Headlines News :
Diberdayakan oleh Blogger.

SIARAN LANGSUNG

Populer Posts

Tampilkan postingan dengan label Serba-serbi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Serba-serbi. Tampilkan semua postingan

Mencoba Posting dari android

Mencoba saja postong dari aplikasi blogger di play store android,  sekarang dimanapun berada bisa langsung posting di blog.

Di Al-Idrisiyyah Saya Menemukan Islam Yang Kaaffah

Jum'at, 1 Januari 2016
KALAPAS Tasikmalaya Ngaji Di Al-Idrisiyyah
"Di Al-Idrisiyyah Saya Menemukan Islam Yang Kaaffah"
                 
Kalapas Tasikmalaya
Saat Wawancara Dengan Kalapas Tasikmalaya

al-idrisiyyah.com, Cisayong - Saling bersalaman menandai selesainya acara Qini Nasional ke-130 di Pondok Pesantren Al-Idrisiyyah, Pagendingan, Tasikmalaya, Ahad (27/12/2015), Rasa Haru menyelimuti jamaah Al-Idrisiyyah. Terngiang di telinga ceramah penutupan Syekh Muhammad Fathurahman, pulang kembali ke daerah masing-masing untuk berdakwah, memperbaiki kondisi umat Islam. Padahal menengok ke diri sendiri, masih hina berlumur dosa. Tapi, Sang Guru sudah menitahkan, itu artinya amanat yang harus ditunaikan. Ajang Qini tak ubahnya seperti batere handphone yang harus di-charge.
Airmata pun tak tertahan, tumpah seiring lagu perpisahan:
"Kami ucapkan selamat perpisahan pada santri qini seperjuangan
Selamat berjalan, selamat beramal ....
Semoga Allah memberkahi, semoga kita bisa bertemu lagi
Selamat beribadah dengan hati yang suci untuk bekal diakhirat nanti ...."
Festival Qini ini juga menyedot lebih dari tujuh ribu jamaah. Tua muda, rakyat, selebriti dan juga pejabat ikut memeriahkan Festival Qini. Diantara tamu yang hadir adalah  Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Tasikmalaya, Julianto Budhi Prasetyono.
Mulanya agak sulit untuk mewawancarai sosok ini, bukan karena enggan diwawancarai tapi karena kehadirannya yang membaur dengan jamaah lain, bergamis putih, plus peci putih, penampilannya layaknya santri Al-Idrisiyyah. Beberapa kali Tim KOMINFO Al-Idrisiyyah sempat kehilangan jejaknya. Alhamdulillah, di teras Masjid Al-Fattah kami berhasil mewawancarainya. 
"Saya sudah mengikuti selama tiga hari acara Qini Nasional 2015 ini, bisa hadir di acara ini adalah suatu karunia dan rahmat dari Allah SWT," kata Julianto.
Ceramah Syekh Muhammad Fathurahman, masih kata Julianto, memberi pencerahan kepada hatinya, sehingga jadi lebih paham dengan jalan yang seharusnya ditempuh. Sehingga terjadi perbaikan bagi pribadi, keluarga, bangsa dan umat Islam secara keseluruhan. Dirinya menemukan Islam yang kaaffah, yang total sebenar-benarnya.
"Karunia dan rahmat yang sungguh luarbiasa dari Allah SWT. Karena saya bisa hadir di acara ini. Karena semua orang kan mencari-cari Islam yang kaaffah itu seperti apa? Alhamdulillah justru di Tasik ini saya menemukan," tuturnya.
Julianto mengaku kenal Al-Idrisiyyah dari rutin mengikuti pengajian di kantornya Lembaga Pemasyarakatan Tasikmalaya. Jamaah pengajian di instansinya itu mengadakan persiapan atau rencana khusus untuk bisa mengikuti Qini Nasional ini.
Menurutnya, tiga hari mengikuti gemblengan di Pondok Al-Idrisiyyah seperti terlahir kembali. Julianto berjanji, nilai-nilai kebaikan dalam ceramah Syekh Muhammad Fathurahman, akan disampaikan kekeluarganya, kemudian kelingkungan masyarakat dan lingkungan kerjanya.  
"Karena saya selaku pimpinan disatu instansi, maka saya berkewajiban membawa kebaikan kepada bawahan saya," tegasnya
Konkritnya nilai-nilai apa yang akan Anda terapkan? Menjawab pertanyaan ini, Julianto mengatakan, "Kalau sesuatu dimulai dari hati alias perbaikan mental Iman dan Islamnya, Insya Allah semua akan menjadi baik akan tercapai keberkahan dari Allah SWT."
Kesan Julianto terhadap Al-Idrisiyyah secara umum dan Syekh Muhammad Fathurahman khususnya selaku Mursyid, adalah buah dari pencariannya selama ini. Tentu nilai-nilai yang dia dapat selama mengikuti taklim akan menjadi pedoman dan penguatan bagi jatidirinya.
"Insya Allah Syekh Muhammad Fathurahman akan selalu diberkati dan dirahmati oleh Allah SWT, selalu dalam keadaan sehat walafiat," doanya menutup percakapan.
Aamin ya Rabbal alamin...(EM)

Sumber : http://www.al-idrisiyyah.com/read/article/599/di-al-idrisiyyah-saya-menemukan-islam-yang-kaaffah

Hari pertama sekolah SDIT Nur Al-Fattah

Selasa, 28 Juli 2015
Hari pertama sekolah SDIT Nur Al-Fattah
Kegembiraan pada wajah-wajah lugu siswa
                 
ceria
wajah lugu dan gembira di hari pertama sekolah
al-idrisiyyah.com, Sukahurip - Jam dinding menunjukkan pukul 06.30 wib, embun pagi dengan semilir hawa sejuk menyelimuti gedung SDIT Nur Al-Fattah, mentari pagi menyorotkan sinarnya bak lampu tembak membelah pekatnya gumpalan-gumpalan kabut tipis, tampak dari kejauhan anak-anak kecil berseragam putih-merah berlarian seolah sedang berlomba untuk tiba lebih dulu di gedung SDIT itu, diantara mereka ada yang mengenakan jilbab kecil mungil menambah kelucuan dari cerianya wajah-wajah lugu mereka. Ya...mereka berlarian dengan 1 tujuan yaitu agar dapat duduk di bangku paling depan gedung baru SDIT Nur Al-Fattah karena senin itu (27/7) adalah hari pertama mereka belajar di bangku Sekolah dasar. Dan para guru pun telah siap menyambut kedatangan calon-calon penerus bangsa itu di halaman sekolah dengan senyum ramah.

SDIT Nur Al-Fattah yang berlokasi di kampung sukahurip desa Sukaraja kecamatan Rajapolah kabupaten Tasikmalaya itu telah diresmikan pada 1 Juni 2015 yang lalu, sekolah yang berada di bawah naungan Divisi Pendidikan Tarekat Al-Idrisiyyah ini adalah 1 dari 2 sekolah dasar terpadu yang di dirikan di tahun 2015 ini oleh divisi tersebut. Dan pada tahun ajaran 2015/2016 ini telah terdaftar 13 siswa didik angkatan pertama yang terdiri dari 7 laki-laki dan 6 perempuan, sedangkan guru pengajarnya sebanyak empat orang lulusan S1-PGSD dan S1-PAI dan 1 kepala sekolah.
Hari pertama pengajaran diberikan tema khusus yaitu ‘aku terakhir diantar ibu ku’, karena memang pada hari itu para siswa/i seluruhnya masih diantar oleh ibunya, bahkan terlihat ada yang masih selalu  digendong ibunya, kecerian tampak terpancar di wajah mereka, seperti pada umumnya anak-anak mereka pun berlarian kesana kemari untuk bermain.
Seorang ibu dan 1 anak datang agak terlambat dari yang lainnya, ibu tersebut langsung menghadap kepala sekolah dan mengutarakan keinginannnya agar dibuka juga kelas 2 untuk anaknya, karena menurut penuturannya ada kurang lebih 7 anak lainnya yang siap pindah ke SDIT Nur Al-Fattah jika dibuka kelas 2, kemudian pihak sekolah pun menjelaskan beberapa alasan dan kendala jika kelas 2 dibuka tahun ini, yang intinya SDIT Nur Al-Fattah memfokuskan membina kelas 1 saja untuk tahun 2015, setelah mendapatkan penjelasan tersebut sang ibu dapat memahaminya, namun uniknya anak yang bersama ibu tersebut ‘keukeuh’ (bersikukuh) ingin sekolah di SDIT meski harus turun kelas , “teu nanaon ka kelas hiji deui ge, nu penting mah ade sakola di SDIT (ga apa-apa kelas 1 lagi juga, yang penting ade sekolah di SDIT)”  tegas anak itu kepada ibunya. Akhirnya sang ibu menyetujui keinginan anaknya, dengan masuknya anak tersebut maka jumlah peserta didik bertambah menjadi 14 siswa.
Agenda hari pertama belajar mengajar dimulai dengan serah terima. Penyerahan dilakukan oleh perwakilan salah satu orang tua siswa yaitu Ibu Aton Fatonah, Ibunda dari Muhammad Fahmi,  dengan mata berkaca-kaca ia bertutur dan menitipkan putranya untuk dididik dan dibina disekolah tersebut. Usai penyerahan giliran kepala sekolah SDIT Nur Al-Fattah Bapak Hanhan Burhani, S.Pd.I menerima penyerahan tersebut dengan menyampaikan beberapa patah kata kepada orang tua/wali siswa. 
Dalam sambutannya beliau mengatakan, “Pendidikan adalah kewajiban bersama, oleh karena itu orang tua pun harus tetap mengontrol dan mengecek kembali ketika anak-anaknya pulang dari sekolah, kita bersama-sama wujudkan anak-anak kita agar menjadi anak yang sholeh, cerdas berakhlak mulia yang berlandaskan pondasi Iman, Islam dan Ihsan”.
Usai serah terima, siswa didik diberikan game (permainan) sederhana untuk menumbuhkan semangat belajar, dan mengenalkan bahwa sekolah itu menyenangkan, sorak sorai tawa gembira mereka antusias mengikuti setiap arahan dari para pengajarnya, hingga tanpa terasa waktu menunjukan saatnya  pulang. (han/rz)

Sumber : http://www.al-idrisiyyah.com/read/article/542/kegembiraan-pada-wajah-wajah-lugu-siswa

Bekam Gratis Jadi Idola di Car Free Day Sudirman

Minggu, 8 Maret 2015
Bekam Gratis Jadi Idola di Car Free Day Sudirman
                 
Bekam gratis
ATMI menyelenggarakan bekam gratis di CFD Jakarta
Detik.com , Jakarta - Acara car free day yang berlangsung di Jalan Jenderal Sudirman, Jakpus, diwarnai aksi sosial kesehatan. Sebuah stand bekam gratis menjadi salah satu yang ramai dikunjungi warga yang datang dalam kegiatan mingguan ini.

Pantauan di lokasi yang berada di sebelah barat Patung Jenderal Sudirman, Minggu (8/3/2015), puluhan orang mengantri untuk bergiliran mendapat bekam gratis. Kegiatan amal ini diselenggarakan oleh Laskar Syuhada Fii Sabiilillah (Sufi's) dari yayasan Al-Idrisiyyah yang pusatnya ada di Tasikmalaya itu.

Secara bergantian, 10 orang pasien duduk untuk dibekam oleh tabib di bawah tenda. Bekam ini sendiri selain untuk kesehatan bisa untuk penyembuhan penyakit jika dilakukan secara berkala.

"Kita ini nggak bayar ya karena dalam rangka sosial. Teknis pengobatannnya ala Nabi Muhammad, Hizamah, makanya istilah dokternya disebut tabib. Untuk Membersihkan darah kotor, bisa untuk penyakit stroke, asam urat atau penyakit-penyakit yang menyumbat darah," ujar Pimpinan Al-Idrisiyyah, Saefullah di lokasi.

Meski diselenggarakan oleh yayasan muslim, siapa saja boleh mendapat pelayanan bekam gratis dari para tabib dari ikatan Atmi (Asosiasi tabib muda Idrisiyyah) itu. "Pengobatan siapa aja boleh, nggak ngebatasi masalah keyakinan atau agama. Ini kan kegiatan sosial," kata Saefullah.

Kegiatan bekam gratis ini diselenggarakan 2 minggu sekali di acara car free day. Saat ini sementara pelayanan baru diberlakukan bagi pasien pria saja mengingat tempatnya terbuka yang terbuka.

"Insya Allah ke depan ada untuk perempuan karena ternyata banyak permintaan. Sekarang belum karena kan aurat ya. Kita lagi pikirkan mungkin nanti ada bilik atau sekat-sekat di sini," jelas pengurus Sufi's
Meski hujan sempat mengguyur, tak menyurutkan niat pasien untuk dibekam. Dengan sabar mereka menunggu giliran sesuai nomor urut. Bekam gratis ini digelar dari pukul 06.00-10.00 WIB. Sebelum dibekam, pasien harus ditensi darah terlebih dahulu.

"Iya harus tahu dulu tensinya. Nggak boleh kalau terlalu tinggi atau rendah. Nggak boleh kalau belum tidur, tensi nggak boleh tinggi maupun rendah. Kalau belum tidur atau kurang istirahat juga nggak boleh," jelas pengurus lainnya, Dodi sambil melakukan tensi terhadap pasien.

Teknis bekam ini sendiri pertama pasien diusapkan dengan minyak kayu putih atau baby oil lalu dikop dengan alat khusus untuk membuka pori-pori. Selanjutnya bagian yang dikop lantas ditusuk-tusuk dengan jarum atau ditorehkan dengan silet kemudian dikop lagi.

"Nanti darah kotornya keluar, darah kotor yang warnanya hitam, itu penyakitnya. Kalau darah yang keluar sudah nggak hitam berarti udah cukup," tutur salah satu tabib, Iwan.

Ada sejumlah pasien yang darahnya keluar hingga mencapai 3/4 gelas plastik besar. Menurut Iwan, semakin penyakitnya parah, semakin banyak darahnya keluar. Tiap keluhan pun akan dikop pada titik-titik yang berbeda.

"Tiap keluhan ada titik tertentu, beda-beda. Kalau cuma untuk kesehatan juga nggak sama sama yang punya penyakit," Iwan menerangkan.

Ada beberapa model alat kop yang digunakan, untuk yang modern ada yang terbuat dari kaca atau plastik. Namun yang unik adalah alat kop milik Iwan yang terbuat dari tanduk kerbau. "Ini alatnya tradisional dari tanduk kerbau, ada antibiotiknya sendiri karena alami," tukasnya.

Para pasien yang telah dibekam pun mengaku merasa badannya lebih terasa enak usai dibekam. Mereka pun mendapat kacang hijau gratis setelah dibekam yang menurut pengurus untuk memulihkan energi, mengingat pasien mengeluarkan cukup banyak darah saat dibekam.
"Lebih enakan ya, badan berasa entengan. Lebih seger rasanya," ucap Kusno setelah selesai dibekam. (Elza Astari Retaduari - detikNews)

Sumber : http://www.al-idrisiyyah.com/read/article/510/bekam-gratis-jadi-idola-di-car-free-day-sudirman

Wawancara dengan DKM Al-Ikhlas PAP II

Rabu, 21 Januari 2015
Peringatan Maulid Rosulullah SAW
Wawancara dengan DKM Al-Ikhlas PAP II
                 
Nada dan Dakwah
Sebagai Media dakwah dalam mengajak umat kembali kepada jalan Allah
Al-idrisiyyah.com , Perumahan Angkasa Pura II – DKM (Dewan Keluarga Mesjid) Al-Ikhlas beserta berbagai majelis taklim ibu-ibu sekitar mesjid secara bersama menyelenggarakan peringatan kelahiran (maulid) Nabi Muhammad SAW (19/1/2015), di lingkungan mesjid tersebut. [baca : Nada dan Dakwah di Angkasa Pura II]
Peringatan maulid tahun ini menjadi terlihat berbeda dan semarak penuh hidmat daripada tahun-tahun sebelumnya, karena hadirnya berbagai alim ulama dari berbagai manhaj (metodologi), ada mantan artis Ibu Hj. Peggy Melati Sukma yang sekarang menjadi seorang muballigoh, ada juga Mursyid Tarekat al-Idrisiyyah Indonesia Syekh Muhammad Fathurahman,M.Ag bersama murid-muridnya yang turut datang meramaikan, mereka datang dari beberapa wilayah di Jakarta dan Tangerang, hadir pula perwakilan Ulama dari MUI kota Tangerang K.H. Lukman Halim, juga Ustadz Abdus Syukur dari Majelis Adzikra pimpinan Ustadz H. Arifin Ilham dan sederet alim ulama lainnya. Hal ini tidak lepas dari upaya yang dilakukan ketua DKM Al-Ikhlas Bapak. H. Hasanudin Ilyas dalam mengajak berbagai elemen didalam islam untuk dakwah bersama memberikan pencerahan kepada umat dan masyarakat kecamatan Neglasari khususnya serta mengemas acaranya dengan mengkolaborasikan Nada dan Dakwah. Maka dari itu grup musik islami Shoutul Hanif diundang langsung dari Tasikmalaya untuk menyemarakan kegiatan tersebut.
Al-idrisiyyah.com berkesempatan mewawancarai panitia penyelenggara yang diwakili oleh ketua DKM al-Ikhlas Bapak H. Hasanudin Ilyas berkenaan dengan kegiatan peringatan maulid tersebut, berikut petikan wawancaranya :
T : “Assalamu’alaikum warahmatullah wabarokatuh Pak Ilyas, mohon izin kami (al-Idrisiyyah.com) ingin mewawancarai untuk mendapatkan beberapa keterangan terkait acara ini?”
J : “ Wa alaikum salam warahmatullah, baik silahkan “
T (Tanya)  = “Bisa sedikit diceritakan bagaimana acara ini dapat terselenggara?”
J (Jawab) = “dari tahun ke tahun lazim kami menyelenggarakan maulid dengan cara yang berbeda-beda yang tujuannya hanya untuk mendapatkan keridhoan Allah dan sebagai syiar islam, kami tidak melihat dari mana pengisi acara berasal, atau bentuk ‘pemahamannya’ dalam agama, yang kami inginkan mari kita bersama-sama bahu membahu mendakwahkan islam. “

T = “Bagaimana pula bisa terjadi acara ini, maksud kami yaitu dengan menggabungkan nada dalam dakwah?”
J = “kami ingin melakukan syiar agama dengan media apa saja, terlihat hari ini kami datangkan beberapa nara sumber diantaranya ada mantan artis Ibu Hj. Peggy melati sukma , kemudian Syekh Fathurrahman bersama grup musik islaminya, kemudian kami kolaborasikan dalam dakwah ini dengan harapan agar menjadi daya tarik bagi masyarakat sekitar, tentunya bersama-sama  majelis taklim ibu-ibu yang menjadi bagian dari DKM Al ikhlas. Dan selaku ketua DKM, saya memegang amanah dan tanggung jawab untuk menghidupkan mesjid, maka dengan segala daya dan upaya kami buat acara ini dalam  proses berdakwah dengan menggunakan lokasi mesjid ini (al Ikhlas).”
T= “Apa pandangan bapak dengan adanya kolaborasi nada dengan dakwah?”
J = “Ini bagai nostalgia bagi saya secara pribadi, sedikit saya ulas bagaimana saya dahulu sejak Madrasah Aliyah sampai perkuliahan dan juga sebelum bekerja di lingkungan Angkasa Pura (bandara) , saya cukup aktif dengan berbagai aktifitas seperti ini, dan sekarang setelah saya berhenti total dari pekerjaan dan dipercaya menjadi DKM , maka saya gunakan kewenangan ini untuk menyelenggarakan acara yang saya sebut dengan ‘NADA DAN DAKWAH’, yang mana secara pribadi ini seperti nostalgia kembali dengan apa yang saya lakukan dahulu, hal ini juga menunjukan bahwa Islam tidak harus selalu berkutat dengan sesuatu yang sifatnya rutinitas, tapi kadang perlu hal-hal yang secara eksternal yang dapat mendorong semangat kita untuk beribadah dan dapat memicu keimanan menjadi bertambah dan meningkat sehingga semakin mantap iman dan taqwanya, dan inilah salah satunya.”
T = “Mohon nasihat bagi kami pembaca al-idrisiyyah.com , dan saya secara khususnya dalam upaya memakmurkan mesjid?”
J = “kalau mesjid ingin makmur tentu harus ada jamaahnya yang siap secara ikhlas mengorbankan sebagian yang dimilikinya dijalan Allah, tanpa itu sulit, karena apapun kegiatan yang dilakukan dengan judulnya Syiar, tentu harus ada fasilitas pendukung dan harus dapat merangkul unsur-unsur (jamaah) lain , setelah itu semua kemudian dicarilah siapa inspiring profile (figur inspirasi), misalnya kali ini ada sosok mantan artis Peggy, siapa yang tidak kenal dia sebagai bintang layar kaca dengan segala pernak-pernik kehidupannya, dan kita lihat sekarang bagaimana? Who knows ? siapa yang menyangka menjadi sekarang (muballigoh), makanya ini menjadi inspirasi. Maka saya mengajak kepada para pembaca al-idrisiyyah.com , yuk mari sama-sama ikhlas dan bersyukur untuk berjuang dijalan Allah.”
“Dan sebagai tambahan bahwa sebagai contoh lokasi mesjid ini alhamdulillah telah menjadi pusat kegiatan hewan qurban di kecamatan neglasari, hal ini terjadi sebagai dampak logis dari apa yang kita lakukan selama ini , atau istilahnya ada feedback (umpan balik) dari masyarakat ketika kegiatan-kegiatan taklim di selenggarakan secara terus menerus. Dan dengan sendirinya secara sadar masyarakat menjalankan kewajibannya dengan mendatangi mesjid ini, demikian.” (rz)

Sumber : http://www.al-idrisiyyah.com/read/article/508/wawancara-dengan-dkm-al-ikhlas-pap-ii

Subhanallah , Inilah Manfaat Berzikir Untuk Otak Kita

Jum'at, 26 Desember 2014
Hikmah dibalik perintah
Subhanallah , Inilah Manfaat Berzikir Untuk Otak Kita
                 
wirid
Terdapat Hikmah dibalik perintah-perintah Allah
Islampos.com - OTAK hanyalah aktivitas-aktivitas bio-elektrik yang melibatkan sekumpulan saraf yang dipertanggungjawabkan untuk melakukan tugas-tugas tertentu untuk memungkinkan ia bekerja dengan sempurna.
Setiap hari 14 juta saraf yang membentuk otak ini berinteraksi dengan 16 juta saraf tubuh yang lain.
Semua aktivitas yang kita lakukan dan pemahaman atau ilmu yang kita peroleh adalah natijah dari aliran interaksi bio-listrik yang tidak terbatas.
Oleh itu, apabila seorang itu berzikir dengan mengulangi kalimat-kalimat Allah, seperti Subhanallah, beberapa kawasan otak yang terlibat menjadi aktif.
Ini menyebabkan satu aliran bio-listrik di wilayah saraf otak tersebut.
Bila zikir disebut berulang-ulang kali, aktivitas saraf ini menjadi bertambah aktif dan turut menambah tenaga bio-listrik.
Lama-kelamaan kelompok saraf yang sangat aktif ini mempengaruhi kelompok saraf yang lain untuk turut sama aktif.
Dengan itu, otak menjadi aktif secara keseluruhan.
Otak mulai memahami hal baru, melihat dari sudut perspektif berbeda dan semakin kreatif dan kritis, sedang sebelum berzikir otak tidak begini.
Otak yang segar dan fit secara tidak langsung mempengaruhi hati untuk melakukan kebaikan dan menerima kebenaran.
Hasil penelitian laboratorium yang dilakukan terhadap subjek ini dimuat dalam majalah Scientific American, edisi Desember 1993.
Satu penelitian yang dilakukan di Universitas Washington dan tes ini dilakukan melalui tes pemindaian PET yang mengukur kadar aktivitas otak manusia secara tidak sadar.
Dalam penelitian ini, sukarelawan diberikan satu daftar kata benda.
Mereka diharuskan membaca setiap kata tersebut satu persatu dan menghubungkan kata-kata dengan kata kerja yang terkait.
Ketika sukarelawan melakukan tugas mereka, beberapa bagian berbeda otak menunjukkan peningkatan aktivitas saraf, termasuk di bagian depan otak dan korteks.
Menariknya, apabila sukarelawan ini mengulangi daftar kata yang sama berulang-ulang kali, aktivitas saraf otak merebak pada kawasan lain dan mengaktifkan kawasan saraf lain.
Ketika daftar kata baru diberikan kepada mereka, aktivitas saraf kembali meningkat di daerah pertama.
“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan tenteram hati mereka dengan zikrullah, ketahuilah hanya dengan mengingat Allah itu, hati menjadi tenteram.” (Ar-Ra’d, ayat 28)
Ini sekaligus membuktikan secara ilmiah bahwa kata yang diulang-ulang seperti perbuatan berzikir, terbukti meningkatkan kebugaran otak dan menambah kemampuannya.
Subhanallah, “maka nikmat tuhanmu manakah yang kamu dustakan?” 

Sumber : http://www.al-idrisiyyah.com/read/article/503/subhanallah--inilah-manfaat-berzikir-untuk-otak-kita

Kisah Teladan Meski seorang budak, namun ia bertakwa

Selasa, 9 Desember 2014
Kisah Teladan
Meski seorang budak, namun ia bertakwa
                 
Tunduk
Budak yang Amanah
Pada zaman Bani Israil di kota Marwu ada seorang laki-laki yang bernama Nuh bin Maryam, pemimpin sekaligus hakim di sana. Ia seorang kaya, berpengaruh dan teman-temanya banyak. Ia mempunyai anak gadis yang sangat cantik, anggun, dan sempurna fisiknya. Banyak pembesar, pemimpin dan hartawan melamarnya, tapi tidak diterima karena bingung dengan siapa anaknya mesti dinikahkan.

Nuh bin Maryam mempunyai budak hitam yg bernama Al Mubarok yg ditugaskan menjaga kebunnya yang luas. Suatu ketika budaknya diperintah untuk memetik standan anggur ke hadapan tuannya. Namun yg dibawanya masih mentah. Akhirnya disuruhnya untuk memetik lagi. Tapi Al Mubarok membawa anggur yang masih mentah lagi. Berkali-kali diperintahkan oleh tuannya, dan berkali-kali itu pula ia membawa anggur yang masih mentah.
Dengan penuh keheranan tuannya berkata, “Mengapa kamu memetik yang mentah padahal buah di kebun banyak, pasti ada yang matang?”
“Tuan, saya tidak bisa membedakan mana buah yang masak dan yang mentah!”
“Subhanallah, kamu tinggal di sini selama 2 bulan dan sampai sekarang belum bisa membedakan mana yang mentah dengan yang matang?” Tanya tuannya setengah tidak percaya.
“Tuan, saya tidak pernah mencicipi sedikitpun!” jawabnya.
“Mengapa kamu tidak memakannya?” tanya tuannya
“Tuanku, Anda menyuruh saya untuk menjaganya, bukan untuk memakannya. saya tidak ingin khianat dan menyimpang dari perintah tuan!” katanya lugu.
Begitu mendngar pengakuan budaknya dalam hatinya ia memuji ketinggian agama dan sifat amanahnya. Lalu ia berkata, “Saya tertarik kepadamu, saya akan mengatakan sesuatu kepadamu dan kamu harus menuruti apa yg aku katakan!”
“Tentu tuan, saya akan taat kepada Allah dan anda sebagai tuanku”.
Sang Hakim kemudian berkata, “Saya mempunyai anak gadis yang cukup cantik dan banyak orang besar dan pemimpin yang melamarnya, akan tetapi saya tidak tahu dengan siapa saya harus menikahkannya, sekarang bagaimana pendapatmu?”
“Tuanku, orang-orang pada masa jahiliyah senang dengan nenek moyang, keturunan, tradisi dan kekayaan. Orang-orang yahudi dan nasrani senang dengan kecantikan dan kegagahan. Sedang pada zaman Rosulullah yg dikehendaki adalah agama dan ketakwaan. Sedangkan pada masa sekarang ini orang-orang senang terhadap harta dan pengaruh. Silahkan pilih mana yang tuan inginkan!”
“Kalau begitu saya pilih agama dan ketakwaan dan saya ingin menikahkanmu dg anak saya karena saya menemukan agama dan ketakwaan pada dirimu” katanya berseri-seri seakan menemukan apa yg selama ini ia cari.
“Tuanku, saya ini hanyalah budak hitam. Anda membeli saya dengan harta anda, lalu bagaimana mungkin anda menikahkan saya dengan putri anda, dan bagaimana putri anda mau dengan saya?”
“Gampang, sekarang berdirilah, ikut denganku pulang ke rumah!”
Setelah sampai di rumahnya, sang hakim berkata kepada istrinya, “Budak ini saleh, agamanya tinggi dan taqwa. Saya ingin menikahkannya dengan putri kita, bagaimana pendapatmu?”

“Terserah engkau suamiku, akan tetapi saya akan memberitahukan anak kita terlebih dahulu, setelah itu saya akan kembali”. Setelah mendengar penjelasan dari sang ibu, putrinya berkata, “Terserah bapak dan ibu, saya tidak akan menolak dan tidak menentang”.

Akhirnya keduanya menikah dan melahirkan seorang anak yang diberi nama Abdullah, yang kelak menjadi seorang Wali Allah yang terkenal dengan karamah dan kedermawanannya, yakni Abdullah bin Mubarok.(lq)
Sumber : An Nawadir, Al Qalyubi

BUKTI KEAGUNGAN TASAWUF

Jum'at, 30 November 2012
Di Balik Kisah Kehidupan Sultan Muhammad Al-Fatih (Penakluk Konstantinopel)
BUKTI KEAGUNGAN TASAWUF
                 
Sultan M. Al-Fatih
Penaklukkan Konstantinopel, didampingi Gurunya.


Islam memiliki sejarah masa lalu yang gemilang yang dilakoni oleh orang-orang hebat dan saleh. Salah satunya adalah Sultan Muhammad II, yang dikenal dengan Muhammad Al-Fatih (sang Penakluk). Dialah pemuda yang berhasil menaklukkan Konstantinopel dalam usia yang relatif muda (21 tahun).
Penaklukkan Konstantinopel sebenarnya sudah diprediksi oleh Rasulullah Saw,
Sungguh Konstantinopel akan ditaklukkan. Sebaik-baik pemimpin adalah penakluknya dan sebaik-baik pasukan adalah pasukannya”. (H.R. Ahmad)
800 tahun mimpi penaklukkan ibukota Imperium Romawi itu akhirnya terwujud oleh seorang pemuda kelahiran 30 Maret 1432 M. Ternyata kepribadian saleh dan tangguh seorang Sultan Dinasti Utsmani ini dibentuk oleh sosok Guru spiritual (Ulama Tasawuf) sejak kecil.
Salah satu statemen-nya setelah berhasilnya penaklukkan adalah: “Kegembiraanku bukan karena penaklukkan kota (Konstantinopel) itu, tapi karena keberadaan pria seperti ini (Sang Guru) di zamanku!”
Dia adalah Muhammad bin Hamzah ad-Dimasyqi ar-Rumi, yang dipanggil dengan Aaq Syamsudin.
Imam Syaukani[1] dalam kitabnya , Al-Badruth Thali’ menyebutkan bahwa Syekh Syamsudin begitu nampak keberkahan dan keutamaannya, dan bahwa ia telah memberikan batasan di hari apa Sultan Al-Fatih akan menaklukkan Konstantinopel dengan kedua tangannya.
Lebih lanjut dalam kitab tersebut diungkapkan:
Sehari kemudian Sultan mendatangi kemah Syekh Aaq Syamsudin sementara ia sedang berbaring. Namun beliau tidak berdiri menyambutnya. Sultan malah mencium tangannya dan mengatakan: ‘Aku menemui Anda karena suatu keperluan’. Syekh bertanya: ‘Apa itu?’ Sultan menjawab: ‘Aku ingin masuk ikut berkhalwat[2] bersama Anda.’ Namun Gurunya menolaknya. Sultan berulang kali mendesaknya, namun ia tetap mengatakan: ‘Tidak’. Hal itu membuat Sultan marah dan berkata: ‘Ada seorang Turki yang datang kepada Anda lalu Anda mengizinkannya untuk ikut berkhalwat bersama Anda hanya dengan satu kata, sementara aku, Anda tidak mengizinkanku!’ Maka Syekh menjawab: ‘Karena jika engkau ikut masuk berkhalwat engkau akan menemukan nikmatnya, yang kemudian akan menyebabkan posisi kesultanan akan jatuh dalam pandanganmu. Sehingga akibatnya, urusan kesultanan itu akan kacau dan Allah akan murka kepada kita karenanya. Apa yang engkau lakukan saat ini adalah lebih utama daripada masuk berkhalwat.
Saat sebelum penyerbuan ke Konstantinopel, Sultan mendatangi Gurunya tersebut dan meminta do’a agar senantiasa diberikan taufik. Maka Gurunya pun memberikan doa kepadanya. Saat penyerangan, Sultan menginginkan Gurunya ada di dekatnya. Maka dikirim utusan untuk mengundangnya. Namun Syekh meminta agar tidak ada seorang pun yang masuk ke dalam kemahnya. Para penjaga melarang utusan Sultan. Mendengar hal itu Muhammad Al-Fatih marah dan ia sendiri mendatangi kemah Gurunya. Para penjaga tetap saja melarangnya masuk berdasarkan perintah Syekh. Sultan mengambil belati dan merobek dinding kemah di salah satu sisinya. Ia melihat ke dalam, Gurunya sedang sujud amat lama. Surbannya terurai, dan rambut putihnya terjulur ke tanah. Jenggotnya yang putih dengan rambutnya tampak bercahaya. Lalu Sultan melihat Gurunya bangun dari sujudnya sementara air matanya mengalir di kedua belah pipinya. Beliau bermunajat kepada Allah agar menurunkan kemenangan bagi pasukan Muhammad Al-Fatih.
Meskipun Sultan di masa mudanya mempelajari metode-metode perang, seni politik (konspirasi), sejarah militer dan mengkaji buku-buku trik mekanik hingga ia dapat menciptakan beberapa alat perang seperti katapel dan meriam besar, namun sesaat sebelum penyerangan ia mengalami kegundahan sebab kekalahan pada pengepungan Konstantinopel pertama (54 hari). Para panglima dan Menteri Daulah Utsmaniyah berkumpul dan menemui Sultan dan berkata:
‘Sesungguhnya Anda mendorong  jumlah pasukan yang amat besar menuju pengepungan ini hanya karena mengikuti omongan salah seorang ulama (maksudnya Gurunya). Akibatnya banyak prajurit yang tewas dan perlengkapan perang rusak. Ditambah lagi dengan hadirnya bala bantuan dari orang-orang Kafir negara Barat yang masuk ke dalam benteng (Konstantinopel), dan kini sama sekali tidak ada harapan untuk upaya penaklukkan ini!’
Sultan yang masih muda itu segera mengutus menterinya menemui Syekh Aaq Syamsudin di kemahnya untuk menanyakan solusi terhadap kondisi tersebut. Maka Sang Syekh menjawab: ‘Pasti, Allah akan mengaruniakan kemenangan!’
Sultan tidak puas dengan jawaban ini. Maka sekali lagi, ia mengutus menterinya untuk meminta penjelasan lebih banyak kepada Syekh. Maka Sang Syekh menuliskan sepucuk surat kepada muridnya, Muhammad Al-Fatih itu dengan mengatakan:
‘Dialah Sang Pemberi kekuatan dan kemenangan ... Peristiwa masuknya kapal-kapal perang itu telah menyebabkan jiwa kaum muslimin menjadi hancur dan khawatir dan melahirkan kegembiraan dan kesombongan di kalangan kaum kafir. Namun satu hal yang pasti adalah: hamba mengatur namun Allah yang menakdirkan, dan ketetapan terakhir itu semuanya milik Allah ... Kita telah kembali kepada Allah dan membaca Al-Quran al-Karim. Semua itu tidak ubahnya seperti rasa kantuk, lalu tidak lama setelah itu terjadilah karunia-karunia Allah sehingga nampaklah berbagai kabar gembira yang belum pernah terjadi sebelumnya’. Surat itu akhirnya memberikan ketenangan dan kelegaan dalam diri para panglima dan prajurit. Dengan segera Dewan Militer Utsmani memutuskan untuk melanjutkan penyerangan untuk menaklukkan Konstantinopel. Dan akhirnya berhasil.
Sultan Muhammad Al-Fatih tidak pernah terlena dengan kekuatan dirinya, jumlah pasukannya yang banyak dan keluasan wilayah kekuasaannya. Karenanya, ketika ia memasuki kota Konstantinopel ia mengatakan: ‘Segala puji milik Allah ... Semoga Allah merahmati para Syuhada .... dan mengaruniakan kemuliaan kepada para mujahidin. Semoga Allah mengaruniakan rasa kebanggaan dan rasa syukur kepada bangsaku.’
Lihatlah bagaimana ia menyandarkan semua karunia itu kepada Allah. Hal ini terwujud karena nilai-nilai Tasawuf yang mendalam telah diajarkan Syekh kepadanya. Syekh Aaq Syamsudin telah memberikan motivasi kepada Al-Fatih sejak ia masih kecil agar ia menjadi sosok yang diidamkan dalam hadits Nabi Saw. Sebagai seorang Sufi yang sering berkhalwat, Syekh Aaq Syamsudin menjadi aktor di balik layar penaklukkan kota Kontsantinopel yang sudah dicoba oleh para banyak pejuang Islam sebelum Al-Fatih, namun belum juga berhasil. Ahli sejarah ada yang mengatakan bahwa Syekh Aaq Syamsudin itulah Sang penakluk maknawi bagi Konstantinopel.
Dalam buku biografi ini tersirat pesan bahwa manusia dalam menjalankan dan menentukan langkah kehidupannya memerlukan pembimbing spiritual (Mursyid) agar tidak keliru putusannya. Muhammad Al-Fatih telah merasakan dan membuktikan hal itu. Lalu bagaimana dengan kita?
Lq, 28 Nov ‘12
_________oOo_________

Tulisan ini merupakan catatan buku ‘Muhammad Al-Fatih, penakluk Konstantinopel’ Syaikh Ramzi Al-Munyawi, Pustaka Al-Kautsar, Cetakan I 2011. Sejak membaca tulisan di sebuah buku yang menunjukkan kesalehan Sultan Muhammad Al-Fatih beserta pasukannya, maka saat buku biografinya muncul, rasa tertarik tak tertahankan untuk membaca sisi kehidupannya lebih jauh. Sebab jarang sekali dalam tarikh, ada pasukan perang yang semuanya tidak pernah meninggalkan sholat lima waktu, apalagi dengan berjama’ah. Demikian pula pemimpinnya, Al-Fatih, tidak pernah sejak baligh meninggalkan sholat malam (tahajjud). Hal ini membuktikan statement hadits 800 tahun sebelum kejadian penaklukkan Konstantinopel.
Saat banyak orang menuding Tasawuf itu bukan dari ajaran Islam, atau merasa tidak perlu dengan kehadiran Tasawuf, fakta sejarah ini perlu diungkap ke permukaan. Tasawuf lah yang menjadi motivasi keberhasilan dan kemenangan Islam dalam sejarah masa lalu. Kini, umat Islam bisa mengulanginya jika mengikuti apa yang telah dilakukan oleh pemuda yang bernama Muhammad Al-Fatih ini.

Kisah tokoh penting dalam Islam yang dipengaruhi jalan kehidupannya oleh para Guru Sufi atau Mursyid Tarekat juga banyak. Di antaranya adalah Hujjatul Islam Imam al-Ghazali - Imam Asy-Syahid Hasan Al-Banna - pendiri Ikhwanul Muslimin, Said Hawwa, dan lain-lain. Mungkin akan banyak lagi data dan fakta yang terkuak membuktikan hal itu.


[1] Imam Syaukani ini merupakan salah satu Ulama yang dijadikan panutan oleh Salafi Wahabi. Namun sisi pandangannya tentang pengakuan terhadap tokoh Ulama tasawuf dengan memuat cerita ini, tidak diangkat sebagai catatan penting bagi mereka yang alergi terhadap keberadaan tasawuf.
[2] Istilah khalwat lebih identik dengan salah satu ajaran Sufi, dan secara spesifik tidak ada dalam kelompok aliran Islam lainnya.

Sumber : http://www.al-idrisiyyah.com/read/article/363/bukti-keagungan-tasawuf

Subhanallah, Bayi Ini Lahir Membawa Alquran

Jum'at, 24 Agustus 2012
Subhanallah, Bayi Ini Lahir Membawa Alquran
                 
Subhanallah, Bayi Ini Lahir Membawa Alquran
Abdul Wahab Iyanda Aderemi Irawo, bayi yang lahir membawa Alquran dari rahim ibunya. (Nigeria)
REPUBLIKA.CO.ID, NIGERIA -- Allah SWT tak pernah berhenti menunjukkan kuasa-Nya. Seorang bayi di Nigeria lahir sembari membawa Alquran dari rahim ibunya. Sejatinya, ibu bayi tersebut beragama Kristen, tapi pascamelihat mukjizat Allah tersebut, sang ibu dan nenek bayi tersebut langsung mengucapkan dua kalimat syahadat dan menyatakan diri masuk Islam.

Seperti diberitakan harian Pmnewsnigeria, Senin (14/5) kemarin, bayi tersebut lahir di 112 Olateju Street, Mushin, Lagos State, Nigeria Barat Daya pada 7 Mei 2012 lalu. Saat keluar dari rahim ibundanya, bayi tersebut membawa sebuah Mushaf kecil di tangannya.

Kikelomo Ilori, nama ibu bayi tersebut. Wanita 32 tahun yang bekerja sebagai seorang ahli kecantikan langsung mengganti namanya menjadi Sherifat ketika masuk Islam. Hal itu diikuti nenek bayi tersebut yang mengganti namanya menjadi nama Islam.

Kelahiran bayi tersebut pun menyedot perhatian para ulama di negara benua hitam tersebut. Para ulama di Nigeria berkumpul untuk memberikan nama kepada bayi tersebut. Setelah menyampaikan ceramah singkat, seorang ulama Nigeria, Ustad Abdul Rahman Olanrewaju Ahmed, memberikan nama kepada bayi tersebut Abdul Wahab Iyanda Aderemi Irawo.

Untuk menghindari syirik dan kesesatan, Ustad Abdul Rahman juga menasihati sang ibu bila bayinya bukanlah seorang nabi, meskipun ia terlahir dari rahimnya sambil memegang Alquran. Menurutnya, kejadian itu merupakan kehendak Allah, untuk mengirim bayi tersebut ke dunia dengan cara yang menakjubkan.

Dalam acara pemberian nama itu, turut hadir ulama setempat, Sheikh Abdulraman Sulaiman Adangba, Ketua Nasrulifathi Society of Nigeria, NASFAT, Ustadz Alhaji Abdullahi Akinbode, dan Dr Ramoni Tijani dari Alifathiaquareeb Islamic Society of Nigeria.

Kelahiran sang bayi pun memberi berkah bagi tetangga sekampung. Pedagang tumpah ruah menjual berbagai souvenir terkait bayi tersebut, mulai dari kaos, tasbih, dan foto bayi tersebut.

Tak heran bila kelahiran bayi tersebut dianggap kontroversi sebagian pihak. Sebagian pihak berkata mustahil, tapi sebagian lainnya menganggap kejadian tersebut adalah kuasa Tuhan, dimana tak ada yang mustahil bagi-Nya.

Bahkan, seorang dokter dipecat gara-gara mengatakan kejadian tersebut adalah hoax alias berita bohong. Padahal saksi, media dan ibunya sendiri menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri.
Redaktur: Karta Raharja Ucu
Sumber: pmnewsnigeria.com

Shalat dan Otak Manusia

Sabtu, 7 Juli 2012
Shalat dan Otak Manusia
                  
Otak manusia
Barangsiapa tidak menunaikan sembahyang, maka otaknya tidak dapat menerima darah yang secukupnya untuk berfungsi secara normal.


<!-- /* Font Definitions */ @font-face {font-family:Calibri; panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-520092929 1073786111 9 0 415 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; margin-top:0cm; margin-right:0cm; margin-bottom:10.0pt; margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-bidi-font-family:Arial; mso-fareast-language:EN-US;} .MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; font-size:10.0pt; mso-ansi-font-size:10.0pt; mso-bidi-font-size:10.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-bidi-font-family:Arial;} @page WordSection1 {size:612.0pt 792.0pt; margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; mso-header-margin:36.0pt; mso-footer-margin:36.0pt; mso-paper-source:0;} div.WordSection1 {page:WordSection1;} -->

Seorang Doktor di Amerika (Dr. Fidelma) telah memeluk Islam karena beberapa keajaiban yang di temuinya di dalam penyelidikannya. Ia amat kagum dengan penemuan tersebut.
Dia adalah seorang Doktor Neurologi. Ketika ditanya bagaimana dia tertarik untuk memeluk Islam maka Doktor tersebut memberitahu bahwa sewaktu kajian saraf yang dilakukan, terdapat beberapa urat saraf di dalam otak manusia ini tidak dimasuki oleh darah. Padahal setiap inci otak manusia memerlukan darah yang cukup untuk berfungsi secara yang lebih normal.

Setelah membuat kajian yang memakan waktu, akhirnya dia menemukan bahwa darah tidak akan memasuki urat saraf di dalam otak tersebut melainkan ketika seseorang tersebut bersembahyang yaitu ketika sujud. Urat tersebut memerlukan darah untuk beberapa saat tertentu saja. Ini artinya darah akan memasuki bagian urat tersebut mengikut kadar shalat lima waktu yang diwajibkan oleh Islam. Begitulah keagungan ciptaan Allah.
Jadi, barangsiapa tidak menunaikan sembahyang, maka otaknya tidak dapat menerima darah yang secukupnya untuk berfungsi secara normal. Oleh karena itu kejadian manusia ini sebenarnya adalah untuk menganut agama Islam “sepenuhnya” karena Sifat fitrah kejadiannya memang telah dikaitkan oleh Allah dengan agamanya yang indah ini.


Kesimpulan :

Makhluk Allah yang bergelar manusia yang tidak shalat walaupun akal mereka berfungsi secara normal tetapi sebenarnya di dalam sesuatu keadaan mereka akan hilang pertimbangan di dalam membuat keputusan secara normal. Justru itu tidak heranlah manusia ini kadang-kadang tidak segan-segan untuk melakukan hal hal yang bertentangan dengan fitrah kejadiannya walaupun akal mereka mengetahui perkara yang akan dilakukan tersebut adalah tidak sesuai dengan kehendak mereka karena otak tidak bisa untuk mempertimbangkan secara lebih normal. Maka tidak heranlah timbul bermacam-macam gejala-gejala sosial masyarakat saat ini. []

Sumber: National Geographic 2002 Road to Mecca

KISAH TAUBAT: Jutawan, Pendiri Bank Al-Rajhi Yang Memilih Untuk Miskin

Sabtu, 7 Juli 2012
KISAH TAUBAT: Jutawan, Pendiri Bank Al-Rajhi Yang Memilih Untuk Miskin
                  
Sulaiman Al-Rajhi-1
Walaupun Al-Rajhi adalah seorang jutawan, tetapi beliau memilih untuk menjadi ‘miskin’ sehingga beliau tidak mempunyai sesen pun uang dan juga saham yang dimiliki beliau sebelumnya.
June 1, 2012
Jutawan Arab Saudi yang berhasil mengubah hidupnya dari seorang rakyat miskin hingga menjadi kaya, Sulaiman Al-Rajhi, merupakan seorang dermawan yang terkenal di dunia.
Beliau adalah pendiri Bank Al-Rajhi, bank Islam terbesar di dunia, dan salah satu dari perusahaan terbesar di Arab Saudi.
Hingga 2011, kekayaan beliau telah diprediksikan oleh majalah Forbes, bernilai AS$ 7.7 bilion sekaligus dinobatkan sebagai orang ke-120 yang terkaya di dunia.
Yayasan Saar milik beliau adalah sebuah organisasi amal yang terkenal di negara tersebut.
Keluarga Al-Rajhi dianggap sebagai salah satu keluarga kaya yang BUKAN berasal dari keluarga kerajaan, dan mereka adalah termasuk dermawan terkemuka di dunia.
Walaupun Al-Rajhi adalah seorang jutawan, tetapi beliau memilih untuk menjadi ‘miskin’ sehingga beliau tidak mempunyai sesen pun uang dan juga saham yang dimiliki beliau sebelumnya.
Keadaan tersebut terjadi saat beliau memindahkan semua aset yang dimilikinya kepada anak-anak beliau dan menyumbangkan aset-aset yang selebihnya.
Untuk menghargai jasa beliau terhadap dunia Islam, termasuk mendirikan bank Islam terbesar dunia dan juga segala usaha yang dijalankan untuk membasmi kemiskinan, Al-Rajhi dipilih untuk menerima Anugerah Antara bangsa Raja Faisal atas jasa beliau kepada Islam.
Dalam satu wawancara yang dibuat oleh Muhammad Al-Harbi dari Al-Eqtisadiah Business Daily, Al-Rajhi menceritakan tentang bagaimana beliau mampu meyakinkan ketua-ketua bank di dunia, termasuk Bank of England, hampir 30 tahun lalu, bahwa bunga adalah sesuatu yang haram bagi kedua agama yaitu Islam dan Kristen, dan bank Islami adalah penyelesaian yang terbaik untuk menaikkan taraf ekonomi dunia.
Kisah Al-Rajhi, seputar bagaimana seseorang meraih kekayaan dari bawah.
Beliau terpaksa melewati kesusahan ketika beliau kecil sebelum menjadi kaya, dan kemudian meninggalkan segala harta yang ada setelah mencapai keberhasilan.
Al-Rajhi masih aktif bekerja walaupun usia beliau telah mencapai lebih dari 80 tahun.
Beliau memulai tugas hariannya sesudah sholat Subuh dan terus bekerja hingga selesai solat Isya.
Beliau kini memberikan pengabdian terhadap Yayasan SAAR, dengan berkeliling di negara-negara Arab untuk mengurus segala hal yang berkaitan dengan yayasan tersebut.
Beliau sering membawa buku catatan kecil untuk mencatat aktivitas harian beliau dan selalu memastikan tidak akan terlepas dari satu program pun.
Al-Rajhi juga merupakan sosok seorang yang amat berhasil dalam berbagai bidang usaha yang beliau geluti.
Selain mendirikan bank Islam terbesar dunia, beliau juga telah mendirikan lahan peternakan terbesar di Timur Tengah.
Di bidang ini, beliau telah menjalankan banyak eksperimen ternak secara organik di negara-negara Arab, termasuk tambak udang Al-Laith. Beliau juga turut mendirikan perdagangan hartanah dan juga beberapa usaha perikanan.
Wawancara:
Sheikh Suleiman, apakah anda kini telah menjadi miskin?
Ya. Kini apa yang saya miliki hanyalah pakaian-pakaian saya. Saya telah membagikan harta saya kepada anak-anak dan juga mendermakan selebihnya untuk menjalankan proyek-proyek amal. Ini bukanlah sesuatu yang aneh bagi saya. Kondisi keuangan saya kini telah menjadi kosong sebanyak dua kali dalam hidup saya. Jadi, saya amat faham akan keadaan ini. Namun, kini perasaan itu dipenuhi dengan kegembiraan dan juga ketenangan. Sudah sepatutnya  saya memilih untuk menjadi miskin.
Mengapa berbuat demikian?
Segala kekayaan dimiliki oleh Allah s.w.t, kita hanyalah ditugaskan untuk menjaga kekayaan tersebut. Ada beberapa sebab mengapa saya memilih jalan ini. Di-antara sebab-sebab utamanya adalah saya perlu menjaga sahabat-sahabat Islam dan juga anak-anak saya. Ia adalah masalah yang paling penting dalam hidup. Saya juga tidak suka untuk membuang waktu di pengadilan hanya karena ada yang tidak setuju dengan jumlah harta yang diwariskan kepada mereka. Terdapat banyak contoh di mana anak-anak mulaI berselisih hanya karena harta yang kemudian menghancurkan perusahaan. Negara ini telah banyak kehilangan perusahaan-perusahaan besar karena perebutan harta yang sebenarnya bisa diselesaikan jika kita mencari jalan penyelesaian yang lebih baik. Selain daripada itu, setiap umat Islam perlu bersedekah sebagai bekal pahala di akhirat kelak, Jadi, saya lebih suka jika anak-anak saya mencari kekayaan sendiri daripada bergantung dengan saya.
Adakah Sheikh mempunyai banyak masa terluang setelah membagikan kesemua harta?
Seperti yang telah saya kemukakan tadi, saya masih bekerja keras untuk mendapatkan lebih banyak sedekah. Saya telah bekerjasama dengan pelbagai relasi untuk mensukseskan program ini. Menurut biasanya, umat Islam sering membagikan satu per tiga atau sebagian kekayaan mereka untuk bersedekah yang hanya akan diberikan setelah mereka meninggal dunia. Namun, bagi saya, saya ingin memulai sedekah ketika saya masih hidup. Jadi, saya membawa anak-anak saya ke Mekah pada akhir bulan Ramadhan dan memberitahu mereka ide saya. Mereka setuju dengan ide tersebut. Saya meminta bantuan kepada lembaga-lembaga yang berkaitan dalam membagikan semua harta saya termasuk saham dan juga kekayaan kepada anak-anak dan juga untuk didermakan. Kesemua anak-anak saya puas hatinya dengan inisiatif saya dan mereka kini sedang mengurus segala harta yang saya berikan kepada mereka.
Berapa banyak harta yang dibagikan kepada anak-anak dan juga untuk didermakan?
Beliau tergelak tanpa memberi jawaban apapun.
Apakah perasaan Sheikh terhadap semua program yang sedang dijalankan?
Saya ingin menegaskan bahwa terdapat beberapa faktor yang saya ambil sebelum melakukan se
mbarang kerjasama. Eksperimen yang saya lakukan terhadap pertukaran uang adalah salah satu daripada sebab mengapa saya mendirikan bank. Ketiadaan bank Islam juga menjadi di antara sebab mengapa saya mulai mendirikan Bank Al-Rajhi, yang kini merupakan bank Islam terbesar di dunia. Saya mulai eksperimen saya dengan membuka kantor di Britain di mana kami mulai memperkenalkan sistem perbankan Islam ke tingkat yang lebih besar. Eksperimen tersebut kemudian berkembang dan mulai mendapat sokongan dari ulama-ulama Saudi ketika itu. Saya masih ingat bagaimana permohonan saya untuk mendapatkan izin untuk membuka bank tidak diterima pada awalnya. Ini adalah karena pihak British tidak memahami apa-apa tentang sistem perbankan Islam. Saya kemudian pergi ke London dan berjumpa dengan Pengurus Bank of England dan dua daripada pegawai utama beliau. Saya memberitahu mereka bahwa penggunaan bunga adalah haram bagi Islam dan juga Kristen dan kebanyakan dari mereka sanggup menyimpan uang mereka di dalam kotak di rumah daripada menyimpan di dalam bank. Saya coba untuk meyakinkan mereka bahwa (jika mereka mulai membuka bank Islam) akan mampu menaikkan taraf ekonomi dunia. Mereka akhirnya setuju untuk mulai membuka bank-bank Islam. Saya kemudian mulai berkeliling ke seluruh dunia di bagian Timur dan Barat, dan berjumpa dengan ketua-ketua bank negara di beberapa buah negara dan memberitahu mereka bagaimana ciri-ciri yang terdapat dalam dunia ekonomi Islam. Kami mulai bekerja dan mencapai keberhasilan di negara-negara Arab dan melaksanakan perbankan Islam di London, saya kemudian berjumpa dengan Mufti Besar Sheikh Abdul Aziz bin Baz dan Sheikh Abdullah bin Humaid, dan memberitahu mereka tentang rencana saya bahwa: ‘Kita mampu, dengan izin Allah, memajukan perbankan Islam. Mereka memuji saya atas inisiatif yang saya jalankan. Dari situlah kami mula mengusahakan Bank Al-Rajhi seperti apa yang anda dapat lihat hari ini. Untuk projek Lahan Perikanan Al-Watania pula, saya mulai mendapat inspirasi untuk menjalankan projek tersebut ketika mengunjungi lahan peternakan di luar negeri. Saya jumpai bahwa cara mereka menyembelih adalah salah. Saya kemudian mengambil keputusan untuk bekerja sama dalam bidang ternak atas nama Islam dan negara. Saya tetap menjalankan projek tersebut walaupun membuat kerjasama dalam industri peternakan adalah sesuatu yang agak beresiko pada waktu itu. Kini, Al-Watania telah menjadi salah satu projek raksasa di Saudi. Perusahaan tersebut mendapat 40 persen dari saham di negara-negara Arab, dan ayam-ayam Al-Watania diberikan makanan yang cukup dan disembelih dengan cara yang halal menurut undang-undang syariah.
Walaupun dengan semua kekayaan yang dimiliki, mengapa syeikh tidak mempunyai satu pun kapal terbang sendiri?
Saya ada banyak kapal terbang, tetapi semuanya dimiliki oleh perusahaan-perusahaan penerbangan tertentu. Saya memilikinya setiap kali saya membayar tiket penerbangan untuk ke setiap tujuan (becanda). Saya sering terbang dengan kadar kelas ekonomi karena Allah tidak memberikan kita harta untuk dibuang-buang.
Bagaimana pula dengan hobi syeikh?
Saya tidak mempunyai hobi yang khusus. Tapi, saya suka berkeliling di padang pasir. Saya tidak pernah mengambil cuti liburan di negara-negara lain selain dari Saudi.
Ketepatan waktu Al-Rajhi
Wawancara ini telah menunjukkan bagaimana disiplin Al-Rajhi dalam menepati waktu. “Pada awal karir saya dalam industri, saya mempunyai beberapa pertemuan dengan beberapa perusahaan besar di Eropa. Saya masih ingat kisah di mana saya terlambat selama beberapa menit dalam satu pertemuan dengan salah seorang pegawai besar sebuah perusahaan. Walaupun hanya beberapa menit, beliau tidak mau meneruskan pertemuan tersebut. Selepas kejadian tersebut, setelah proyek kami mulai berkembang, pegawai yang sama pula lambat untuk berjumpa dengan saya, jadi, saya pula yang tidak mau meneruskan pertemuan tersebut. Saya sering membawa kertas untuk menulis segala pertemuan dan urusan dan selalu memastikan agar saya sering menepati janji walau apapun.”
Al-Rajhi berkata lagi: Saya amat menepati segala perkara yang diterapkan dalam Islam sepanjang hidup saya. Saya pernah mendapat undangan dari kerajaan Arab untuk menghadiri satu persidangan yang berkaitan dengan kerjasama Kemudian, dalam persidangan yang sama, saya diundang jamuan makan malam mereka, saya jumpai bahwa antara kegiatan yang dijalankan saat undangan tersebut bertentangan dengan ajaran Islam. Saya kemudian keluar dari tempat. Kemudian, Abdul Aziz Al-Ghorair dari UAE turut serta bersama saya. Tidak lama sesudah itu, menteri yang bertanggungjawab terhadap acara tersebut datang kepada kami dan kami mulai menerangkan kepada beliau bahwa acara yang dijalankan di tempat tersebut bertentangan dengan budaya Islam. Beliau kemudian berkata bahwa acara-acara di tempat tersebut akan dibatalkan. Ketika mereka membatalkan acara tersebut, kami kembali mengikuti acara tersebut.
Penyelesaian Masalah
Al-Rajhi berkata: Pada satu waktu, salah satu daripada kilang yang diurus oleh anak saya habis dijilat api. Ketika dia datang untuk memberitahukan masalah tersebut kepada saya, saya katakan: Sebut Alhamdulillah. Saya meminta anak saya agar tidak membuat sembarang laporan tentang kerugian yang dialami untuk meminta anggaran daripada pihak berkuasa. Sebaliknya, anggaran yang diberikan oleh Allah adalah lebih penting bagi kita. Assam Al-Hodaithy, Pengurus Keuangan perusahaan Peternakan Al-Watania berkata: “Ketika kilang tersebut terbakar, kami telah membuat keputusan untuk tidak menyakiti hati Al-Rajhi dengan memberitahu beliau tentang apa yang terjadi. Kami kemudian berjumpa dengan beliau keesokan harinya dan memberitahu akan perkara yang terjadi, beliau mengarahkan kami untuk berpindah ke tempat lain dan membersihkan segala kerusakan sehingga semuanya diperbaiki.” Perkara yang sama terjadi di satu lagi projek Al-Watania di Mesir. Perusahaan tersebut kerugian kira-kira SR10 juta Pound Mesir. Ketika pegawai projek tersebut menghubungi Al-Rajhi untuk memberitahu masalah tersebut, beliau terkejut ketika Al-Rajhi menjawab dengan menyebut: “Alhamdulillah.” –


Sumber : http://www.al-idrisiyyah.com/read/article/316/kisah-taubat-jutawan-pendiri-bank-al-rajhi-yang-memilih-untuk-miskin
 

Pengumuman

Safari Dakwah
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Blog alidrisiyyah - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger