Headlines News :
Diberdayakan oleh Blogger.

SIARAN LANGSUNG

Populer Posts

Tampilkan postingan dengan label Internal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internal. Tampilkan semua postingan

Profil Tarekat al-idrisiyyah






Al-Idrisiyyah adalah sebuah tarekat yang didirikan Sayyid Ahmad bin Idris al-Fasi (w. 1253) yang memperoleh pelajaran tasawufnya dari Sayyid Abdul Wahhab at Tazy (w. 1131 H.), seorang sufi reformer berasal dari Afrika.  Abdul Wahhab aI-Tazi ini juga merupakan guru dari Sayyid Muhammad Ali al-Sanusi al Kabir -orang Barat menyebutnya the Grand Sanusi  Pendiri Tarekat Sanusiyah. Karenanya tak mengherankan jika antara kedua tarekat ini terdapat banyak kesamaan terutama dalam ajaraan-ajarannya. Sebab kedua tarekat ini berasal dari guru yang sama.
 Ada baberapa nama diberikan kepada aliran tarekat ini. Terkadang disebut Al-Idrisiyyah, nama yang dihubungkan dengan Sayyid Ahmad bin Idris, namun sering pula disebut Al-Khidiriyyah, nama yang dikaitkan kepada Nabi Khidir as. Bahkan, Sayyid Muhammad Ali as-Sanusi dalam bukunya al-Manhalu aI-Raawii al-Raaiq fii Asaaniid al 'Ulum wa Ushuuli at-Thariiq menyebut tarekat ini  dengan Al-Muhammadiyah juga ada pula catatan yang menyebut tarekat int Ahmadiyah, nama yang dinisbahkan kepada Ahmad bin Idris.
 Sebagaimana Tarekat Sanusiyah, Tarekat Idrisiyah pun punya banyak pengikut terutama di daerah Afrika seperti Tunisia, Libya, Yaman dan sebagainya serta daerah-daerah lainnya & seperti Saudi Arabia, Mesir, dan lain-lain. Adalah para jemaah haji yang sekaligus memperdalam Ilmu agama di Makkah yang sangat besar peranannya dalam penyebaran tarekat ini.  Ini terjadi karena dalam lebih kurang 36 tahun Syekh Ahmad bin Idris menjadi guru di Makkah yang setiap kali mengajar selalu diikuti banyak murid  yang berasal dari berbagai negara.

 Di Indonesia, Tarekat Idrisiyyah nampaknya kurang popular jika dibanding dengan tarekat-tarekat lainnya, seperti Tarieat Qadiriyah, Naqsabandiyah, Syadziliyyah, Samaniyah, Tijaniah, Sanusiyyah, atau Rifa’iyah. Dalam literatur-literatur Indonesia, tarekat ini jarang dibicarakan.  Buku Pangantar llmu Tarekat (Bulan Bintang, 1985) karangan Prof. H. Abubakar Atjeh misalnya, hanya sedikit menyinggung tarekat ini. ltupun tak secara spesifik, melainkan dimasukkan dalam pembahasan mengenai tarekat Sanusiyah. Padahal, tarekat-tarekat lainnya dibahas secara cukup panjang lebar.
 Masuknya Tarekat Idrisiyyah ke Indonesia terjadi sekitar 1930-an, dengan Asy-Syaikh Al-Akbar Abdul Fatah sebagai tokoh pertamanya. Beliau lahir di desa Cidahu, Tasikmalaya, pada 1884 M/1303 H. dan merupakan anak ke-3 dari 10 orang bersaudara dari pasangan H. Muhammad Syarif bin Umar dan H. Rafi’ah binti Jenah. Nenek moyangnya tokoh ponyebar Islam di P. Jawa, yaltu Sunan Deraiat.
 Suatu hari guru dari Abdul Fatah, Haji Suja'i membahas Surat Al-Kahfi ayat ke-17, yang artinya "Barang siapa diberi petunjuk Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk dan barang siapa yang sesat maka tak akan mendapatkan Wali Mursyid (seorang pemimpin pun yang memberi petunjuk kepadanya)." Abdul Fatah bertanya siapakah yang dimaksud "waliyyan mursyida" dalam ayat itu, dan apakah gurunya termasuk "waliyyan.mursyida". "Bila Ingin mendapatkannya sebaiknya segeralah engkau berangkat untuk mencarinya," jawab sang guru.
 Sejak itu Abdul Fatah meminta izin sekaligus mencari orang yang disebut "waliyyan.mursyida" itu. Maka, pada 1924 Abdul Fatah sekeluarga berangkat ke Tanah Suci. Namun, sampai di Singapura kapal yang ditumpanginya mengalami kerusakan. Mereka Ialu menetap di sana selama beberapa tahun. Barulah pada 1928, ia dapat melanjutkan perjalanannya ke Makkah. Sampailah ia di Jabal Abu Qubais dan di tempat ini beliau berguru kepada Syaikh Ahmad Syarif Sanu­si. Dari Syaikh inilah ia peroleh ilmu tarekat yang dikembangkan oleh Syekh Ahmad bin ldris.
 Sekembalinya di Indonesia Abdul Fatah mengembangkan tarekat ini. Mula-mula di daerah Jakarta, Ialu di Cidahu, Tasikmalaya. Di Cidahu ini dengan cepat ajaran tarekatnya dikenal. Salah satu yang membuat kelompok tarekat ini cepat mendapat perhatian, karena cara berpakaian yang menyerupai orang-orang Arab, yaitu pakaian serba putih serta berjenggot. Karena Itu mereka dijuluki kaum putih dan kaum jenggot.
 Seperti gerakan Islam lainnya, gerakan Al-Idrisiyyah ini pun tak luput dart pengawasan ketat pemerintah kolonial Belanda, apalagi ajarannya memiliki kemiripan dengan ajaran tarekat Sanusiyah di AIjazair yang di tuduh marongrong kekuasaan kolonial Perancis. "Syaikh dan pengikut-pengikutnya itu merupakan musuh sangat berbahaya bagi kekuasaan Belanda. sekurang-kurangnya sama bahayanya dengan orang-orang golongan Sanusi terhadap kekuasaan Perancis di AIjazair." tulis Snouck Hurgronje seperti dikutip Deliar Noer dalam Gerakan Modern Islam di Indoensia. (LP3ES. 1980. hal 29).
 Pada masa pendudukan Jepang Tarekat Idrisiyah malancarkan sikap non-kooperatif-nya. Akibatnya, pemimpinnya, Abdul Fatah, harus mendekam di tahananan Jepang selama 10 bulan.
 Setelah Cidahu dianggap sudah tak memadai lagi untuk mengembangkan ajaran tarekat Idrisiyyah, maka pada 1947 pusat gerakan tarekat ini dipindahkan ke desa Pagendingan Cisiyong. De­ngan memanfaatkan tanah warisan istrinya, dibangunlah sebuah masjid dan beberapa pemondokan bagi santri laki-laki. Ketika maletusnya pemberontakan DI/TII para anggota tarekat ini terlibat aktif dalam usaha penumpasan pemberontakan tersebut. Kemudian pada 1969 nama pesantren Pa­gendingan diubah menjadi pesantren Fathiyyah, nama yang dihubungkan dengan Asy-Syaikh Al-Akbar Abdul Fatah, sang pendiri tarekat Idri­siyyah Indonesia. Hingga sekarang pesantren Fathiyyah ini merupakan pusat pengembangan ajaran tarekat Idrisiyyah di bawah pimpinan Syaikh Muhammad Fathurahman, M.Ag. yang diberi mandat setelah wafatnya Syaikh Al-Akbar Muhammad Daud Dahlan.

TIGA PESAN SYEKH FATHURAHMAN UNTUK SANDIAGA UNO








Al-Idrisiyyah | Alhamdulillah, di tengah jadwalnya yang padat, Sandiaga Salahuddin Uno, memenuhi janjinya untuk hadir dalam Pengajian Arbain Tarekat Al-Idrisiyyah di Masjid Al Fattah Juanda III Jakarta Pusat, Ahad (03/04/2016).

Dalam kesempatan jamuan sebelum naik podium Syekh Fathurahman menyampaikan pesan singkatnya kepada Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta ini.
Berikut tiga pesan Syekh Fathurahman kepada Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahudin Uno:

Pertama, Lillah. Kalau kita umat Islam ingin mendapatkan kemenangan, maka harus dalam kerangka mencari ridha Allah SWT. Jadi niat ini harus kita kuatkan, semata karena Allah SWT.
Kedua, Fillah, Allah itu sudah membuat aturan Al-Quran dan Sunnah Nabi Saw. Aturan ini untuk kehidupan manusia. Singkatnya, Fillah itu, agar semua aktivitas kehidupan kita ada dalam aturan Allah SWT.

Fillah itu mengaplikasikan diri kita untuk ridha pada ketetapan Allah SWT.
Ketiga Biidznillah. Nah bila Lillah dan Fillahnya berjalan dengan baik, maka berarti tinggal menjemput pertolongan Allah SWT. Kalau Allah SWT menolong berarti sudah dalam ridha-Nya.
Sebab Al-Quran sudah mengungkapkan rahasia Thalut mengalahkan Jalut:
“…Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar'.” (QS Al-Baqarah [02]: 249)
Kecil dalam pandangan manusia, tapi mengalahkan kelompok yang besar. Sekali lagi besar ini dalam pandangan manusia.

Mengapa begitu? Karena di sekitar kita ini ada malaikat yang jumlahnya lebih banyak dari jumlah manusia. Mereka yang menggerakkan hati manusia kepada kebaikan.
Lalu, apa yang membuat menang itu? Yakni, Biidznillah. Karena dia mendapat pertolongan Allah SWT. Nah, menjemputnya dengan Lillah dan Fillah.

Mengapa harus menjemput? Karena Nabi Saw ketika akan hijrah mengatur strategi. Nabi selama tiga hari sembunyi dulu di gua Tsur. Padahal Nabi selalu dalam perlindungan Allah SWT. Tapi harus sembunyi dulu, karena kalau langsung mengikuti jalur ke Madinah, akan terkejar.
Bayangkan di gua itu, musuh sudah menghunus pedang. Bagi yang pernah ke Gua Tsur tentu akan tahu, ternyata guanya itu kecil, jadi kalau musuh melongok ke bawah tentu akan segera ketahuan.
Lihatlah, Allah SWT hanya menurunkan dua makhluknya yang lemah, laba-laba dan merpati. Tapi dengan izin Allah SWT, Nabi Saw lolos dari pengejaran kaum musyrikin.

Nabi Saw mencontohkan, meski dalam perlindungan Allah SWT tapi harus menjalankan strategi. Artinya, domain kita sebagai hamba ada dalam dua aspek tadi, selalu Lillah dan Fillah. Selanjutnya Biidznillah tidak diminta, Allah SWT akan langsung memberi pertolongan. Insya Allah!

Sumber : http://www.al-idrisiyyah.com/read/article/668/tiga-pesan-syekh-fathurahman-untuk-sandiaga-uno

SANDIAGA UNO DAN SELENDANG AL-IDRISIYYAH

Al-Idrisiyyah.com - Pengajian Arbain Tarekat Al Idrisiyyah di Zawiyah Utama, Masjid Al Fattah, Batu Tulis Jakarta Pusat, Ahad (03/04/2016), tampak lain dari biasanya. Majelis Zikir dan Ilmu ini menjadi istimewa karena  Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahudin Uno turut menghadiri acara ini.

Keistimewaan ini tak hanya dirasakan Jamaah Al-Idrisiyyah, tapi juga oleh Sandiaga,  karena inilah dukungan paling awal dari Ormas Islam untuk Sandiaga Uno.
Pada kesempatan ini Pondok Tarekat Al-Idrisiyyah, mendeklarasikan dukungannya kepada Sandiaga Uno untuk maju dalam kompetisi perebutan kursi DKI-1.

Kesan istimewa dalam acara ini pun semakin bertambah ketika dalam acara ramah tamah, secara spontan, Syekh Muhammad Fathurahman memberikan selendangnya kepada Sandiaga uno.
Menerima pemberian itu, Sandiaga seakan tak mampu berkata-kata, hanya tampak matanya berkaca-kaca. Sandiaga terus mengenakan selendang itu sepanjang acara berlangsung.

“Luarbiasa, saya merasa tersanjung terhormat dan bangga menjadi keluarga Al-Idrisiyyah!” kata Sandiaga menjawab pertanyaan wartawan ketika ditanya ihwal pemberian selendang itu.
“Mudah-mudahan Syekh Muhammad Fathurahman diberi kesehatan oleh Allah SWT hingga dapat membimbing kita untuk terus berjuang!”

Hingga masuk mobil dan melambaikan tangannya, selendang itu tetap mengalungi leher Sandiaga Uno. | (SAF)

Sumber : http://www.al-idrisiyyah.com/read/article/667/sandiaga-uno-dan-selendang-al-idrisiyyah

DZIKIR DAN DO`A BERSAMA DI RESTO JOLLY JOY

Al-idrisiyyah.com | Tasikmalaya - Pembangunan Masjid Jamie Al-Fattah yang berlokasi di Pesantren Al-Idrisiyyah, Tasikmalaya membutuhkan dana yang tidak sedikit. Syekh Muhammad Fathurahman, M. Ag sebagai Mursyid Tarekat Al-Idrisiyyah menggenjot potensi jemaah lewat program lelang "Toh-Tohan". Sebagian besar jemaah Tarekat Al-Idrisiyyah melelangkan sebagian hartanya, baik berupa uang tunai, perhiasan, kendaraan, dan lain sebagainya.

Salah satu yang ikut dilelangkan adalah sebuah Resto yang berlokasi di Simpang Lima, Kota Tasikmalaya. Resto yang bernama Jolly Joy ini telah lama dihibahkan untuk pembangunan Masjid. Pada senin malam (21/03/2016) setelah sholat magrib dilakukan dzikir dan do'a bersama dirumah makan tersebut. Syekh Muhammad Fathurahman mengatakan bahwa dzikir dan do'a bersama itu dilakukan dengan harapan mudah-mudahan Resto ini dapat dipertemukan dengan hamba Allah yang akan membelinya. Penjualan Resto ini dimulai dengan pemasangan banner yang menyatakan Resto ini akan dijual setelah acara selesai. | (UU)

Sumber : http://www.al-idrisiyyah.com/read/article/659/dzikir-dan-doa-bersama-di-resto-jolly-joy

Menikmati Matahari Sore


AL-IDRISIYYAH | Bergerak itu tandanya hidup. Itulah suasana di Pondok Tarekat Al-Idrisiyyah, terus bergerak. Dalam hal kerja keras, Syekh M Fathurahman mencontohkan hal ini secara langsung dan paling depan.

Ketika tengah malam, Sabtu (18/03), baru saja pulang dari umroh yang menguras energi, Ahad pagi (20/ 03), sudah melangsungkan Pengajian Arbain di Pondok Tarekat Tasikmalaya. Sore ini para santri melihatnya tengah bermandi cahaya matahari sore. Seakan berlomba dengan matahari yang hendak ke peraduannya, sore itu Syekh tampak melihat-lihat kemajuan pembangunan masjid al Fattah.

Beliau tak ingin ketinggalan moment by moment, frame by frame setiap kegiatan di Pondok Tarekat Al-Idrisiyyah termasuk pembangunan masjid Al Fattah. Entah dimanapun berada baik itu umroh atau safari dakwah, selalu mengikuti perkembangannya.  

Bagi Syekh Fathurahman, istirahat artinya: berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan yang lain.

“Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain.” (QS Alam Nasyrah [94]: 7). | (SAF)

Sumber : http://www.al-idrisiyyah.com/read/article/654/menikmati-matahari-sore

Ajari Anak-Anakmu Berenang


“Ajarilah anak-anak kalian berkuda, berenang dan memanah”
(Shahih Bukhari – Muslim)

Al-Idrisiyyah | Safari Dakwah di Temanggung, berlangsung di Plaza Pikatan Water Park. Karena lokasinya di Water Park, maka Syekh Muhammad Fathurahman menyempatkan diri untuk berenang . Ketika sedang asyik berenang datanglah pelatih.
Sang pelatih mempraktikkan beberapa gaya renang, seperti gaya bebas, kupu-kupu dan katak. Dia juga menjawab pertanyaan dengan praktik langsung. Kehadirannya mengoreksi gerakan renang kami. Gerak-gerik si pelatih renang itu terekam dalam benak masing-masing yang menyaksikan.  
Bagi Syekh Muhammad Fathurahman ternyata hal ini seperti aktivitas zikir, yakni membayangkan bagaimana bimbingan Si Instruktur ketika melatih renang. Jadi agar semangat dalam berzikir kita bayangkan sosok instrukturnya, seperti cara dia memberi semangat, memotivasi. Bayangkan kibasan tangan, ayunan punggung dan hentakan kakinya. 

“Ternyata, untuk renang agar gerakannya bagus kita membayangkan wajah pelatih. Maka begitu pula dalam zikir, agar tercapai tujuan maka bayangkan wajah mursyid,” kata Syekh Muhammad Fathurahman. 

Jadi, untuk renang di kolam saja butuh instruktur pembimbing, apalagi untuk mengarungi samudera kehidupan tentunya kita jauh lebih butuh adanya sosok pembimbing.
Supaya hati kita lurus pada Allah SWT, maka ingat-ingatlah bimbingan guru kita, nasihatnya dan kebaikannya. Itu akan menjadi wasilah kepada Allah SWT, sehingga zikir itu akan sampai kepada Allah SWT.

Mintalah bimbingan kepadanya. Karena guru sebagai pembimbing, maka mintalah bimbingan secara bathiniahnya (istimdad).

Perumpamaan ini sama seperti kita sedang sakit, syariatnya berobat kepada dokter, tapi mohon kesembuhannya kepada Allah SWT. 
Firman Allah SWT:

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kalian kepada Allah, dan hendaklah kalian bersama orang-orang yang jujur (benar)!” (QS At-Taubah: 119)

“Bertanyalah kepada ahli ilmu jika engkau tidak tahu” (QS. An Nahl: 43) | (Salman Al Farizi)

Sumber : http://www.al-idrisiyyah.com/read/article/637/ajari-anak-anakmu-berenang

Jangan Biarkan Waktu Berlalu tanpa Zikir

Al-Idrisiyyah| Hati jamaah Al-Idrisiyyah Temanggung khususnya dan seantero Jawa Tengah (Magelang Yogya dan Jepara) merasa lega karena Syekh Muhammad Fathurahman bisa hadir di tengah-tengah mereka. Kehadiran Syekh Muhammad Fathurahman ini dalam rangka Safari Dakwah ini menghapus kerinduan mereka.
     
Zawiyah Temanggung yang menjadi panitia menggelar Acara Majelis zikir  di Plaza Pikatan Water Park Temanggung Jawa Tengah, Jumat (12/02/2016). Dalam ceramahnya Syekh Muhammad Fathurahman mengatakan, majelis zikir  ini adalah majelis yang selalu dicari para malaikat. Allah perintahkan Malaikat Sayaroh namanya, untuk mencari majelis zikir di bumi. 

“Cari majelis ilmu, majelis zikir dan dengar apa permohonan mereka, maka Aku (Allah) akan mengabulkan permohonan mereka,” kata Syekh Muhammad Fathurahman.

Syekh Muhammad Fathurahman menyampaikan, majelis ilmu dan majelis zikir inilah yang akan menggugurkan dosa-dosa, membuka mata hati dan mendekatkan hamba dengan Allah SWT.
“Maka majelis seperti ini tidak bisa diukur dengan harta, kekayaan dan materi. Sebab masuk dalam kategori mawahib, anugerah Allah SWT,” jelasnya.


Syekh Muhammad Fathurahman Alhamdulillah Allah SWT telah mengumpulkan kita di majelis ini, sebab ibadah dengan hati yang ikhlas maka akan menjadi nikmat. Sebaliknya kalau ibadah kepada Allah tanpa hati yang ikhlas, maka akan pahit rasanya. Seluruh aktivitas kita harus berada dalam kerangka ibadah kepada Allah SWT

“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (QS Adz Dzaariyaat [51]: 56)

Syekh Muhammad Fathurahman menguraikan, maka mengaji harus menjadi ibadah, bekerja, olahraga, sampai tidurnya harus menjadi ibadah.  Mengapa? Karena kita hidup di bumi ini terbatas waktunya. Nabi saw bersabda, rata-rata usia umatku antara 60-70 tahun. Nabi saw 63 tahun. Kalau kita berada diantara usia itu, maka jangan ada waktu yang terbuang.

Hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah Radhiyallohu 'Anhu dari Rasulullah Shallallohu 'Alaihi Wasallam, beliau bersabda, “Umur umatku adalah antara 60 hingga 70 tahun. Sedikit dari mereka yang melebihi itu” ini adalah hadits yang shahih, dikeluarkan oleh Imam at-Turmudzi (3550), Ibnu Majah (4236), Ibnu Hibban (II:96), al-Hakim (II:427).

Tidak ada penyesalan bagi ahli surga kecuali satu jam saja tidak dipakai zikir. Satu jam hati tidak nyambung kepada Allah SWT, itu menjadikan penyesalan bagi penduduk surga. Imam Thabrani dalam Hadis Hasan Shahihnya pernah menulis sepenggal kisah tentang surga. Surga digambarkan mempunyai tingkatan-tingkatan yang luasnya seluas langit dan bumi.

Suatu kali, setetes minyak harum dari seorang penduduk surga yang berada di atas jatuh menetes ke surga yang ada di bawahnya. Kejadian itu menghebohkan seisi surga yang ada di bawah. Pasalnya, aroma harum dari setetes minyak harum tersebut mengalahkan wangi-wangian seisi jagad di surga bawah itu. Penduduk surga yang ada di bawah bertanya-tanya, dari manakah wangi harum itu? Semerbak wangi yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya.

Dijawablah oleh malaikat penjaga surga, aroma yang sangat harum itu berasal dari tetesan minyak wangi dari seorang penduduk surga yang tinggal di atas mereka. Penduduk surga bawah itu pun makin penasaran, apa yang membuat orang tersebut bisa memasuki surga yang ada di atasnya? Betapa mulianya orang itu, hingga ditempatkan di surga yang ada di bagian atas.
Malaikat pun menjawab. Amal ibadah si pemilik parfum itu pada dasarnya sama dengan orang-orang yang ada di surga bagian bawah. "Namun bedanya, si pemilik parfum itu memiliki zikir yang lebih banyak dari engkau sebanyak satu kali. Maka ia pun ditempatkan di surga yang lebih tinggi," lanjut malaikat itu.

Saat itu, penyesalanlah yang meliputi penduduk surga yang di bawah. Mereka menyesal, mengapa sewaktu di dunia mereka menyia-nyiakan waktu. Andaikan saja, mereka mau lebih banyak untuk berzikir dan beribadah, tentu mereka bisa ditempatkan di surga yang lebih tinggi.

“Nah, bagaimana kalau puluhan tahun tidak ingat kepada Allah SWT? 
Apakah ketika menyaksikan sinetron Anda ingat kepada Allah SWT? Padahal berapa jam nonton sinetron? “ kata Syekh Muhammad Fathurahman mengingatkan.

Dalam uraiannya, Syekh Muhammad Fathurahman mengatakan,  Setan menggelincirkan manusia langsung dari sumbernya. Seperti air, dari dataran tinggi ke dataran rendah. Iblis langsung merusak ajaran Islam dari sumbernya, tidak ada nabi atau rasul yang ketika menerima wahyu maka setan dan iblis berupaya agar wahyu itu berkurang, bertambah atau rusak. 

Tapi, Allah SWT menjaga langsung, sehingga wahyu itu sampai kepada nabi dalam keadaan orisinil. Karena lewat sumbernya langsung tidak bisa, maka setan menggoda lewat umatnya. Jadi ketika mendengarkan pengajian, maka jamaah pun mengantuk atau malas agar bimbingan wahyu itu tidak sampai. 

“Ingat, setan terus berupaya agar ilmu itu tidak sampai ke hati,” kata Syekh Muhammad kembali mengingatkan. | (SALMAN AL FARIZI)

Sumber : http://www.al-idrisiyyah.com/read/article/634/jangan-biarkan-waktu-berlalu-tanpa-zikir

TAKLIM ZAWIYAH TAMANSARI: Meraih Kebahagiaan Hakiki

Al-Idrisiyyah.com | TAMANSARI – Suasana Masjid Jami’ Al-Fattah, Karangsambung , Tamansari, Kota Tasikmalya, Senin (08/02/2016), terlihat berbeda dari biasanya. Tampak begitu meriah, karena Syekh M Fathurahman, Mursyid Tarekat Al-Idrisiyyah hadir menyampaikan tausiah.

Tampak jajaran Pengurus Tarekat Al-Idrisiyyah ikut mendampingi Syekh Akbar M Fathurahman. 
“Pengajian ini untuk meningkatkan ukhwah islamiyah antarjamaah Tarekat Al-Idrisiyyah dengan umat muslim di sekitar Karangsambung,” Ustadz Abdul Kholid, S.Pd.I, Ketua Pelaksana Majelis Taklim.

Syekh Muhammad Fathurahman, M.Ag mengisi tausiah dengan tema Kunci Terbukanya Hakikat. 
Dalam Tausiyahnya Syekh Muhammad Fathurrahman menyampaikan, seorang hamba kalau sudah terbuka hakikat maka ia akan merasakan luas dan betapa hebatnya Allah SWT. “Ia akan merasakan betapa Akbar-Nya Allah SWT!” kata Syekh M Fathurahman. 

Lebih lanjut beliau mengatakan, ukuran kebahagiaan bukan banyak uang, tapi kebahagian hakiki itu adalah terbukanya pintu hakikat. Betapa rugi orang yang tidak terbuka hakikat. “uang dan dunia, pasti semua itu akan kita tinggalkan," ungkap Syekh Muhammad Fathurrahman. 
Maka, masih kata Syekh Muhammad Fathurrahman, untuk menempuh kebahagiaan hakikat ada dua jalan: 

Pertama Riyadhah, yaitu proses melatih ruhani dan hati kita. Syekh M Fathurahman menjelaskan, hati punya potensi yang hebat. Cahaya Allah SWT itu datangnya ke hati manusia, bukan ke akal. Hati manusia akan mati kalau tidak menjalani proses riyadhah, yakni zikir dan wirid.

Kedua Mujahadah, yaitu bersungguh-sungguh ibadah kepada Allah SWT diseluruh dimensi ruang kehidupan atau totalitas. Konteks mujahadah ini sangat luas, termasuk seluruh aktivitas ibadah didalamnya memerlukan proses mujahadah. Berjihad itu dilakukan sepanjang hidup secara terus menerus. Hawa nafsu yang ada didiri manusia harus senantiasa dimanage dengan baik. Harus mengerahkan dengan segenap kekuatan. Harus mengatur nafsu agar sesuai dengan tuntunan Allah SWT dan Rasul-Nya saw. 

Inilah yang dimaksud Jihad Al-Akbar oleh Rasulullah saw, Jihad melawan hawa nafsu. “Bukan jihad di medan perang saja!” pungkas Syekh M Fathurahman 
HANHAN CIBUBUHAN

Sumber : http://www.al-idrisiyyah.com/read/article/631/taklim-zawiyah-tamansari-meraih-kebahagiaan-hakiki

Zikir, Solusi Untuk Bangsa

al-idrisiyyah.com, Jakarta - Zawiyah (Cabang) Jakarta Tarekat Al-Idrisiyyah menyelenggarakan Maulid Nabi Muhammad SAW, Ahad (10/01/2016), bertempat di masjid Al Fattah Batu Tulis, Jakarta Pusat. Maulid ini merupakan penggabungan dari Pengajian Arbain Zawiyah Jakarta. Diantara seribuan jamaah yang hadir, tampak Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Haji Lulung Lunggana.

Sebelum acara, Haji Lulung sempat berbincang-bincang dengan Syekh Muhammad Fathurahman dan pengurus Al-Idrisiyyah. Dia merasakan surprise, karena baru saja mendapat masukan dari Syekh Fathurahman, singkat tapi dalam dan sangat menyentuh hati.

“Pak Haji Lulung terus saja berzikir, karena nanti cahaya Allah datang menyinari hati. Terus berzikir, agar cahaya itu tidak pergi dari hati Pak Haji,” kata Haji Lulung menirukan nasihat Syekh Fathurahman.

Bila cahaya itu ada di hati, masih kata Haji Lulung, tentu banyak sekali yang kita dapat dari Allah SWT. “Allah SWT akan memimpin cara berfikir, niat dan prilaku kita,” tambahnya.

Selain Ceramah Syekh Muhammad Fathurahman, M.Ag, panitia juga mempersilakan Haji Lulung untuk menyampaikan kata sambutan. Menurut Haji Lulung, yang sudah mengenal Al-Idrisiyyah lebih dari sepuluh tahun ini, Pengajian Arbain merupakan forum silaturahmi yang baik, “Disini bisa menyampaikan hal-hal yang sejalan dengan perjuangan umat Islam,” kata Haji Lulung.

Sebagai politisi, Haji Lulung mengingatkan, kedepan ini umat Islam akan memasuki tahapan politik. Partisipasi umat Islam akan ditentukan pada saat Pilkada nanti. Dalam Pilkada serentak ini, Jakarta kebagian tahap kedua.

“Kami berharap ada perubahan kepemimpinan kepala daerah di DKI Jakarta ini, kami ingin pemimpin yang berakhlak baik dan seakidah,” kata Haji Lulung mengingatkan.

Merespon hal ini, Syekh Fathurahman menyampaikan dalam ceramahnya, psikologi modern menemukan hukum tarik menarik dalam pribadi manusia. Jadi kalau dalam diri seseorang terus diasah nilai-nilai kebaikan dan kebenaran, maka kebaikan dan kebenaran akan terkumpul memenuhi hatinya. “Sebaliknya kalau dipenuhi pikiran kotor, maka kemanapun melangkah akan bertemu keburukan,” jelas Syekh Fathurahman.

Seharusnya, tambah Syekh Fathurahman, Jakarta sebagai ibukota marak dengan majelis zikir. Karena zikir ini bagian untuk membangkitkan rasa butuh kepada Allah SWT. Zikir menjadi wasilah datangnya rahmat Allah. Jangan salahkan Allah SWT kalau yang datang itu keburukan demi keburukan lagi, karena itu tertarik dirinya sendiri.

“Itulah (zikir) caranya agar kebaikan itu datang kepada diri, masyarakat dan bangsa kita,” pungkas Syekh Fathurahman.

Dalam acara Maulid ini juga digelar “Toh-Tohan”. Program Toh-Tohan atau Habis-habisan adalah program total yang digulirkan Syaikh Fathurahman kepada segenap jamaah Tarekat Al-Idrisiyyah untuk membangun Masjid Al Fattah di Pusat Al-Idrisiyyah di Pagendingan Tasikmalaya secara mandiri. Dalam kesempatan ini Haji Lulung Lunggana menyampaikan komitmen menyumbang sebesar 25 juta rupiah.(EM)

Sumber : http://www.al-idrisiyyah.com/read/article/608/zikir-solusi-untuk-bangsa

LOMBA DA’IYAH AL-IDRISIYYAH

al-idrisiyyah.com, Cisayong - Proses kaderisasi para Da'i Tarekat Al-Idrisiyyah dilakukan dengan berbagai cara, seperti memberi kesempatan kepada pelaku da'wah untuk melakukan tabligh di Zawiyah-zawiyah Tarekat Al-Idrisiyyah. Akan tetapi untuk mempercepat proses Kaderisasi baru-baru ini Organisasi Muslimah Al-Idrisiyyah (OMI) menyelenggarakan Lomba Da'iyah se-Indonesia pada tanggal 14 Rabiul Awal 1437  H, Sabtu (26/12) dengan tema "Peran Muslimah Dalam Dakwah". Ajang lomba ini sebagai pelatihan (riyadhah) untuk mencari para kader-kader dakwah yang berbakat, dengan adanya lomba tersebut dimaksudkan untuk menggali potensi dan mengasah mental muslimah dalam dakwah karena kedepannya para Da'iyyah Al-Idrisiyyah diharapkan menjadi miniatur diantara proses dinamika dan aktivitas dakwah sehingga dapat mengantarkan Tarekat  dalam berdakwah secara optimal.

Bertempat dihalaman Masjid Al-Fattah acara lomba da'iyyah ini dilaksanakan, tercatat oleh panitia sebanyak 16 perwakilan zawiyah mengikuti lomba tersebut. Semangat dan sorak sorai pendukung masing-masing peserta pun terlihat ramai.

Dewan juri yang dihadirkan oleh panitia merupakan para mubaligh yang telah mempunyai jam terbang dakwah luas di wilayah pulau jawa diantarnya Da'i Senior Ustadz Daud Burhani, Kepala Divisi Dakwah Tarekat Al-Idrisiyyah Ustadz Ahmad Faqih dan Da'iyyah Senior Ustadzah Yeni Aidah.

Satu persatu peserta naik podium berdasarkan nomor urut yang sebelumnya telah diundi oleh panitia, para juri pun menilai peserta lomba dengan seksama, dengan kriteria penilaian yaitu gramatikal, kesesuaian isi ceramah dengan tema dan perfomance .

Diakhir acara para juri terlihat menjumlah nilai dari hasil penilaiannya masing-masing. Panitiapun akhirnya mengumumkan juara dari lomb da'iyyah ini yang memperebutkan Piala Organisasi Muslimah Al-Idrisiyyah(OMI). Sri Susanti yang merupakan Zawiyah tuan rumah memenangkan lomba dai'iyyah tersebut dengan total nilai 266, sementara juara ke-dua diraih oleh perwakilan dari Zawiyah Rajapolah Tanri Sa'diyah dengan total nilai 257, dan juara ketiga diraih oleh perwakilan Zawiyah paling jauh yakni Zawiyah Papua yang diwakilkan kepada Lita Siti Latifah Syarif dengan total nilai 245. (HN)

Sumber : http://www.al-idrisiyyah.com/read/article/597/lomba-daiyah-al-idrisiyyah

Para Ustadz Mendapatkan Ilmu Dakwah dari Guru Mursyid

al-idrisiyyah.com, Pagendingan - Dalam meningkatkan syiar Islam dan penguatan kelembagaan di lingkup organisasi tarekat Al-Idrisiyyah, Para da'i Al-Idrisiyyah mendapat bimbingan Teknis (Bimtek) Dakwah. Tidak tanggung-tanggung, bimtek diberikan secara langsung oleh Syekh Muhammad Fathurahman, M.Ag selaku guru mursyid tarekat Al Idrisiyyah.
Bimtek dakwah ini diikuti oleh para da’i dari berbagai zawiyah di Indonesia, diantaranya dari Papua, Malang, Riau, Bandung, Jakarta, Tangerang, Jonggol, Bogor dan zawiyah lainnya. Bimtek ini dirasa penting untuk mendorong semangat dakwah bagi para Da’i di tengah masyarakat agar memiliki kompetensi yang memadai dalam menyelesaikan masalah baik yang bersifat pribadi maupun masalah orang lain dengan berlandaskan ajaran Islam.

Dalam Kesempatan tersebut Syekh Muhammad Fathurahman menegaskan bahwa setiap jama’ah diharapkan menjadi agen dakwah sesuai dengan profesinya masing-masing, seperti sebagai petani, pedagang, karyawan, bisa juga sebagai petugas khusus menjadi seorang mubaligh seperti di masa Rasulullah SAW mendelegasikan Muadz Bin Jabal. Para Ustadz yang sudah mendapatkan tugas untuk berdakwah harus selalu mengevaluasi diri sebab menyampaikan ayat-ayat Allah itu teramat sangat berat dibutuhkan kebersihan dan kesiapan ruhani, maka ketika dakwah tidak mendapatkan respon harus mengevaluasi dirinya.

Di luar acara tersebut, Ustadz. Abdul Rohim, Seorang Da’i dari zawiyah Ciledug, Tangerang mengungkapkan harapannya kepada kontributor al-idrisiyyah.com , “Harapannya kedepan setelah adanya bimtek ini bahwa kader Da’i Al-Idrisiyyah dalam berdakwah lebih fleksibel sehingga mudah di terima oleh masyarakat luas, dan menjadi solusi permasalahan masyarakat dibawah kepemimpinan yang komprehensip dari guru Mursyid”.(hn)

Sumber : http://www.al-idrisiyyah.com/read/article/591/para-ustadz-mendapatkan-ilmu-dakwah-dari-guru-mursyid

TABLIGH AKBAR & TARHIB RAMADHAN

3 moment tabligh akbar menyambut bulan suci Ramadhan telah usai. Moment pertama berlangsung di daerah Cintamanik (Garut) pada tanggal 8 Juni 2014. Pondok pesantren Al-Futuhiyyah menjadi tuan rumah acara tersebut. Menurut pimp. Ponpes, Ajengan Abdul Fattah, kegiatan tersebut mengulangi peristiwa beberapa tahun silam, di mana Mursyid Al-Idrisiyyah pernah berkunjung dan mengadakan acara besar dengan mengundang warga dan tokoh masyarakat di wilayah Cintamanik.

Ajengan Abdul Fattah merupakan orang tua dari Hudori, salah satu peserta AKSI Da’i di Indosiar tahun ini. Moment berikutnya berlangsung di daerah TMII (anjungan Jambi). Jika kegiatan di Garut tadi diramaikan oleh jamaah Idrisiyyah di wilayah Jawa Barat, maka acara di TMII beberapa waktu lalu merupakan ‘hajatan’ jama’ah Idrisiyyah se-Jabodetabek. Kegiatan ini benar-benar dimanfaatkan oleh sebagian besar peserta untuk mengajak keluarganya berwisata sebelum dan seusai acara.

Dalam ceramahnya Syekh M. Fathurahman mengungkapkan pentingnya zikir sebagai media komunikasi kepada Allah Al Khaliq. Orang yang sudah menjadikan zikir sebagai kebutuhannya sehari-hari tidak akan membatasi zikirnya hanya saat di majelis pengajian atau di masjid, akan tetapi zikirnya senantiasa mengiringi segala aktivitasnya, di manapun dan kapanpun.

Setelah mendengar ceramah, Bapak Letkol Agus Setiawan yang hadir pada acara tersebut menyimpulkan bahwa jika kita senantiasa memahami pentingnya nilai berzikir, niscaya segala permasalahan hidup akan ada jawabannya. Selain itu testimoni tentang pengalaman zikir juga diungkapkan oleh Prof. Revino. Beliau menceritakan betapa banyak pengalaman menarik sejak bergabung dengan Tarekat Idrisiyyah beberapa tahun lalu.

Kesemuanya tidak lepas dengan bimbingan zikir dan ilmu. Acara tabligh akbar diiringi dengan senandung musik Islami yang dibawakan oleh grup Shoutul Hanif. Sejalan dengan itu seluruh jama’ah menyantap hidangan yang telah disediakan panitia. Seminggu sebelum memasuki Ramadhan, acara yang serupa dilangsungkan di daerah Cimareme Bandung, tepatnya di halaman Masjid Al-Muhajirin, pada tanggal 24 Juni. Rangkaian acara yang dimulai sejak sore hari. Grup Shoutul Hanif sudah menghibur masyarakat di sore hari.

Setelah maghrib diadakan pawai obor yang diikuti sekitar 500 orang dari usia anak-anak hingga dewasa. Tradisi pawai obor ini dimaksudkan untuk menyampaikan pesan ramadhan kepada masyarakat, yang akan datang sebentar lagi. Cahaya Ramadhan menyinari umat dengan diturunkannya wahyu Al Quran serta kewajiban berpuasa yang akan menerangi jiwa manusia.

[Lq]

Sumber : http://www.al-idrisiyyah.com/read/article/469/tabligh-akbar--tarhib-ramadhan

Tabligh Rajab di Masjid Al Fattah Serpong

Acara dilaksanakan pada malam Ahad, 24 Mei 2014, dimulai sesudah sholat Isya berjama'ah. Pada acara kali ini pengajian malam Ahad yang biasanya dilaksanakan di Masjid Jami’e Al Fattah, Jl. Batu Tulis Jakarta Pusat dipindahkan lokasinya ke daerah Serpong.

Walhasil acara yang bertepatan dengan pengajian bulanan bersama warga sekitar masjid menjadi penuh dengan jama’ah yang hadir. Bertepatan dengan menyongsong moment Isra Mi’raj, Syekh M. Fathurahman mengulas sedikit tentang hikmah di balik peristiwa agung tersebut.

[Lq]

Sumber : http://www.al-idrisiyyah.com/read/article/466/tabligh-rajab-di-masjid-al-fattah-serpong

PUNCAK KEGIATAN QINI NASIONAL 124

TASIKMALAYA – Qini Nasional yang ke-124 di bulan Maulid berakhir sudah. Pada hari Ahad, 12 Januari beberapa waktu lalu, kegiatan yang dihadiri ribuan santri, jama’ah, simpatisan Al-Idrisiyyah ditutup dengan acara monumental ‘Peletakan Batu Pertama Pembangunan Masjid Al-Fattah’.

Sebelumnya akhir kegiatan Qini Nasional selalu berakhir pada waktu Isyroq (Dhuha) dan disertai mushafahah (bersalaman) sesama jama’ah. Pada kali ini berbeda, akhir acara Qini dilakukan setelah sholat Zhuhur berjama’ah. Sejak malam hari kegiatan di masjid Al-Fattah telah berjalan dengan berbagai acara. Setelah sholat Isya, acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Quran, sambutan dan pengumuman pengurus, dan ditutup dengan ceramah Mursyid serta Dzikir dan Muhasabah. Pada malam itu salah seorang anggota DPRD yang bernama Hj. Siti Mufatahah memberikan sambutan sekaligus memberikan bantuan untuk pembangunan masjid sebesar 3 juta rupiah.

Dalam sambutannya beliau menyampaikan betapa pentingnya untuk mengetahui beberapa kebijakan pemerintah (antara lain Dana Bantuan Kesehatan BPJS) agar dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat khususnya jama’ah, karena dana tersebut merupakan hak warga negara yang telah dianggarkan oleh pemerintah. Di pagi hari iringan musik Shoutul Hanif mengantarkan hadirin dan jama’ah kepada acara Peletakkan Batu Pertama Masjid. Sesaat sebelum acara dimulai sudah hadir pejabat Bupati, Walikota, Kandepag, Dandim, tokoh PKS, PPP, Relawan Beringin, Barisan Pemuda Betawi, pimpinan Radar.

Acara di Pondok pesantren Al-Idrisiyyah tersebut menjadi terasa lengkap dengan kedatangan berbagai tokoh lintas lembaga dan partai. Semuanya berada pada atap yang sama dalam mewujudkan masjid sebagai Rumah Allah. Pada kesempatan tersebut Bupati Tasikmalaya H Uu Ruzhanul Ulum dan Walikota Tasikmalaya H Budi Budiman berpartisipasi membantu pembangunan masjid dengan nominal dana masing-masing 50 juta rupiah. Pengurus Relawan Beringin yang datang bersama puluhan anggotanya turut berkomitmen menyumbangkan 1000 sak semen dan uang 10 juta rupiah.

Acara peresmian awal pembangunan tersebut menjadi meriah dengan adanya lelang dana pembangunan masjid secara spontan. Mursyid Al-Idrisiyyah Syekh Muhammad Fathurrahman M.Ag mengatakan Masjid Al-Fattah yang baru ini direncanakan berukuran 33 x 33 meter dan berlantai 3. Pembangunan masjid tersebut tidak lain untuk memberikan kenyamanan bagi para santri dan juga masyarakat yang akan menjalankan ibadahnya.

Selama ini area masjid yang lama sudah tidak cukup menampung semua jamaah. Pembangunan masjid yang diperkirakan akan menghabiskan RP 16 miliar ini di targetkan selesai kurang dari dua tahun. Untuk arsitektur masjid sendiri, mengacu kepada bangunan Masjid Nabawi di Madinah, sedangkan nama Al-Fattah akan terus dipakai sebagai bentuk penghargaan kepada Syekh Abdul Fattah yang merupakan pendiri pondok Pesantren Al-Idrisiyyah pada tahun 1932 di Cidahu, yang kemudian dipindahkan ke lokasi saat ini pada tahun 1947 dengan lahan seluas 6 hektar. “Di semua wilayah jama’ah Idrisiyyah di Indonesia semua masjidnya sama dinamai Al-Fattah,” jelasnya.

Sementara, untuk bangunan masjid yang lama, terang dia, akan dialihfungsikan menjadi perguruan tinggi (PT). Satu tahun lalu pihaknya sudah mengajukan izin oprasional untuk PT. Namun saat ini masih di berlakukan moratorium oleh Dinas Pendidikan (Disdik). Rencananya, Disdik pada Juni mendatang akan mencabut moratoriumnya. Bupati Tasikmalaya H. Uu Ruzhanul Ulum mengatakan mendukung dan bangga kepada Ponpes Al-Idrisiyyah yang membangun masjid tersebut. ”Membantu pemerintah dalam membangun kemanusiaan seutuhnya,” ujarnya.
Lq]

Sumber :http://www.al-idrisiyyah.com/read/article/453/puncak-kegiatan-qini-nasional-124

Al-Idrisiyyah Bangun Masjid Rp 16 Miliar

CISAYONG – Pondok pesantren Al-Idrisiyyah di Pagendingan Kecamatan Cisayong tengah membangun Masjid Agung Al-Fattah pada Minggu (12/1). Pembangunan masjid yang diperkirakan akan menghabiskan Rp 16 miliar ini di targetkan selesai kurang dari dua tahun. Sejumlah pejabat di antaranya Bupati Tasikmalaya H Uu Ruzhanul Ulum dan Walikota Tasikmalaya, H Budi Budiman pun berkesempatan meletakan batu pertama untuk mengawali pembangunan dua hari lalu itu.

Mursyid Ponpes Al-Idrisiyyah Syekh Muhammad Fathurrahman M.Ag mengatakan Masjid Agung ini di rencanakan berukuran 33 x 33 meter dan berlantai 3. Pembangunan masjid tersebut tidak lain untuk memberikan kenyamanan bagi para santri dan juga masyarakat yang akan menjalankan ibadahnya. Selama peruses perluasan masjid , santri atau masyarakat yang tidak bisa beribadah didala, ditempatkan dulu di tenda di area masjid.”Dengan tenda, karena tidak cukup untuk semua jamaah,” ungkapnya.

Masjid yang bisa digunakan, tambah dia, hanya berukuran 20 x 20 meter. Untuk arsitektur masjid sendri, terang dia, mengacu kepada bangunan Masjid Nabawi Madinah yang didirikan oleh Rasullah Muhammad SAW . sedangkan nama Al-Fattah akan terus dipakai sebagai bentuk penghargaan kepada syekh Abdul Fattah yang merupakan ulama yang mendirikan pondok Pesantren Al-Idrisiyyah pada tahun 1932 di Cidahu yang kemudian dipindahkan ke lokasi saat ini pada tahun 1947 dengan lahan seluas 6 hektar. “Di semua Pondok Pesantren Al-Idrisiyyah semua masjidnya sama dinamai Al-Fattah,” jelasnya.

Sementara, untuk bangunan masjid yang lama, terang dia, akan dialihfungsikan menjadi perguruan tinggi (PT). Satu tahun lalu pihaknya sudah mengajukan izin oprasional untuk PT. Namun saat ini masih di berlakukan moratorium oleh Dinas Pendidikan (Disdik). Rencananya, Disdik pada Juni mendatang akan mencabut moratoriumnya. Rencananya, terang dia, di PT ini akan membuka Fakultas ekonomi dengan 3 jurusan . Yaitu akuntansi, managemen dan perbankan Islam. Dipilihnya ekonomi sebagai Fakultas yang pertama dibuka, karena ilmu dari 3 jurusan tersebut saat ini sebagai ilmu yang paling dibutuhkan untuk umat.

Ditambah lagi Ponpes Al-Idrisiyyah mengelola sejumlah minimarket yang tentunya bisa menjadi sarana yang efektif. “Kita sudah bisa mengelola empat minimarket,” ujarnya. Bupati Tasikmalaya H. Uu Ruzhanul ulum mengatakan mendukung dan bangga kepada Ponpes Al-Idrisiyyah yang membangun masjid tersebut.”Membantu pemerintah dalam membangun kemanusiaan seutuhnya,” ujarnya.
Sumber: Radar Tasikmalaya

Sumber : http://www.al-idrisiyyah.com/read/article/452/al-idrisiyyah-bangun-masjid-rp-16-miliar

MENYAMBUT RAMADHAN DENGAN KEBAHAGIAAN

Acara Pengajian Arbain berlangsung pada hari Ahad (7 Juli 2013) di halaman Pondok Pesantren Al-Idrisiyyah Tasikmalaya. Acara tersebut dihadiri ribuan jama’ah dari berbagai daerah dan kota, baik di wilayah Jawa Barat maupun dari daerah lainnya.

Pengajian bertajuk menyambut bulan suci Ramadhan tersebut diselingi dengan iringan musik Shoutul Hanif, yang banyak menyajikan lagu-lagu religi DEBU, dan lainnya. Hadirin merasa terhanyut dengan sentuhan Nada dan Dakwah yang diramu sedemikian rupa, sehingga sebelum acara dzikir dikumandangkan banyak jama’ah sudah masuk ke dalam atmosfer dzikir. Nada musik shalawat yang menyertai tema demi tema taushiyah yang disampaikan merupakan refleksi kebahagiaan dengan datangnya bulan Ramadhan yang agung.

Karena Ramadhan adalah madrasah yang akan mendidik serta membersihkan jasmani dan ruhani orang-orang yang beriman. Syekh M. Fathurahman mengawali ceramahnya dengan sebuah do’a Rasulullah Saw yang berbunyi: “Yaa Allah, berilah keberkahan kepada kami di bulan Sya’ban dan sampaikanlah kami kepada bulan Ramadhan!” lalu disambut dengan ucapaan “Amiin!” oleh para hadirin. Lebih lanjut dalam taushiyahnya, Syekh M. Fathurahman menyampaikan bahwa kegembiraan (kebahagiaan) menyambut bulan Ramadhan bukanlah kebahagiaan yang murahan (bersifat fisik semata), tapi kebahagiaan yang utama dan kekal di sisi Allah yang dapat dirasakan jiwa. Kebahagiaan itu disebabkan karena adanya iman dan ilmu.

Dengan ilmu bulan Ramadhan akan disambut dengan kegembiraan, karena di dalamnya jiwa (ruhani) orang yang beriman akan dibersihkan dan ditingkatkan derajatnya. Dan dengan keimanan, hati akan menerima perintah ibadah puasa dengan penuh kesadaran (tanpa paksaan) karena tujuan puasa Ramadhan adalah menuju Taqwa kepada Allah. Kesadaran berpuasa karena mngetahui ilmunya akan melahirkan cinta. Dan orang-orang yang cinta kepada Allah akan merasakan getaran Ramadhan, sehingga ia mengharap-harap dan menanti-nanti dengan kemunculannya. Kecintaan inilah yang menjadi energy dan spirit (semangat) untuk memburu rahmat Allah.

Maka, menurut Syekh di bulan Ramadhan nanti kita mesti hadirkan rasa cinta kepada ibadah dan Allah yang telah memerintahkannya. Acara pengajian diakhiri dengan dzikir dan sholat zhuhur berjama’ah. Tak lupa, panitia mengingatkan untuk mencicipi hidangan kebuli yang sudah menanti jama’ah setelah bermushafahah (bersalaman). Iringan musik masih terus berlanjut ketika jama’ah selesai menikmati hidangan. Beberapa info penting yang telah disampaikan panitia saat acara adalah bahwa pengajian yang dipimpin Syekh M. Fathurahman di Jakarta dan Tasikmalaya berlangsung sebagaimana biasa. Adapun di Jakarta, pengajian akan berlangsung setiap hari Ahad ba’da Ashar. (Lq, 7/7/13)

Rekaman Pengajian: http://www.mediafire.com/download/ub2ohwscboqvf0f/Pengajian_Arba'in_-_7-7-2013_(Tausiyah).mp3 MARHABAN YAA RAMADHAN!! SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA!!

Pengajian Arbain Al-Idrisiyyah Jakarta Edisi Pertama

JAKARTA-Lebih dari lima ratus orang jamaah Al-Idrisiyyah Cabang Jakarta memadati masjid Al-Fattah, Pondok Kelapa, Jakarta Pusat pada Ahad pagi, 7 April 2013. Mereka yang bertempat tinggal di wilayah seperti Serpong, Ciledug, Cibinong, Depok, Bekasi dan sekitarnya, mulai berdatangan sejak pukul 06.00 untuk mengikuti pengajian yang berlangsung dari pukul 08.30 hingga pukul 13.00. Pengajian kali ini sekaligus menjadi edisi perdana atau pembuka Pengajian Arbain.

Panitia pengajian, menjelaskan bahwa Pengajian Arbain untuk Cabang Al-Idrisiyyah Jakarta akan dilaksanakan setiap Ahad pagi di pekan pertama setiap bulannya. Pengajian dimulai dengan pembacaan Sholawat dan Tahsinul Qira'ah yang dikomandani Ustadz Syafrudin, dilanjutkan dengan kajian atau ceramah Islam yang disampaikan langsung oleh Mursyid Al-Idrisiyyah Syekh Muhammad Faturrahman, M.Ag. Syekh Muhammad Faturrahman, M.Ag, dalam ceramahnya menjelaskan tentang bagaiman proses dan cara menggapai kebahagiaan dan kesuksesan hakiki.

Bahwa kebahagiaan dan kesuksesan hakiki adalah kesuksesan dan kebahagiaan yang berlandaskan kepada ajaran Allah SWT, sekaligus kesuksesan dan kebahagiaan itu itu hakiki di hadapan Allah SWT, yang berarti bertahan selamanya. Ada tiga tahapan atau proses yang perlu dilakukan untuk menggapai kebahagiaan dan kesuksesan hakiki. Tiga tahapan itu akan mudah diingat dengan singkatan 3T, yang terdiri dari Takhalli, Tahalli dan Tajalli.

Takhalli adalah mengosongkan, dalam hal ini mengosongkan jiwa dari keburukan-keburukan penyakit batin. Menurut Imam al-Ghozali ada 10 penyakit batin yang jika dibiarkan bercokol di dalam jiwa manusia, akan menimbulkan berbagai keburukan. Beberapa dari 10 penyakit batin itu adalah berlebihan dalam makan dan minum, berlebihan dalam berbicara, pemarah, hasad, dan bakhil.

Tahkalli diperlukan untuk mengosongkan jiwa manusia dari keburukan-keburukan itu. Tahap berikutnya adalah tahalli atau memperindah, yakni memperindah hati dan jiwa yang sudah dikosongkan dari penyakit-penyakit batin. Cara memperindah hati adalah dengan memperbanyak zikir, membaca dan mempelajari Al-Quran, dan mengkaji ilmu-ilmu serta ajaran-ajaran Islam. Jika sudah melalui dua tahap di atas, manusia akan mudah memasuki tahap berikutnya yaitu tajalli atau tampak terlihat. Yang dimaksud tampak adalah manusia berpikir atau merasa bahwa Allah swt selalu mengawasi keberadaan dan tingkah laku mereka di mana pun dan kapan pun.

Dengan memunculkan perasaan itu, manusia akan terdorong untuk berbuat baik yang mendatangkan pahala, serta takut untuk melakukan keburukan yang menambah dosa. Para jama’ah yang hadir tampak antusias menyimak kajian yang disampaikan oleh Syekh Akbar Muhammad Faturrahman, M.Ag.

Pengajian pun berlangsung interaktif, karena sesekali diselingi dialog dan sapaan akrab dari penceramah. Seusai menyimak kajian, para jamaah diajak mengikuti zikir dan doa, dilanjutkan solat zuhur berjamah dan berjabatan tangan dengan penceramaah dan sesama jamaah. Suasana semakin hangat dengan acara makan siang bersama sebagai penutup rangkaian pengajian. AI-Kontributor Jakarta

Sumber : http://www.al-idrisiyyah.com/read/article/390/pengajian-arbain-al-idrisiyyah-jakarta-edisi-pertama

Wisata Religi P. Untung Jawa

Acara Wisata Religi selesai sudah. Berbagai rangkaian acara yang bersifat rekreatif berjalan dengan lancar sesuai harapan. Langit mendung hari itu yang mengakhiri 3 hari hujan berturut-turut sebelumnya di P. Untung Jawa, tidak membuktikan datangnya hujan. Selama acara, alhamdulillah, langit cerah, dari awal hingga akhir. Para peserta tidak menyia-nyiakan acara ini sambil mengisi waktu liburan anak sekolah. Mereka membawa serta sanak keluarga untuk menikmati moment penting ini. Sejak pagi, ratusan peserta datang secara bergelombang. Sekitar 8 bis dan puluhan mobil pribadi telah parkir di pantai Tanjung Pasir. Menurut tokoh masyarakat P. Untung Jawa yang kini menjadi Ketua DKM masjid setempat, acara ini sangat menarik, karena mengkombinasikan acara santai berekreasi dengan ibadah secara bersamaan, sehingga acara menjadi lebih bermakna. Beliau pun masih ingat kegiatan serupa ini dilakukan 8 tahun yang lalu di Pulau yang sama. Lurah P. Untung Jawa yang sambutannya diwakili oleh asistennya menyebutkan bahwa acara wisata religi ini membawa keberkahan tersendiri bagi masyarakat Pulau Untung Jawa, karena didatangi oleh orang-orang yang ingin melakukan do’a dan dzikir bersama. Acara puncak Wisata Religi diisi dengan Nada dan Dakwah yang diiringi oleh Grup Shoutul Hanif. Ceramah Syekh M. Fathurahman kembali menggugah jiwa, mengetuk pintu kesadaran pendengar agar mempersiapkan diri kembali kepada Allah dengan mengisi sisa waktu yang ada. Malam diselingi semilir angin pantai menambah keasyikan dan kesyahduan acara. Air mata yang menetes membasahi bibir yang melantunkan dzikir mengingatkan kepada air laut yang asin rasanya. Tak terasa jiwa terbawa oleh keindahan suasana dzikir dan muhasabah malam itu. Keesokan hari, sesudah Shubuh di tengah lapang, kami kembali mendengarkan taushiyah menyongsong cerahnya pagi di pinggir pantai. Acara dilanjutkan dengan kegiatan bebas. Lokasi pantai dipadati oleh ratusan peserta yang memanfaatkan waktu berekreasi bersama keluarga sebelum mereka pulang ke rumahnya masing-masing. Lq, 28 Des ‘12 Sumber : http://www.al-idrisiyyah.com/read/article/371/wisata-religi-p-untung-jawa

Ngaji Online Yuk !

Al-Idrisiyyah.com – Perkembangan teknologi masa kini begitu memanjakan para penggunanya, namun berapa banyak kah di antaranya yang memanfaatkan teknologi dalam mencari keridhoan Allah? Tentu tidak banyak bila dibandingkan dengan mereka yang menjadi lalai terhadap ‘pangggilan’ Allah. Setelah sekian lama dan berbagai upaya dilakukan agar para jamaah yang berdomisili jauh dari pusat dakwah Al-Idrisiyyah (Tasikmalaya – Jakarta) tetap mendapatkan siraman ruhani dari sang Guru Mursyid, akhirnya telah di resmikan pengajian secara online melalui Internet Radio atau lebih di kenal dengan sebutan Radio Streaming. Sesuai dengan sebutannya, Internet Radio dapat di akses dengan bermodalkan akses internet, untuk itu bagi para jamaah yang sudah terbiasa menggunakan internet serta berdomisili jauh dari lokasi berlangsungnya pengajian sehingga tidak dapat menghadiri langsung secara fisik dapat menggunakan fasilitas ini. Namun Syekh M.Fathurrahman berpesan, “ fasilitas ini hanya di peruntukan bagi mereka yang benar-benar berhalangan atau sangat jauh namun memiliki keinginan kuat untuk tetap menggali ilmu dari gurunya, dan bagi yang dekat harus tetap datang ke majelis atau mesjid.” Lalu bagaimana cara mengaksesnya? Caranya cukup mudah, para netter (sebutan bagi pengguna internet) cukup meng-akses alamat url berikut , http://radio.al-idrisiyyah .com , maka akan tampil layar berikut Sumber : http://www.al-idrisiyyah.com/read/article/337/ngaji-online-yuk-

Peresmian BMT, Peluncuran New Website & Radio Streaming

Penyelenggaraan Halal bi Halal di Masjid Al-Fattah hari Ahad (9-9-12) berlangsung meriah. Masjid Al-Fattah yang sudah diperluas bangunannya ternyata masih terasa sempit untuk menampung jama’ah yang hadir. Hal ini terbukti dari jama’ah yang masih terlihat terlihat di luar masjid karena penuhnya ruangan dalam masjid. Buya Sidik Umary, MM salah seorang jama’ah senior ikut hadir bersama jama’ah Tahajjudnya dari Pamulang, sejumlah 30 orang. Demikian pula dari Perguruan Pernafasan Cahaya Suci ikut hadir dalam acara yang dihadiri Lurah Kebon Kelapa tersebut. Acara Halal bi Halal kali ini dimeriahkan oleh Kelompok Hadrah Az-Zahir dari Tanjung Priok. Beberapa nada shalawat dan lagu khas Timur Tengah mengiringi acara dari awal hingga akhir. Sebelum Hikmah Halal bi Halal yang disampaikan oleh Mursyid Al-Idrisiyyah, ada dua moment penting yang erat dengan program organisasi Al-Idrisiyyah. Pertama, Launching Website tampilan terbaru serta Radio streaming. Kedua, Peresmian Kantor Koperasi Al-Idrisiyyah sekaligus Unit BMT (Baitul Maal wat Tamwil) Al-Idrisiyyah Cabang Jakarta. Pada acara Launching Website, Mara Umar, SE selaku pengurus yang membidangi Kominfo bagian Web mengungkapkan pentingnya internet sebagai salah satu penghubung komunikasi Al-Idrsiyyah secara internal maupun eksternal di manapun berada. Saat ini Website Al-Idrisiyyah sudah diakses oleh pemerhati Idrisiyyah baik dari Indonesia maupun luar Indonesia. Oleh karenanya fasilitas pendukungnya mesti diupayakan. Radio streaming merupakan salah satu cara memudahkan jalinan komunikasi tersebut. Apalagi mobilitas dakwah Al-Idrisiyyah selama ini yang semakin padat. Dengan koneksi radio melalui handpone dengan jalur internet, maka pesan dakwah Al-Idrisiyyah dapat dijangkau dengan mudah di manapun. Siaran radio streaming perdana tersebut sudah bisa diakses oleh jama’ah Idrisiyyah di berbagai daerah, seperti wilayah Jawa hingga Lombok. Selanjutnya di setiap pengajian baik Jakarta maupun Tasikmalaya, bisa dinikmati lewat Hp. Launching BMT (Baitul Maal wat Tamwil) Al-Idrisiyyah Jakarta dilakukan setelah sambutan Bapak Lurah Kebon Kelapa. Sebagai salah satu Unit Usaha Koperasi, BMT akan merangkul pengusaha/pedagang kecil di wilayah sekitar Masjid Al-Fattah. Sebagai wadah perekonomian jama’ah, Koperasi Al-Idrisiyyah sudah eksis melayani anggotanya selama puluhan tahun. Saat ini sudah tercatat sebanyak 240 orang lebih anggota Koperasi wilayah Jabodetabek. Jumlah ini masih minim dari jumlah jama’ah keseluruhan yang mencapai ribuan (aktif). Dengan motto “Berekonomi Syari’ah, Meraih Dunia dan Akhirat yang Hasanah”, BMT akan menjadi lembaga ekonomi andalan umat yang berlandaskan syari’ah. Sebab hadirlnya BMT akan mengangkat kesejahteraan hidup dan perekonomian Rumah Tangga anggotanya. BMT sebagai lembaga akan membimbing pengusaha kecil dan kaum dhu’afa untuk berusaha dengan memanfaatkan modal swadaya masyarakat dengan basis syari’ah. Produk BMT Al-Idrisiyyah yang dikembangkan di Jakarta hampir sama dengan BMT Pusat di Tasikmalaya, di antaranya: Sakinah (Simpanan Walimatu Nikah), Tamattu (Tabungan Masyarakat Untuk Umroh), Tafaqur (Tabungan Qurban), Taslim (Tabungan Sukarela), Tarbiyah (Tabungan Fasilitas Qurban) dan Tajaka (Tabungan Berjangka). Akhir acara Halal bi Halal diisi dengan ramah tamah dan bermaaf-maafan. Minal Aidin wal Faizin, mohon maaf lahir batin. Semoga kita dapat mempertahankan fitrah (kesucian) yang telah Allah karuniakan kepada kita semua. Lq, 10 September 2012 Sumber : http://www.al-idrisiyyah.com/read/article/334/peresmian-bmt-peluncuran-new-website--radio-streaming
 

Pengumuman

Safari Dakwah
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Blog alidrisiyyah - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger