyyah kepada masyarakat disekitar zawiyah Magelang.

Prosesi pelaksanaan ziarah diserahkan kepada Ustadz Doni Romdhoni.
Rombongan peziarah tersebut datang dengan menggunakan lima buah kendaraan bus. 

Begitu banyaknya peziarah yang datang membuat pengurus Masjid Al-Fattah harus menyediakan alas duduk bagi peziarah yang tidak bisa masuk kedalam area makam. | (amu)

ziarah
Para Peziarah yang Berada di Luar Area Makam

Sumber : http://www.al-idrisiyyah.com/read/article/925/al-idrisiyyah-kedatangan-lima-bus-peziarah

Wakil Direktur Kriminal Polda Jabar Bersilaturahim ke Al-Idrisiyyah.

al-idrisiyyah.com | Tasikmalaya - Syekh Muhammad Fathurahman M.Ag, Mursyid Tarekat Al-Idrisiyyah menerima kunjungan AKBP Ricky Hasnul yaitu Wakil Direktur Kriminal Polda JABAR pada hari Rabu (02/11/2016). 

Foto Bersama
Foto Bersama Setelah Selesai Berbincang-Bincang di Kediaman Syekh Muhammad Fathurahman

Tujuan kedatangan AKBP Ricky Hasnul dan rombongannya adalah untuk menjalin tali silaturahim dengan Tarekat Al-Idrisiyyah terutama dengan Syekh Muhammad Fathurahman.

Dalam pertemuan tersebut AKBP Ricky Hasnul bertanya kepada Syekh Muhammad Fathurahman mengenai persoalan yang ramai diperbincangkan saat ini, yaitu mengenai demo besar-besaran umat islam yang akan dilaksanakan pada pada 4 November mendatang.

Demo tersebut dipicu oleh adanya isu penistaan terhadap agama islam yang dilakukan oleh salah satu calon Kepala Daerah.  
Menanggapi hal tersebut, Syekh Muhammad Fathurahman menyampaikan bahwa menyikapi permasalahan orang yang melecehkan Ayat Al-Qur'an, tidaklah perlu dengan berdemo yang melibatkan masa yang begitu banyak. Hal tersebut menurut Syekh dikhawatirkan masa tidak bisa dikendalikan, sebab masa yang banyak itu akan rentan terprovokasi.

Maka dari itu Syekh Muhammad Fathurahman membijaki bagi jemaah Tarekat Al-Idrisiyyah agar memperbanyak do'a dan dzikir kepada Allah. "Supaya Allah dapat memberikan yang terbaik terhadap permasalahan tersebut." ungkap Syekh. 

Syekh Muhammad Fathurahman juga mengatakan "Apabila seorang pemimpin sudah tidak pantas untuk menjadi pemimpin, maka Allah sendiri yang akan menurunkannya". | (adib)

Sumber : http://www.al-idrisiyyah.com/read/article/926/wakil-direktur-kriminal-polda-jabar-bersilaturahim-ke-al-idrisiyyah

Peningkatan Kepedulian Lingkungan lewat Bersih-Bersih Masjid

al-idrisiyyah.com | Tasikmalaya - Zawiyyah Tamansari mengadakan kegiatan BRI (Bersih, Rapih dan Indah) di lingkungan DKM Al-Fattah pada hari Jumat (28/10/2016).

Peningkatan Kepedulian Lingkungan lewat Bersih-Bersih Masjid

Kegiatan BRI ini dilakukan untuk meningkatkan kepedulian warga terhadap lingkungan sekitar.
Ustad Abdul Kholid selaku wakil ketua zawiyah Tamansari berupaya untuk membenahi lingkungan sekitar dengan dilakukannya kegiatan peduli lingkungan, dengan tujuan untuk bisa menanamkan jiwa seseorang yang peduli terhadap lingkungan. Ia memulainya dari melakukan kegiatan kebersihan di lingkungan masjid, sampai akhirnya masuk ke lingkungan warga sekitar dan mengajaknya untuk menjaga kebersihan lingkungan. | (uma).

Sumber :http://www.al-idrisiyyah.com/read/article/919/peningkatan-kepedulian-lingkungan-lewat-bersih-bersih-masjid

Al-Idrisiyyah Mengikuti Gerakan Pembacaan 1 Milyar Sholawat Nariyah

al-idrisiyyah.com | Menteng - Pengurus Tarekat Al-Idrisiyyah Zawiyah Cabang Utama DKI Jakarta menghadiri kegiatan 1 Milyar Sholawat Nariyah bersama pengurus Nahdatul Ulama wilayah provinsi DKI Jakarta pada hari Jumat (21/10/2016) di Masjid Sunda Kelapa, Menteng Jakarta Pusat.

http://www.al-idrisiyyah.com/read/article/910/al-idrisiyyah-mengikuti-gerakan-pembacaan-1-milyar-sholawat-nariyah


Dalam rangka menyambut Hari Santri 2016, Pengurus Nahdlatul Ulama (NU) wilayah Provinsi DKI Jakarta mengundang Pengurus Tarekat Al-Idrisiyyah untuk hadir dalam acara pembacaan secara serentak 1 Miliar Sholawat Nariyah Untuk Keselamatan Bangsa dan Haul Ulama Jakarta. Shalawat nariyah dibacakan sebanyak 41 kali, yang dipimpin oleh salah satu kiyai NU.

Peserta yang hadir berjumlah sekitar 5000 orang terdiri dari alim ulama, habaib, pengurus PWNU, warga Jakarta dan para santri yang ada di Jakarta. | (uma)

Sumber : http://www.al-idrisiyyah.com/read/article/910/al-idrisiyyah-mengikuti-gerakan-pembacaan-1-milyar-sholawat-nariyah

Parameter Utama Memilih Pemimpin adalah Agamanya

al-idrisiyyah.com | Tasikmalaya - Syekh Muhammad Fathurahman M.Ag, Mursyid Tarekat Al-Idrisiyyah menerima kunjungan dari KH. Munzir Tamam MA selaku Pimpinan STAIINDO (Sekolah Tinggi Agama Islam Indonesia) yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi DKI Jakarta beberapa tahun yang lalu.

Kunjungan KH. Munzir Tamam di Kediaman Syekh Muhammad Fathurahman
                          
Dalam pertemuan tersebut, Mursyid Al-Idrisiyyah menyampaikan bahwa ras, suku, dan keturunan merupakan anugerah dari Allah Subhanahu wata'ala yang harus diterima, sedangkan agama merupakan pilihan utama yang harus dipilih oleh setiap orang.

Dalam pertemuan tersebut diperbincangkan juga mengenai Politik dalam Islam yang pada akhir-akhir ini sering dijadikan perdebatan banyak orang yang menyatakan bahwa dalam berpolitik itu tidak usah membawa-bawa agama. 
Menanggapi hal tersebut Syekh Muhammad Fathurahman menyampaikan bahwa amat keliru jika mengatakan jangan membawa-bawa agama dalam urusan politik, sebab parameter paling utama dalam memilih seorang pemimpin adalah agamanya.

Sebelum mengakhiri pertemuan, KH. Munzir Tamam mengatakan akan berangkat Umroh pada akhir tahun ini bersama keluarga.
Menanggapi hal tersebut Syekh Muhammad Fathurahman mengajak KH. Munzir Tamam untuk berangkat Umroh bersama melalui Travel Umroh Al-Idrisiyyah yang direncanakan akan berangkat sekitar bulan Januari 2017. | (adib)

Pemberian Buku Jalan Menuju Tuhan
Syekh Memberikan Buku Jalan Menuju Tuhan Kepada KH. Munzir Tamam | adib

Sumbner : http://www.al-idrisiyyah.com/read/article/907/parameter-utama-memilih-pemimpin-adalah-agamanya

Kunjungan Sekda JABAR ke Tarekat Al-Idrisiyyah

al-idrisiyyah.com | Tasikmalaya - Pondok Pesantren Al-Idrisiyyah menerima kunjungan dari Sekda Jawa Barat Dr. H. Iwa Karniwa S.E.Ak., M.M.,CA.,PIA. pada hari Minggu (16/10/2016). 

Kunjungan Sekda Jabar
Menerima buku Jalan Menuju Tuhan di kediaman Syekh Muahammad Fathurahman

Kedatangan Sekda ini disambut hangat oleh Pengurus Tarekat Al-Idrisiyyah dan langsung di ajak ke kantor Tarekat Al-Idrisiyyah. Disana Sekda berbincang seputar Tarekat Al-Idrisiyyah serta menyaksikan video profil Tarekat Al-Idrisiyyah. Setelah berbincang dengan Pengurus Al-Idrisiyyah, Sekda menuju rumah kediaman Syekh Muhammad Fathurahman M.Ag. 

Dalam perbincangan dengan Syekh Muhammad Fathurahman,  Sekda mengungkapkan bahwa mayoritas koperasi di Jawa barat mengalami kemandegan yang disebabkan oleh mental pengurusnya yang tidak jujur.

Hal tersebut diperkuat oleh Syekh dengan memberikan gambaran bahwa di wilayah Tasikmalaya terdapat ratusan koperasi, namun hanya beberapa saja yang dapat mempertanggungjawabkan keadaan keuangannya secara transparan serta mengadakan Rapat Anggota Tahunan (RAT). 

Alhamdulillah, Sekda menilai koperasi Pondok Pesantren Al-Idrisiyyah berbeda dari yang lain. Kesuksesan diberbagai sektor usaha yang telah dicapai oleh Al-Idrisiyyah, seperti tambak udang. Pemegang blue print kebijakan di Jabar ini mnyatakan bahwa usaha Al-Idrisiyyah jelas berbeda, karena didukung faktor penting berupa doa dan dzikir.

Hal lain yang dinilai berbeda oleh Sekda ketika melihat-lihat lingkungan Pesantren adalah tentang kebersihan Pondok Pesantren Al-Idrisiyyah yang dapat dijadikan percontohan bagi pesantren-pesantren lainnya, yang masih terkesan kumuh.

Selaku Umaro, Iwa menyebut Syekh sebagai sosok yang cerdas karena mampu memahami titik-titik persoalan dan sekaligus dapat memberikan solusinya.

Sebelum berpisah, Syekh Muhammad Fathurahman memberikan Buku Jalan Menuju Tuhan dan Kitab Hadiqoturriyahin yang diterimanya dengan sangat senang. Sekda Jabar ini Insya Allah akan menghadiri pembukaan Masjid Al-Fatah yang baru di bulan Januari nanti. | (adib).

Sumber : http://www.al-idrisiyyah.com/read/article/906/kunjungan-sekda-jabar-ke-tarekat-al-idrisiyyah

Buku Tasawuf: Jalan Menuju Tuhan

al-idrisiyyah.com | Tasikmalaya - Mursyid Tarekat Al-Idrisiyyah Syekh Muhammad Fathurahman M.Ag telah menulis sebuah buku yang berjudul "Jalan Menuju Tuhan; Memahami dan Mengamalkan Islam secara Komperehensif dan Terpadu". 

Jalan Menuju Tuhan

Buku ini menjelaskan bahwa Islam itu merupakan agama yang SIMPATIK (Simpel, Mudah, Praktis, Komperehensif). Baca selengkapnya pada artikel yang berjudul Islam SIMPATIK.
Dalam buku ini menerangkan bahwa fungsi utama agama adalah memperkenalkan manusia kepada Allah Rabb Al'Alamin. Islam sebagai agama yang kokoh, sesuai dengan fitrah manusia dan rahmat bagi seluruh alam. Agama ini memiliki tingkatan atau rukun yang membimbing seluruh dimensi lahir dan batin untuk kemaslahatan dan keselamatan manusia di dunia akhirat. Rukun tersebut adalah Iman, Islam dan Ihsan.

Kemudian dalam buku ini juga menjelaskan bahwa Tasawuf lahir dari pengembangan keilmuan Ihsan yang bergerak di wilayah hati. Dengan kenyataan bahwa dimensi hati menyentuh seluruh aspek keilmuan, hati menjadi penentu seluruh arah ilmu pengetahuan. Konsekuensinya tanpa Taswuf, seluruh ilmu menjadi hampa, tak bernilai di sisi Allah SWT. Mereka yang mengabaikan Tasawuf berarti mendudukkan posisi ilmu menjadi bebas nilai dan pada akhirnya tidak berharga sama sekali alias sia-sia. Tidak hanya Nol (0), tapi bisa jadi malah minus alias bangkrut!

Tujuan diterbitkannya buku ini yaitu untuk menuntun pembaca tahap demi tahap menuju ke pemahaman mendasar tentang Islam, agama yang diturunkan Allah SWT. kepada para Nabi, Khususnya Nabi Muhammad SAW dan dilanjutkan kepada para pewarisnya hingga kini. Tahapan tersebut mengantarkan kita kepada praktik dari teori yang telah dipelajari. Praktik tersebut, tentu memerlukan pembimbing agar sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Plus, agar kita terhindar dari kerumitan yang tidak perlu.

KH. Munzir Tamam, MA. selaku mantan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Provinsi DKI Jakarta, menyampaikan "Mudah-Mudahan dengan terbitnya buku ini, dunia tasawuf yang selama ini dipandang mata sebelah, bahkan dianggap sebagai sempalan dan asing dari peri kehidupan Rasulullah SAW dan para sahabatnya, akibat kabut keraguan yang berhembus, kembali menjadi terang. Insya Allah".

Sandiaga Salahudin Uno, Social Entrepreneur mengungkapkan "Dalam banyak kesempatan saya menyampaikan mengenai kerja ikhlas sebgai hal yang penting selain kerjakeras, kerja cerdas dan kerja tuntas. Kerja ikhlas memang paling sulit dilakukan, termasuk saya juga masih perlu banyak belajar. Buku ini dapat menjadi referensi untuk mempermudah mencapai kerja ikhlas. Ditulis dengan pemahaman agama yang mendalam, buku ini cocok bagi muslim untuk mencapai keikhlasan. Dengan demikian kita tidak akan pernah berputus asa dalam hidup".

Buku ini diterbitkan oleh PT Gramedia Widiasarana Indonesia (GRASINDO) pada tanggal 3 Oktober 2016, dan dapat dijumpai di Toko Buku Gramedia terdekat di kota-kota di seluruh Indonesia. | (adib)

Sumber : http://www.al-idrisiyyah.com/read/article/903/buku-tasawuf-jalan-menuju-tuhan

Mahasiswa UIN Kembali Melakukan Penelitian ke Al-Idrisiyyah

al-idrisiyyah.com | Tasikmalaya - Mahasiswa UIN berkunjung ke Tarekat Al-Idrisiyyah pada Sabtu (07/10/2016).

Penelitian UIN Bandung Mengenai Tarekat

Di sela waktu dalam melaksanakan Rakernas ke IV, Ustad Adang Nurdin, Ustad Cecep dan Ustad Nur Alam menyediakan waktunya untuk menerima kedatangan para mahasiswa UIN di kantor Divisi Penddikan.

Mahasiswa UIN datang ke pesantren pada waktu malam hari yang berjumlah 4 orang, namun hal ini tidak menyurutkan semangat dan kehangatan Kadiv Pendidikan beserta stap untuk menyambut tamu yang datang  untuk melakukan Penelitian Tarekat dan Konsep Suluk. Begitu juga dengan para mahasiswa yang tetap semangat untuk menggali pengetahuan mengenai tarekat dan proses suluk kepada Allah.

Berbekal alat perekam dan alat tulis para mahasiswa dari UIN ini menangkap setiap informasi yang disampaikan oleh ustadz Hanhan Burhani. | (mu)

Sumber : http://www.al-idrisiyyah.com/read/article/896/mahasiswa-uin-kembali-melakukan-penelitian-ke-al-idrisiyyah

Rakernas Sebagai Sarana Berkomitmen Menjalankan Profesionalisme

al-idrisiyyah.com | Tasikmalaya - Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Tarekat Al-Idrisiyyah ke-4 telah resmi dibuka pada hari Sabtu (7 Muharram 1438 H / 8/10/2016). 
Rakernas yang digelar selama dua hari ini dilaksanakan di Gedung Serbaguna yang berlokasi di Masjid Al-Fattah yang baru. 





Rakernas ke IV Tarekat Al-Idrisiyyah

Rakernas dimulai dengan mendengarkan pengarahan yang disampaikan oleh Mursyid Tarekat Al-Idrisiyyah,  Sy
ekh Akbar Muhammad Fathurahman M.Ag. 
Syekh Akbar dalam pengarahannya menyampaikan karakteristik khusus dari Tarekat Al-Idrisiyyah, yaitu mengintegrasikan kepemimpinan Ilahiyyah dengan kepemimpinan profesional. 
Kepemimpinan Ilahiyyah adalah kepemimpinan dalam tradisi tarekat yang memiliki otoritas penuh dalam kebijakan agama. 

"Program mursyid harus didukung dengan kerja profesional" ungkap Syekh Akbar.
Diakhir pembicaraan, Syekh Akbar menekankan bahwa Rakernas harus dijadikan sarana untuk berkomitmen dalam melaksanakan menejemen secara profesional. 
Rakernas ke-4 mengambil tema "Mencapai target dengan istiqomah toh-tohan dalam menjalankan berbagai program".
Sekertaris Jendral (Sekjen)  Tarekat Al-Idrisiyyah, ir. Irfan Budiono,  MM.  menjelaskan mengenai kondisi Tarekat saat ini.  

Ada dua hal yang menarik yang disampaikan Sekjen adalah mengenai terbentuknya link dakwah dengan Jatman dan link Al-Idrisiyyah internasional serta pergerakan Al-Idrisiyyah di kancah perpolitikan di Pilgub DKI Jakarta. 
Dihari pertama Divisi Pendidikan,  Dakwah,  Direktorat Bisnis,  Divisi Kepemudaan, Divisi Peranan Wanita,  Direktorat Marketing dan Komunikasi serta Divisi Perencanaan dan Pengembangan Organisasi diberi keaempatan untuk menyampaikan program kerjanya.

Dihari kedua giliran Divisi Umum,  Layanan dan Pembinaan Keluarga Sejahtera,  Divisi Keuangan serta Direktorat Koordinator Zawiyah yang diikuti Zawiyah Cabang Utama Jakarta dijadwalkan akan memaparkan program kerja yang akan dilakukan. | (uu).

Sumber : http://www.al-idrisiyyah.com/read/article/894/rakernas-sebagai-sarana-berkomitmen-menjalankan-profesionalisme

Penelitian Mahasiswa Mengenai Tasawuf ke Al-Idrisiyyah

al-idrisiyyah.com | Tasikmalaya - Mahasiswa Universitas Negeri Islam (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Al-Idrisiyyah pada hari Kamis (06/10/2016).
Kedatangan para mahasiswa ini disambut oleh kepengurusan Al-Idrisiyyah di Kantor Tarekat Al-Idrisiyyah.

Penelitian Mahasiswa Mengenai Tasawuf Al-Idrisiyyah

Para mahasiswa ini datang dengan maksud untuk melakukan penelitian mengenai tarekat dan konsep suluk, termasuk konsep Zuhud didalamnya. 
Selain ke Al-Idrisiyyah,  mahasiswa UIN Bandung juga melakukan penelitian ke Tarekat Qodiriyyah Naqsabandiyyah (TQN)  Suryalaya,  yang dilakukan oleh tim yang berbeda dengan tim yang ke Al-Idrisiyyah.

Para mahasiswa Jurusan Psikoterapi Fakultas Usuludin ini datang dengan pemahaman konsep zuhud adalah meninggalkan dunia, sebagaimana yang banyak dituliskan dalam literatur tasawuf. 
Alhamdulillah,  konsep zuhud yang dipahami oleh para mahasiswa ini berhasil diluruskan dengan konsep zuhud yang disampaikan oleh Mursyid Al-Idrisiyyah yang mengambil zuhud dari Syekh Ahmad Asy-Syadzili,  bahwa zuhud yang sebenarnya adalah meninggalkan diri dari pengaruh negatif dunia. 

Ustadz Ahmad Faqih mengungkapkan bahwa Al-Idrisiyyah mendukung jamaahnya untuk berekonomi secara sungguh-sungguh dengan melakukan zuhud dari unsur-unsur negatif dari dunia. | (mu/uu)

Sumber : http://www.al-idrisiyyah.com/read/article/893/penelitian-mahasiswa-mengenai-tasawuf-ke-al-idrisiyyah

Proses Pembangunan Masjid Al-Fattah 07/10/2016

Proses Pembangunan Masjid 07/10/2016

al-idrisiyyah.com | Tasikmalaya - Berdasarkan hasil opname lapangan, maka diperoleh progres pekerjaan fisik pembangunan masjid Al-Fatah minggu ini sebesar 43,38%. Peningkatan ini sama dengan progres 66,03% jika dihitung secara keseluruhan.

Pekerjaan perkembangan masjid pertama pada pekan ini adalah Proses pemasangan material marmer pada mihrab, sampai saat ini telah mengalami perkembangan mencapai 95%.

Foto: Munajat
Pekerjaan kedua adalah Pemasangan AC di lantai semibasement dengan jumlah keseluruhan 8 unit, pada ruang serbaguna telah terpasang 6 unit ac 2PK merk Daikin dan diruang kantor pembangunan masjid telah terpasang 2 unit ac 1PK merk Daikin.
Foto: Munajat
Pekerjaan ketiga adalah pemasangan granit di lantai kedua masjid, proses ini telah mengalami perkembangan mencapai 75%.
Foto: Munajat
Pekerjaan terakhir mengenai pemasangan Plafond di lantai utama yang mengalami perkembangan mencapai 20%.
Foto: Munajat
Dari sisi keuangan, Panitia pembangunan masjid periode minggu ini telah menerima pemasukan sebesar Rp 135.507.190,-. Sementara pengeluaran yang terjadi pada periode minggu ini sebesar Rp 392.396.250,-. Adapun pengeluaran ini dipergunakan untuk membeli material dan membayar upah kerja. Setelah dikalkulasi dengan saldo awal maka dana yang tersisa di panitia saat ini sebesar Rp 97.823.437,-.
Laporan Keuangan Terlampir: Salik Fillah.
Dilaporkan pula bahwa jumlah material yang ada di gudang saat ini masih tersedia sebesar Rp 97,141,527,-.

Sumber  : http://www.al-idrisiyyah.com/read/article/890/proses-pembangunan-masjid-al-fattah-07102016

Qini Bakery Berlatih Pengelolaan Roti

al-idrisiyyah.com | Jakarta Timur - Qini Bakery mengikuti pelatihan pengelolaan roti yang diadakan oleh PT Sinar Meadow International Indonesia pada hari Selasa (27/09/2016).
Pelatihan dilaksanakan di dapur produksi PT Sinar Meadow, Jl.Pulo Ayang I no 6 / Pulo Ayang II no 3 Kawasan Industri Pulo Gadung, Jakarta Timur.

Qini Bakery Pelatihan ke Jakarta timur
Tempat pelatihan di dapur produksi PT Sinar Meadow

Menurut Haerul Anam tujuan diadakannya training ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan menambah keahlian kepada para karyawan Qini Bakery. 
Alhamdulillah, kegiatan ini melibatkan Chef Regi, yang telah memiliki banyak prestasi dikancah Nasional maupun Internasional.

Telah banyak perusahaan roti yang dibangun oleh Chef Regi, yang awalnya toko roti biasa dapat disulapnya menjadi toko roti yang modern bahkan punya beberapa banyak cabang. "Kita berharap Qini Bakery bisa menjelma menjadi perusahaan roti yang bisa diminati oleh masyarakat yang lebih luas lagi" ungkap Haerul Anam.

Windi Triyani, salah satu staff Qini Bakery menyampaikan bahwa selama kegiatan training ia diberikan pengarahan mengenai pembuatan roti yang benar, bagaimana menganalisa barang sisa dan menentukan perhitungan harga jual.

Windi juga mengatakan bahwa Chef Regi mengajarkan berbagai resep mengenai pembuatan kue brownies, chese roll, bolen gulung, bolu gulung dan lain sebagainya. | (uma)

Sumber : http://www.al-idrisiyyah.com/read/article/886/qini-bakery-berlatih-pengelolaan-roti

Harapan Mendapatkan Pemimpin yang Berhati Bersih di Jakarta Berlari

al-idrisiyyah.com | Jakarta Pusat - Pada hari Ahad (2/10/2016) kegiatan Jakarta Berlari bersama Sandiaga Uno telah memasuki rangkaian terakhir yang dilaksanakan di Jakarta Pusat. Mengambil start dan finish di Lapangan Banteng, kegiatan ini menjadi puncak kegiatan Jakarta Berlari dan melibatkan peserta yang lebih banyak dan pembagian door price di akhir acara. 

Harapan Mendapatkan Pemimpin yang Berhati Bersih di Jakarta Berlari
Syekh Muhammad Fathurahman berbincang dengan Sandiaga Uno

Acara yang bertepatan dengan tahun baru islam, 1 muharram 1438 H membawa nilai tersendiri bagi Sandiaga Uno karena dihadiri oleh Mursyid Al-Idrisiyyah, Syekh Muhammad Fathurahman, M.Ag.
Sandiaga Uno atau yang sering disapa Bang Sandi nampak begitu bahagia ketika melihat dilapangan Banteng sudah ada Syekh Muhammad Fathurahman yang telah datang terlebih dahulu, keduanya tampak begitu akrab berbincang sebelum memulai kegiatan Jakarta Berlari.

Syekh Muhammad Fathurahman memimpin berdoa sebelum para peserta melakukan lari 10 km. "Mudah-mudahan Jakarta mendapatkan pemimpin yang berhati bersih", ungkap Syekh dalam do'anya.

Menanggapi Bang Sandi yang dicalonkan menjadi Calon Wakil Gubernur, Syekh menyebut ini sebagai sebuah ketetapan Allah yang harus diterima dan terus melangkah dengan terus menjaga semangat serta tetap untuk terus berpegang kepada tiga kartu As untuk menggapai kemenangan hakiki, yaitu: Lillah, Fillah dan Billah.

Syekh tidak dapat mengikuti kegiatan Jakarta Berlari sampai selesai karena ada kegiatan pengajian Arbain di Zawiyah Utama Jakarta yang Insya Allah akan dihadiri juga oleh Tarekat Ahmadiyyah Al-Idrisiyyah dari Malaysia. | (uu)

Syekh Muhammad Fathurahman memimpin doa di Jakarta Berlari | Foto: Aziz Nursehat

Sumber : http://www.al-idrisiyyah.com/read/article/885/harapan-mendapatkan-pemimpin-yang-berhati-bersih-di-jakarta-berlari

Cadar Bukan Penghalang Untuk Berprestasi

al-idrisiyyah.com | Tasikmalaya - Al-Idrisiyyah Islamic Boarding School (AIBS) telah mengikuti Perlombaan Gebyar Pendidikan Ekonomi Se-Jawa Barat yang diselenggarakan di Universitas Siliwangi Tasikmalaya pada tanggal 21 sampai dengan 24 September 2016. Adapun kejuaraan yang diperebutkan yaitu Lomba Cepat Tepat Ekonomi (LCTE) untuk SMA dan SMK sederajat, Pembukuan Akuntansi untuk SMA dan SMK sederajat.

Cadar Bukan Penghalang Untuk Berprestasi

Dari Ketiga Lomba yang diperebutkan, AIBS berhasil meraih Juara 3 dari Pembukuan Akuntansi untuk SMK sederajat oleh Devyana Sri Rahmasari perwakilan dari SMK Fadris. 
Tampil menggunakan Cadar, siswi AIBS telah membuktikan bahwa meski menggunakan cadar tidak menghalangi mereka untuk berprestasi dan tampil percaya diri.

Pada tahun ini AIBS mengirimkan 6 orang peserta untuk mengikuti kegiatan ini. Muhammad Daud, Nisa Pujianti, dan Firda Nahwa perwakilan dari MA Fathiyyah sebagai peserta LCTE, Berti Artiana perwakilan dari MA Fathiyyah sebagai peserta Pembukuan Akuntansi untuk SMA sederajat, Devyana Sri Rahmasari dan Selly Salimah perwakilan dari SMK Fadris sebagai peserta Pembukuan Akuntansi untuk SMK sederajat.

Kemenangan ini merupakan kemenangan yang kedua kalinya yang pada tahun sebelumnya juga telah berhasil meraih Juara 3 dari Pembukuan Akuntansi untuk SMK sederajat yang diraih oleh Ainun Nurul Sya'diah perwakilan dari SMK Fadris. | (adib)
Juara 3 yang diraih oleh Devyana Sri Rahmasari dari Pembukuan Akuntansi SMK sederajat | Foto: Asep Sapul Milah


Sumber : http://www.al-idrisiyyah.com/read/article/880/cadar-bukan-penghalang-untuk-berprestasi/

Ponpes Al-Ihsan melakukan penelitian ke Ponpes Al-Idrisiyyah

al-idrisiyyah.com | Tasikmalaya - Kepengurusan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Ihsan Bandung berkunjung ke Ponpes Al-Idrisiyyah pada hari Senin, 18 Dzulhijjah 1437 H (20/09/2016).

Kunjungan Ponpes Al-Ihsan

Kunjungan ini disambut baik oleh Kepengurusan Al-Idrisiyyah, yang salah satunya adalah Ustad Faisal Muhammad. Hubungan Ustadz Faisal dengan Pesantren Al-Ihsan ini sudah terjalin lama, yakni semenjak Ustad Faisal menimba ilmu di Pondok Pesantren Al-Ihsan beberapa tahun lalu. 
Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan penelitian mengenai "Analisis Perkembangan Pesantren yang ada di Indonesia" yang dilakukan oleh Pengurus Pesantren Al-Ihsan.

Sesuai dengan maksud dan tujuan kunjungan, Ustad Adang Nurdin selaku Kepala Divisi Pendidikan mengenalkan gambaran umum mengenai ponpes Al-Idrisiyyah, baik itu melalui tayangan video profil Tarekat Al-Idrisiyyah maupun melalui narasi yang disertai dengan diskusi dan tanya jawab. 
Para tamu Al-Idrisiyyah ini diajak berkeliling ke kawasan Lembaga Pendidikan Al-Idrisiyyah, dari mulai melihat fasilitas yang tersedia sampai dengan melihat kegiatan belajar mengajarnya.

Salah satu peserta mengaku sangat puas berkunjung ke Ponpes Al-Idrisiyyah meski pandangan pertamanya mengenai tarekat berkata lain, "Kesan pertama saat saya melihat plang Tarekat Al-Idrisiyyah, saya berpendapat bahwa lembaga ini tertutup, apalagi saat melihat pakaiannya yang bergamis dan juga brcadar".

Salah seorang tamu Al-Idrisiyyah ini sangat senang dengan informasi yang diberikan kepadanya. "Info yang didapat sesuai dengan apa yang diharapkan" tuturnya. | (uu)

Sumber : http://www.al-idrisiyyah.com/read/article/878/ponpes-al-ihsan-melakukan-penelitian-ke-ponpes-al-idrisiyyah/

Mahasiswa Pasca Sarjana TQN Menikmati Majlis Ilmu dan Dzikir Al-Idrisiyyah

al-idrisiyyah.com | Tasikmalaya - Alhamdulillah pada hari Kamis 20 Dzulhijjah 1437 H (22/09/2016), Pondok Pesantren Al-Idrisiyyah Tasikmalaya menerima kunjungan dari Mahasiswa Pasca Sarjana Institut Agama Islam Latifah Mubarokiyah (IAILM) Pontren Suryalaya.

Mahasiswa Pasca Sarjana TQN Menikmati Majlis Ilmu dan Dzikir Al-Idrisiyyah

Datang disore hari, para mahasiswa ini disambut oleh Kepala Divisi Dakwah, Ustad Ahmad Faqih dan beberapa staff dari Lembaga Pendidikan Al-Idrisiyyah. 
Setelah menerima penjelasan umum mengenai Tarekat Al-Idrisiyyah, para mahasiswa ini langsung menikmati majlis ilmu dan dzikir dari Mursyid Tarekat Al-Idrisiyyah, Syekh Muhammad Fathurahman, M.Ag. yang dilaksanakan setelah sholat Maghrib berjamaah.

Dalam Pengajian malam tersebut, Syekh Muhammad Fathurahman menyampaikan mengenai 3 Kartu As menuju kesuksesan yang hakiki.
Kartu As yang pertama adalah لله (Lillah) yang memiliki arti Ikhlas karena Allah Subhanahu wata'ala (SWT) dalam menjalani segala aktivitasnya, tidak tercampur dengan keinginan-keinginan hawa nafsu yang menyebabkan lupa kepada Allah SWT, seperti perbuatan riya atau hanya ingin mendapat pujian dari orang lain. 

Syekh Muhammad Fathurahman mengatakan bahwa Syekh Ibnu Ath-Thoillah dalam salah satu kitabnya menyatakan, "kelihatannya (Lahiriyahnya) ibadah kepada Allah tapi sebenarnya (hakikatnya) hanya main-main". 
Kartu As yang kedua adalah فى الله (Fillah), maksudnya adalah ketika sedang menjalani aktivitas harus sesuai dengan ketentuan Allah dari mulai urusan yang terkecil sampai urusan yang besar. 
Dan kartu As yang ketiga adalah بالله (Billah), kartu As ini bukan merupakan wilayah usaha hamba, akan tetapi merupakan anugerah dari Allah SWT. Kartu As yang terakhir ini menurut Syekh Muhammad Fathurahman adalah merupakan pertolongan dan segala bentuk kemudahan yang diberikan untuk menjalani aktivitas di dunia ini.

Tampak para mahasiswa ini begitu antusias mendengarkan penjelasan mengenai ilmu tasawuf dari ahlinya (Syekh Muhammad Fathurahman) yang langsung dirangkai dengan kegiatan majlis dzikir.
Rasa ingin tahu yang besar tentang Tarekat Al-Idrisiyyah, para Mahasiswa melanjutkan diskusi dengan Pengurus Tarekat Al-Idrisiyyah setelah majlis ilmu dan dzikir yang berakhir sekitar pukul 21:00 WIB. Diskusi inipun dilaksanakan sampai larut malam. |  (adib/uu)

Session foto bersama setelah usai kegiatan pengajian rutin

Sumber : http://www.al-idrisiyyah.com/read/article/877/mahasiswa-pasca-sarjana-tqn-menikmati-majlis-ilmu-dan-dzikir--al-idrisiyyah/

Ternyata Orang Tarekat itu Ramah dan Wajahnya Bercahaya

al-idrisiyyah.com | Tasikmalaya - Tarekat Al-Idrisiyyah kembali menyelenggarakan Pengajian bulanan atau Arbain yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Al-Idrisiyyah Tasikmalaya pada hari Ahad (18/09/2016) yang diisi langsung oleh Syekh Muhammad Fathurahman selaku Pimpinan Tarekat Al-Idrisiyyah Indonesia.
Pengajian Arbain di masjid Al Fatah Tasikmalaya

Ada yang berbeda dari Pengajian Arbain biasanya, pada Arbain kali ini Tarekat Al-Idrisiyyah kedatangan tamu dari Jama'ah Majelis Ta'lim Al-Ghufron yang berasal dari Bandung. Mereka datang ke Pondok Pesantren Al-Idrisiyyah dalam rangka wisata religi yang bertepatan dengan acara pengajian Arbain.

Sampai di Tasikmalaya pada pagi hari di jam 09.30 Majelis Ta'lim Al-Ghufron disambut oleh Kepala Divisi Dakwah Al-Idrisiyyah, Ust. Ahmad Faqih untuk jamaah pria, dan untuk jamaah wanita disambut oleh Organisasi Muslimah Al-Idrisiyyah (OMI).
Sebelum pengajian Arbain dimulai pukul 10.00, Mereka diajak beristirahat dulu di ruang serbaguna Masjid Al-Fatah yang baru, sambil ngobrol-ngobrol ringan tentang Tarekat Al-Idrisiyyah, Ust. Ahmad Faqih menjelaskan tentang kegiatan Tarekat Al-Idrisiyyah seperti kegiatan Qini Nasional, Pengajian Arbain, dan Kajian Intensif Tasawuf. 

Di tengah perbincangan, Ketua Majelis Ta'lim Al-Ghufron, Ir. H. Priyanto memberikan pendapatnya mengenai ceramah Syekh Muhammad Fathurahman. Menurutnya "Ceramah ataupun kajian yang di sampaikan oleh Syekh  sangat mudah difahami oleh orang yang awam seperti saya" tuturnya yang pernah mendengarkan radio streaming Al-Idrisiyyah ketika acara kajian Intensif Tasawuf.
Setelah dirasa cukup beristirahat setelah perjalanan, Rombongan Majelis Ta'lim Al-Ghufron langsung menuju Masjid Jami Al-Fatah untuk mengikuti pengajian Arbain. 

Dalam Pengajian Arbain ini, Syekh Muhammad Fathurahman M.Ag, menyampaikan materi dengan judul "Allah sebagai An-Nur". An-Nur diartikan cahaya. Cahaya Allah berlimpah kepada Nabi Muhammad sebagai petunjuk dan dilimpahkan lagi kepada Ulama. Cahaya Nabi Muhammad diciptakan pertama kali sebelum Allah menciptakan jagad raya dan isinya. Cahaya Nabi Sholollohu 'alaihi wasalam akan terus ada sampai hari kiamat sebagai bentuk bimbingan kepada Ulama sebagai pewaris para Nabi.

Setelah Pengajian Arbain berakhir, Pengurus Tarekat Al-Idrisiyyah beramah tamah dengan Rombongan Jama'ah Majelis Ta'lim Al-Ghufron di Aula Pendidikan Al-Idrisiyyah yang dijadikan media untuk memperkenalkan lebih jauh mengenai Tarekat Al-Idrisiyyah. 

Ketua Majelis Ta'lim Al-Ghufron, Ir. H. Priyanto menyampaikan kesan-kesannya mengenai Tarekat Al-Idrisiyyah. Priyanto menyatakan bahwa Tarekat Al-Idrisiyyah berhasil memperlihatkan sebuah tampilan tarekat yang selama ini telah salah dipahami oleh masyarakat umum.
"Tarekat itu tidak seperti apa yang saya kira sebelumnya yaitu orang-orangnya berpenampilan tidak enak dipandang tapi Tarekat Al-Idrisiyyah telah membuktikan bahwa Tarekat itu tidak seperti yang saya kira" terangnya.

Priyanto melihat bahwa para pengamal Tarekat Al-Idrisiyyah telah memberikan kesan mendalam terhadap dirinya. "Ternyata orang-orang Tarekat itu ramah-ramah dan wajahnya begitu bercahaya", ungkap Priyanto.

Priyanto begitu takjub dengan pelaksanaan pendidikan di Lembaga Pendidikan Al-Idrisiyyah dan ia begitu mengapresiasi pengajaran tasawuf yang diberikan kepada anak-anak didik. "Pendidikan di Tarekat Al-Idrisiyyah menurut Saya sudah bagus, karena disini sudah diajarkan mengenai Tasawuf dan belajar untuk memakai cadar dengan memadukan teknologi yang modern" ungkapnya.
Rombongan Majelis Ta'lim Al-Ghufron ini pun sempat melakukan foto bersama dengan para santri ketika berkeliling di Lembaga Pendidikan Al-Idrisiyyah.

Jama'ah Majelis Ta'lim Al-Ghufron sempat berbelanja di Qini Mart sebelum berpamitan untuk kembali ke Bandung sekitar pukul 16.00. | (jbl/adib)

 Potret Ramah Tamah tamu dengan Pengurus Tarekat Al-idrisiyyah | Foto:  Ade Widian

Sumber : http://www.al-idrisiyyah.com/read/article/875/ternyata-orang-tarekat-itu-ramah-dan-wajahnya-bercahaya

Kitab Tasawuf menjadi pusat pembahasan dalam Kajian Intensif

al-idrisiyyah.com | Tasikmalaya - Tarekat Al-Idrisiyyah menyelenggarakan Program Kajian Intensif Kitab Tasawuf pada hari Sabtu (17/09/2016) yang bertempat di Aula Pendidikan Al-Idrisiyyah. 

Kajian Intensif
Bertempat di Aula Lembaga Pendidikan Al-Idrisiyyah

Kegiatan ini merupakan program baru yang digulirkan oleh Syekh Muhammad Fathurahman, M.Ag. yang dilaksanakan setiap satu bulan sekali yaitu pada hari Sabtu dan dilanjutkan pada hari Ahadnya untuk melaksanakan Pengajian bulanan atau Arba'in. Kitab yang dikaji dalam Kajian ini yaitu Kitab "Risalah Adab as Suluk Al Murid" karya Sayid Abdullah bin Alwi Al Haddad yang membahas mengenai adab-adab seorang Murid dalam menempuh suluk atau jalan kepada Allah SWT. 

Kegiatan Kajian ini diprioritaskan pesertanya untuk Para Pimpinan Zawiyah Al-Idrisiyyah, Pengurus Tarekat Al-Idrisiyyah dan untuk Para Ustadz dan Ustadzah, yang akan dibagi kedalam dua sesi yaitu Pertama mengenai pengenalan dasar bahasa yang dilaksanakan pada sore hari setelah Sholat Ashar yang dipimpin oleh Ust. Zaini Dahlan L.C dan Para Ustadz lainnya, dan yang kedua adalah pendalaman makna yang disampaikan langsung oleh Syekh Muhammad Fathurahman yang dimulai setelah Sholat Isya.

Radio Streaming Al-Idrisiyyah juga menyiarkan secara langsung kajian tersebut pada setiap bulannya. | (adib)

Sumber : http://www.al-idrisiyyah.com/read/article/869/kitab-tasawuf-menjadi-pusat-pembahasan-dalam-kajian-intensif/

Cahaya Hati Radar TV Dahsyatnya Bersyukur

al-idrisiyyah.com | Tasikmalaya - Tarekat Al-Idrisiyyah kembali mengisi acara program Cahaya Hati yaitu program yang membahas kajian-kajian keislaman di Studio Radar TV Tasikmalaya pada Kamis Malam (15/09/2016). 

Dahsyatnya Bersyukur
Shooting Program Cahaya Hati di Studio Radar Tv

Dahsyatnya Bersyukur menjadi tema program Cahaya Hati di malam tersebut, yang dibawakan oleh ust. Adang Nurdin, M.Pd selaku Kepala Divisi Pendidikan Tarekat Al-Idrisiyyah.
Ust. Adang Nurdin menyampaikan bahwa bersyukur adalah berterima kasih kepada Allah atas nikmat yang telah diberikan kepada diri kita, baik nikmat yang kita usahakan (Nikmat Imdad) dan nikmat yang tidak kita usahakan (Nikmat Ijad).

Ust. Adang juga menjelaskan bagaimana cara mensyukuri nikmat yang telah diberikan oleh Allah Subhanahu wata'ala. "Ada 3 cara yang harus ditemmpuh yaitu pertama mensyukuri dengan hati, merasa bahwa segala yang Kita miliki hanya milik Allah SWT. yang kedua mensyukuri dengan lisan Kita, dengan mengucapkan kalimat Alhamdulillah dan terakhir mensyukuri dengan anggota badan dengan selalu digunakan untuk kebaikan" unkap Ust. Adang.

Para Jama'ah yang hadir berasal dari berbagai kalangan baik kalangan muda maupun tua dari berbagai daerah di sekitar Kota Tasikmalaya. Mereka diberikan kesempatan untuk bertanya langsung kepada Pemateri mengenai materi yang disampaikannya. Dengan diselingi candaan yang mendidik, para jamaah yang hadir menjadi tersenyum-senyum sehingga menambahkan kehangatan dalam acara tersebut. | (adib)

Sumber : http://www.al-idrisiyyah.com/read/article/868/dahsyatnya-bersyukur

 

Pengumuman

Safari Dakwah
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Blog alidrisiyyah - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger