Headlines News :
Diberdayakan oleh Blogger.

SIARAN LANGSUNG

Populer Posts

Tampilkan postingan dengan label Qini Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Qini Nasional. Tampilkan semua postingan

Hikmah dibalik Shooting Televisi

Sabtu, 7 Mei 2016
Hikmah dibalik Shooting Televisi

Shooting Tvri
Program Indonesia Harmoni
                     
al-idrisiyyah.com | Tasikmalaya - Syekh Muhammad Fathurahman, M.Ag melakukan shooting untuk mengisi acara disalah satu Televisi Nasional, pada Rabu (04/05/2016). Shooting dilakukan di Masjid Jami Al-Fattah, Pesantren Al-Idrisiyyah Tasikmalaya. 

Jemaah yang datang adalah gabungan dari jemaah Al-Idrisiyyah dan majlis taklim yang ada disekitar Pesantren Al-Idrisiyyah. Jemaah Al-Idrisiyyah asal Sorong, Papua Barat merupakan jemaah yang paling jauh yang hadir di acara tersebut. Lantunan Sholawat atas Rasulullah SAW membuka acara shooting mampu melarutkan pembawa acara, kru dan jemaah yang hadir dalam suasana kerinduan atas Nabi pembawa rahmat atas alam semesta. 

Alhamdulillah pada kesempatan tersebut Syekh melakukan shooting untuk dua episode. Syekh memberikan materi mengenai persatuan dan kesatuan umat islam pada sesi pertama, dan pada sesi kedua menerangkan mengenai Syukur atas nikmat Allah.

Sesi shooting telah berakhir, akan tetapi ada kisah yang tersisa dari acara tersebut, Sang Produser yang bernama Suparto begitu tertarik dengan tausiah Syekh memutuskan diri untuk tidak kembali dulu ke Jakarta, dia mukim beberapa hari di Pesantren Al-Idrisiyyah untuk mengikuti acara Pesantren Kilat pada Qini Nasional ke-131.

Sebagai seorang produser acara dakwah keislaman dan telah belajar tasawuf dari berbagai buku, Suparto adalah orang yang selektif untuk memilih siapa ustadz atau ulama yang mengisi di acara televisinya, ia ingin yang mengisi acaranya adalah ustadz atau ulama yang termasuk kedalam ahli sunah wal jamaah. Suparto yang biasa dipanggil Parto ini mengaku ia tidak kenal Tarekat Al-Idrisiyyah sebelumnya, ia hanya mendapatkan referensi mengenai Syekh Muhammad Fathurahman untuk mengisi acara televisinya dari seorang teman.

Ketika datang pertama kali ke Pesantren Al-Idrisiyyah, ia baru mendengarkan tausiah Syekh Muhammad Fathurahman dari rekaman yang diputar ketika dalam perjalanan. Kesan pertama ketika mendengarkan isi ceramah Syekh adalah ia merasakan dalam hati, Syekh ini materinya sesuai dengan kondisi batin serta visi dan misi dia.

Ketika Syekh mengisi tausiah untuk acara televisinya, Parto merasakan bergetar dalam hatinya, begitu berasa tausiahnya menusuk masuk kedalam hatinya. Pengalaman sang produser ini mengingatkan kembali kepada Ketua MUI Jakarta, KH Munzir Tamam yang langsung jatuh cinta kepada isi tausiah Syekh ketika pertama kali mendengarkannya, dan Sandiaga Salahuddin Uno yang merasakan nasihat Syekh menjadi obat bagi keresahannya ketika akan mencalonkan diri menjadi Gubernur DKI.

Ia ungkapkan bahwa materi yang Syekh sampaikan begitu jelas, berisi dan dapat dipahami dengan mudah. Produser ini mengaku dia baru kenal Al-Idrisiyyah dan dalam hatinya ia tidak punya prasangka negatif apapun terhadap Tarekat Al-Idrisiyyah. dimulai dari ketidaktahuan tentang Al-Idrisiyyah, ternyata mampu  membangkitkan rasa ingin tahu tentang Al-Idrisiyyah dalam dirinya. Semenjak menginjakan kaki pertama kali ke Pesantren Al-Idrisiyyah, ia merasakan semakin hari semakin berasa kebenaran Agama Allah yang disampaikan oleh Syekh Muhammad Fathurahman. 

Ketika dijamu oleh Syekh dikediamannya, Parto yang selama ini telah belajar tasawuf dari berbagai sumber, baik buku maupun ustadz mengungkapkan keinginannya untuk dibimbing oleh Mursyid Tarekat Al-Idrisiyyah dalam melaksanakan tugasnya beribadah kepada Allah SWT.

Sebagai orang yang telah belajar tasawuf dan mengenal dzikir dan awrad sebelumnya, ia mengungkapkan bahwa dzikir dan awrad yang dilakukan di Idrisiyyah, tidak asing banginya, susunannya mirip dengan yang ia sering lakukan. "Saya langsung menikmati dzikir dan wiridnya" ungkapnya.

"Kalau Syekh mengizinkan, Saya tidak akan langsung pulang setelah selesai pekerjaan, Saya akan ikut SANLAT di Tasikmalaya", ungkapnya kepada istrinya, sebuah gambaran keinginan yang kuat untuk terus belajar memahami Agama Allah. Meskipun sudah tidak muda lagi, akan tetapi semangat serta tekadnya, sampai rela meninggalkan keluarga ditengah libur panjang, telah mengangkat ia sebagai sosok yang bisa menjadi inspirasi di Qini Nasional ke-131. | (uu)

Sumber : http://www.al-idrisiyyah.com/read/article/709/hikmah-dibalik-shooting-televisi

SANLAT Al-Idrisiyyah Di Ikuti Kalangan Eksekutif

Jum'at, 6 Mei 2016
Qini Nasional ke-131 Rajab
SANLAT Al-Idrisiyyah Di Ikuti Kalangan Eksekutif

Sanlat Eksekutif
para eksekutif mengikuti pesantren kilat
                       
al-idrisiyyah.com | Jatihurip – Diantara rangkaian kegiatan-kegiatan Qini Nasional yang ke 131, terdapat satu kegiatan yang dilaksanakan selama 2 hari berturut-turut yakni  pesantren kilat atau disingkat SANLAT, kegiatan tersebut di selenggarakan pada hari Jum’at dan Sabtu, 28-29 Rajab 1437 H (6-7 mei).
Tidak sama dengan pesantren kilat pada umumnya, Sanlat ini diproyeksikan bagi para eksekutif, dai-dai muda, para ustadz dan lainnya . Dari pantauan al-idrisiyyah.com sekitar 50 peserta menghadiri  sanlat tersebut, yang berasal dari berbagai profesi, diantaranya direktur perusahaan, penulis novel, pimpinan pesantren, produser hingga kepala lembaga permasyarakatan.


Berlokasi di gedung aula pendidikan Al-Idrisiyyah Boarding School (AIBS), materi sanlat disampaikan oleh pakar ilmu dan praktisi tasawuf di Indonesia , Syekh Muhammad Fathurahman, M.Ag,  dalam pemaparan materi awal di hari pertama sanlat tersebut, beliau menyampaikan tentang kebenaran atau Al-Haq yang datangnya dari Allah dan juga alur turunnya kebenaran tersebut kepada setiap manusia.

Juftazani, seorang penulis novel De Atjeh Oorlog [lihat sinopsis buku DISINI ] yang menjadi peserta sanlat tersebut mengungkapkan kesan awalnya kepada kontributor al-idrisiyyah.com, “ alhamdulillah..setelah tadi saya tanyakan kepada Syekh tentang ukuran kebenaran, sekarang jadi terbuka bagi saya bagaimana mencari kebenaran yang sesungguhnya (dariAllah)”, ujarnya.

Lebih lanjut ia mengutarakan keinginannya untuk terus mengikuti sanlat hingga selesai dengan harapan  Allah akan menunjukannya kepada kebenaranNya yang hakiki.
Setelah coffe break  dan Shalat Jum’at, sanlat di lanjutkan dengan diskusi antar peserta yang dipandu oleh Kepala Divisi Dakwah Tarekat Al Idrisiyyah, Ustadz Ahmad Faqih hingga waktu ashar tiba. (rz)

Sumber : http://www.al-idrisiyyah.com/read/article/707/sanlat-al-idrisiyyah-di-ikuti-kalangan-eksekutif

Qini Nasional ke-131 di Tasikmalaya

                   
Kamis, 5 Mei 2016
Qini Nasional ke-131 di Tasikmalaya
2500 Jamaah Hadiri Pembukaan Acara

2500 Orang Hadiri Pembukaan Qini Nasional

al-idrisiyyah.com | Pagendingan – Ribuan jamaah memadati area dalam mesjid Jamie Al Fattah pada pembukaan Qini Nasional yang ke 131 di ponpes Al-Idrisiyyah kamis malam tadi, 27 Rajab 1437 H (5/5/2016). Mesjid yang dibangun sekitar 30 tahun lalu itu sudah tidak mampu lagi menampung para jamaah yang datang dari berbagai wilayah di Indonesia untuk mengikuti 3 hari kegiatan yang diselenggarakan oleh tarekat Al-Idrisiyyah.

Ketua DKM , Ustadz Muslih mengatakan bahwa mesjid Al-Fattah di pesantren sudah melebihi batas tampung jamaah, terutama di ajang Qini Nasional, “Antusias jamaah begitu tinggi untuk mengikuti pekan Qini Nasional, mereka datang dari berbagai daerah di Indonesia, dan bisa di pastikan esok hari hingga menjelang penutupan, jamaah yang hadir akan terus bertambah, sementara kapasitas mesjid hanya bisa menampung 2000-an jamaah saja “, ujarnya menjelaskan.

Mengatasi permasalahan itu , Ustadz yang juga qori utama di setiap kegiatan tarekat itu menyiapkan berbagai solusi, mulai melebarkan bangunan dengan memayungi area halaman mesjid dengan auning pemanen maupun tenda non permanen dan menyediakan alas terpal bersih untuk shalat dan duduk, “ mudah-mudahan 1000-an jamaah yang nanti datang bisa terakomodasi untuk mengikuti majelis Ilmu dan Dzikir, terutama pada malam hari ba’da Isya hingga selesai”, ucapnya lagi kepada al-idrisiyyah.com saat ditemui di halaman mesjid ketika majelis ilmu diselenggarakan.

Ustadz Muslih tidak bekerja sendiri melayani para tamu Allah di Qini Nasional itu, ia dibantu para sahabat-sahabatnya bekerja secara tim yang terhimpun dalam organisasi internal tarekat Al-Idrisiyyah. Semua bahu membahu mengabdi melayani jamaah yang sangat membutuhkan bimbingan dari pimpinan pesantren yang juga Mursyid Tarekat Al-Idrisiyyah.
Pembukaan Qini Nasional yang ke-131 di isi dengan rangkaian acara, diantaranya Tawasul, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sambutan, testimoni dan acara utama Tausiyah dan Dzikir secara berjamaah yang di pimpin langsung oleh Tokoh Tasawuf Indonesia, Syekh Muhammad Fathurahman, M.Ag.

Yang menarik adalah peserta yang memberikan testimoni adalah seorang jamaah yang datang langsung dari Papua yang bernama Basir Wajo, ia menempuh perjalanan udara ke Jakarta dan menyambung perjalanan darat dengan bus umum menuju Tasikmalaya dengan waktu tempuh yang cukup lama, hal ini menjadi bagian dinamika yang terjadi pada Qini Nasional Tarekat Al-Idrisiyyah per 4 bulan sekali tersebut. | (rz)

Sumber : http://www.al-idrisiyyah.com/read/article/705/2500-jamaah-hadiri-pembukaan-acara

FKMI mengadakan Talk Show pada Qini ke-130

Sabtu, 26 Desember 2015
FKMI mengadakan Talk Show pada Qini ke-130
Success Story : "Sukses Itu Adalah ......"
                 
Cerita Sukses
Bintang tamu berkisah tentang kehidupannya
al-idrisiyyah.com, Cisayong – Ada yang unik pada Pekan Qini Nasional ke-130 bulan Rabiul Awwal tahun ini, adalah Forum Komunikasi Mahasiswa Al-Idrisiyyah (FKMI) menggelar sebuah Talk Show pada hari Jum’at 13 Rabi’ul Awal 1437 H (25/12) bertempat di aula Lembaga Pendidikan Al-Idrisiyyah.
Dengan menghadirkan 4 Narasumber yang kompeten di bidangnya, Talk show itu mendapatkan atensi tinggi dari santri Qini Nasional, tidak kurang 100 penonton antusias menyimak materi yang di pandu khusus oleh Deden Hidayatullah, seorang Host muda potensial dari FKMI, dengan di dampingi Duo Muhammad sebagai Co-Host yakni Muhammad Farid dan Muhammad Hilmi, Talk Show mengetengahkan tema ‘Success Story’ dari 4 tokoh yang di nilai sukses dibidangnya masing-masing.
Ke-4 tokoh itu adalah Ahmad Hudori (Finalis Aksi 2014), Muhammad Salik Fillah (santri Qini terjauh dari Papua), Ibu Astin Julaikha (Ketua Pengawas Dinas Pendidikan Se-jakarta Timur) dan Eko Wirawan (Direktur PT Willis Reinsurance Indonesia). Dan kesemua tokoh tersebut adalah sekaligus santri pada Pekan Qini Nasional yang ke-130 itu.

Tampak hadir di deretan penonton Sekjen Tarekat Al-Idrisiyyah, Bapak Ir. Irfan Budiono,MM , Kadiv Pendidikan Bapak Adang Nurdin MS, S.Pd.I, dan seluruh kader FKMI yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.
Ketua Distrik Priangan Timur FKMI, saudara Iman Fauzi berkomentar bahwa kegiatan talk show ini merupakan kegiatan yang sangat bermanfaat, khususnya bagi para pelajar dan kader FKMI dimanapun berada, “mereka haus akan motivasi dan keilmuan, maka dengan menghadirkan bintang tamu yang telah sukses dibidangnya, mudah-mudahan ini menjadi motivasi tinggi bagi yang hadir” ucapnya penuh harap.

Ibu Astin Julaikha, salah satu bintang tamu pada Qini Talk Show itu sangat mengapresiasi adanya Forum Komunikasi Mahasiswa Al-Idrisiyyah (FKMI) sebagai wadah para mahasiswa al-idrisiyyah. “Saya sebagai aktifis pendidikan merasa bangga dengan adanya FKMI, bangga dengan adanya wadah untuk para mahasiswa. Kegitan ini juga harus terus diaktifkan, ini ajang yg bagus untuk silaturahmi juga, sangat bagus dan tidak kalah dengan acara yang sama di TV nasional” ujarnya meyakinkan.

Ibu Astin juga mempunyai cita-cita untuk memajukan pendidikan di Tarekat Al-Idrisiyyah. ”Posisi saya yang sekarang diemban adalah belajar melihat pendidikan diluar seperti apa dan saya akan dikembangkan disini, bahkan saya mempunyai rencana akan pensiun dini ketika saya mendapatkan ilmu yang dibutuhkan untuk kemajuan al-idrisiyyah” , tegasnya lagi.

Ketika Host Deden meminta semua bintang tamu itu mendefinisikan arti SUKSES dalam kalimat singkat, inilah kata mereka ,

“Sukses itu meningkat dalam ibadahnya”
-Astin Julaikha-

“Makna sukses yaitu membahagiakan orang-orang sukses yang saya sayangi”
-Eko Wirawan-

“Sukses adalah ketika berhasil menundukan Hawa Nafsu dan totalitas dalam menjalankan amanat guru”
-Muhammad Salik Fillah-

“Success is not journey but destination”
-Hudori-

(hz9)

Pekan Qini Nasional ke-130 Belum Resmi Di Buka

Kamis, 24 Desember 2015
Pekan Qini Nasional ke-130 Belum Resmi Di Buka
Peserta Qini Sudah Tidak Tertampung !
                 
Menunggu
Tampak 2 jamaah berdiri mengunggu giliran untuk shalat
                     
al-idrisiyyah.com, Pagendingan – Genderang Pekan Qini Nasional ke-130 yang diselenggarakan pada 13-15 Rabiul awwal 1437 H kian menggema di markas pusat Tarekat Al-Idrisiyyah, Pesantren Al-Idrisiyyah sebagai pusat dakwah Tarekat tampak terus berbenah dalam menyambut para tamu Allah yang datang dari berbagai wilayah di Indonesia, dari Aceh hingga Papua para jamaah satu persatu berdatangan di pesantren tersebut.[berita terkait : Pekan Qini sebagai media ketaqwaan]
Shalat isya berjamaah sebagai tanda pembuka Pekan Qini  ke-130 itu di hadiri oleh ribuan jamaah, hal itu menjadikan mesjid utama di pesantren itu tak mampu menampung jamaah shalat, bahkan tampak sebagian jamaah sedang berdiri menunggu giliran shalat berjamaah berikutnya.

Karuan saja kejadian itu memaksa pihak panitia acara  menyediakan alas tambahan di area parkir kendaraan untuk menampung jamaah yang masbuk (tertinggal) . Shalat di imami langsung oleh Mursyid Tarekat, usai shalat berjamaah untaian kalimat dzikir menggaung keras di bacakan seluruh jamaah shalat yang ditutup dengan do’a oleh Imam.

Pekan Qini Nasional ke-130 secara resmi di buka oleh Syekh Muhammad Fathurahman (Mursyid Tarekat Al Idrisiyyah)dengan menggelar majelis ta’lim dan dzikir setelah sebelumnya di sampaikan sambutan dari panitia acara.
‘Membludak’ nya jamaah tidak hanya di tunjukan dengan tidak tertampungnya jamaah yang hadir  secara fisik saat itu, 


menurut Abdillah, petugas yang mengoperasikan siaran live streaming,  para pengakses siaran langsung tv dan radio streaming ada yang melaporkan kegiatan Nobar  dan Debar (nonton dan dengar bareng) dengan mengirim kan gambar dari berbagai wilayah di indonesia, seperti dari Papua, Tangerang, Makassar, bahkan dari jamaah yang sedang berada di Libanon, Singapura, Macau dan Hongkong. Dengan setia mereka menyimak majelis Ta’lim dan Dzikir dengan mengakses alamat link www.al-idrisiyyah.tv untuk TV Streaming dan http://radio.al-idrisiyyah.com untuk siaran radio streaming. (rz, Photo by kominfo)

Sumber : http://www.al-idrisiyyah.com/read/article/590/peserta-qini-sudah-tidak-tertampung-

Qini Nasional Rabbiul Awwal (ke-127) Silaturahmi Akbar Jamaah Al-Idrisiyyah

Senin, 12 Januari 2015
Qini Nasional Rabbiul Awwal (ke-127)
Silaturahmi Akbar Jamaah Al-Idrisiyyah
                 
Pertemuan dengan Guru
Peserta Qini bersalaman langsung dengan Mursyid pada perpisahan kegiatan Qini Nasional ke-127
                     
al-idrisiyyah.com, Qini Nasional Tasikmalaya - Kegiatan Qini Nasional ke-127 telah berakhir (4/1/2015). Berbagai kegiatan dihelat sebagai media peningkatan ilmu dan amal para jamaah khususnya dan umumnya bagi kaum muslimin dan muslimah [baca : Tentang Qini Nasional], Kegiatan bertepatan dengan momentum peringatan kelahiran Nabi Muhammad Saw dan alhamdulillah terlaksana dengan sukses.

Tercatat tidak kurang dari 3000 jama'ah yang memiliki kesempatan waktu di awal tahun tersebut hadir. Ruang masjid Al Fattah lama (existing) yang sudah diperluas hingga ke halaman samping pun masih tidak cukup untuk menampung jumlah peserta yang datang dari berbagai wilayah di seluruh Indonesia.

Selama kegiatan Qini Nasional (1-4/1/2015), aktifitas rutin seperti majelis ilmu dan majelis dzikir dilaksanakan baik pagi, siang maupun malam harinya.

Pada kesempatan yang sangat berharga tersebut, jamaah yang berasal dari wilayah yang jauh (seperti Papua, Lampung, Yogya, Jepara dan wilayah lainnya) memanfaatkan Qini ini untuk dapat bertemu secara langsung dengan Mursyidnya, yang selama ini hanya dapat dibayangkan dengan penuh kerinduan atau melalui tausiyah yang disiarkan melalui tv dan radio streaming [baca juga : cara mengakses tv dan radio streaming] di setiap kesempatan siaran LIVE atau ulangnya.


Dalam rangkaian kegiatan Qini Nasional tersebut , panitia menyelenggarakan pula Qini Festival yang segala aktifitasnya dikonsentrasikan di halaman samping masjid Al-Fattah , kegiatan berjalan dengan meriah. Aksi panggung musik sholawat, marawis, pidato bahasa Arab/Inggris, dan lain-lain ditampilkan oleh siswa/i didik Lembaga Pendidikan Pesantren Fat-hiyyah al Idrisiyyah.

Seolah tak mau kalah dari divisi lain, Divisi Peranan Wanita yang di wakili Organisasi Muslimah Idrisiyyah (OMI) menyelenggarakan seminar parenting dengan tema 'Tumbuh kembang anak dan pendidikannya' , seminar yang khusus ditujukan bagi para ibu muda dalam mengasuh dan mendidik putra putri mereka berlangsung ramai dan meriah, dengan antusiasme yang tinggi dari peserta seminar. Pada saat yang sama di tempat yang berbeda diadakan pula manasik umroh bagi para calon peserta umroh bulan februari mendatang.

Qini Nasional kali inipun cukup spesial dengan kehadiran ustadz cilik berbakat yang sedang 'naik daun' di media TV INDOSIAR yaitu Hudori sang finalis AKSI Indosiar, ia hadir sebagai santri Qini dan menunjukkan kebolehannya di hadapan seluruh santri (peserta) Qini Nasional ke-127, ustadz cilik asli garut ini adalah kader Al Idrisiyyah putra dari ajengan (ustadz) Fattah, seorang santri alumni Pontren Al-Idrisiyyah tahun 80-an.

Dan di malam terakhir sebagaimana biasa panitia mengadakan acara lelang infaq dan sedekah yang kali ini dikhususkan untuk pembangunan Masjid al Fattah baru [baca : Al-Idrisiyyah membangun mesjid baru]. begitu semangatnya para jamaah yang hadir dalam acara ini , karuan saja hanya dalam 15 menit  di awal acara lelang dibuka, 
terkumpul dana sebesar Rp. 278.000.000,- (Dua ratus tujuh puluh delapan juta rupiah). dan uniknya satu diantara para aghniya (dermawan) malam itu ada yang membawa uang tunai seratus juta rupiah (100 juta) yang dibungkus dalam kantong plastik yang dibawa sedari awal dari rumahnya, dan saat lelang di helat ia menyerahkan kepada panitia lelang untuk pembangunan masjid [Baca juga : Mesjid senilai 16 Miliar dibangun]. Alhamdulillahirobbil 'alamin.

Lihat gallery foto kegiatan selama Qini Nasional ke-127 Disini dan juga Klik [Kumpulan tausiyah] untuk mendengarkan rekaman pengajian selama Qini Nasional ke-127. (lq/rz, photo by ip)

Sumber : http://www.al-idrisiyyah.com/read/article/506/silaturahmi-akbar-jamaah-al-idrisiyyah

QINI NASIONAL KE-125, DARI ACEH HINGGA PAPUA

Jum'at, 6 Juni 2014
QINI NASIONAL KE-125, DARI ACEH HINGGA PAPUA
                 
Qini Rajab 1435 H (2014)
Suasana acara Taushiyah Qini Nasional

Dari Sabang sampai Merauke adalah lagu kebangsaan yang sering kita dengar. Semangat pesan lagu tersebut terlihat pada pagelaran akbar Qini Nasional ke-125 yang baru saja berakhir beberapa waktu lalu. Dan memang baru kali ini, kegiatan tiga kali setahun tersebut dihadiri oleh jama’ah dari Aceh hingga Papua. Maka tidak heran, pelaksanaan Qini Rajab kali ini berlangsung meriah dari sebelumnya.

Dr. Damanhuri, MAg, seorang Dekan dari UIN Ar Raniry (Aceh) ikut memberikan materi kajian tasawuf pada kegiatan Qini tersebut. Diawali dengan uraian profil pribadi dan apa yang terjadi pada saat kejadian Tsunami di kampung halamannya dulu, Beliau mengutarakan pentingnya penanaman nilai ajaran Tasawuf yang menggerakkan jiwa dan semangat keberagamaan umat. Sebagai seorang dosen, nilai ajaran tasawuf dalam Tarekat Idrisiyyah yang terkandung dalam aktivitas Zikir dan Muhasabah perlu ditanamkan pada aktivitas akademik mahasiswa agar dapat mengisi kehampaan spiritual di sisi pemenuhan kebutuhan akal (intelektual). Inilah yang disebut dengan keseimbangan dalam mempelajari ilmu-ilmu agama. Insan akademik harus merasakan kenikmatan atas ilmu atau ajaran agama yang sedang dipelajarinya.

M. Salik Fillah, seorang pemuda dari Papua juga menceritakan pengalamannya dalam pencarian kebenaran. Berawal dari secarik kertas berisi zikir Al Muhammadiah yang diberikan ayahnya menjelang wafat, ia ungkapkan beberapa kejadian yang membuatnya penasaran ingin menelusuri lebih jauh apa itu tasawuf dan tarekat. Akhirnya setelah menahan diri selama 1,5 tahun lebih, ia bertekad bulat datang ke Tasikmalaya untuk mendapatkan jawaban. Syukurlah, pencarian yang membuatnya gelisah selama ini berakhir dan sejak awal Mei hingga datangnya acara Qini Nasional ia sudah berada di pesantren untuk mendapatkan bimbingan ilmu tarekat dan cara mengamalkannya.

Ust. Rusmin dari Makasar (Sulsel), juga telah mengenal Idrisiyyah beberapa bulan sebelumnya. Selama di Jakarta, ia telah menghadiri majelis Mursyid Idrisiyyah beberapa kali. Ustadz yang telah menjadi bagian pengikut / pengurus Naqsabandi Haqqani ini bermaksud mempelajari kegiatan ekonomi dalam lembaga tarekat. Oleh karenanya kegiatan Qini Nasional merupakan moment yang ditunggu-tunggu selama ini. Diakuinya, di antara banyak lembaga tarekat yang terlibat aktif dengan instrument ekonomi, Idrisiyyah-lah yang cocok dan ia bidik sebagai model (contoh) untuk ia bawa dan dikembangkan di daerahnya.

Syekh M. Fathurahman  menegaskan bahwa pelaksanaan Qini Nasional mengalami perubahan bentuk beberapa kali sejak diawali kegiatannya pada tahun 1970-an. Kegiatan ini merupakan media uzlah / kontemplasi, yang merupakan kebutuhan fitrah manusia. Sebagai bukti banyak orang di waktu weekend mencari ketenangan setelah bergelut dengan kebisingan dan keramaian di hari sebelumnya. Kegiatan Qini berfungsi sebagai ajang peningkatan ilmu dan amal, membina dan  mempererat persaudaraan sesama murid dan umat Islam, menziarahi orang Alim, dan segudang manfaat lainnya. Kampung halaman seorang murid ada di tempat Gurunya, sebagai orang tua ruhani yang membimbingnya ke jalan Allah. Datang ke tempat Guru Mursyid akan mengingatkan seorang murid untuk bersiap pulang kepada Allah.

Kegiatan Qini juga dimeriahkan dengan Pentas Seni yang diadakan setiap sore hari. Di atas panggung yang telah disediakan panitia, beberapa siswa lembaga pendidikan Idrisiyyah yang berbakat di dunia seni menampilkan kebolehannya di hadapan peserta Qini. Puncaknya di malam hari mereka menampilkan adegan drama menarik tentang Syekh Akbar Abdul Fattah dalam mencari sosok Guru Mursyid. Meski aksi mereka tidak lama (karena keterbatasan waktu) penampilan mereka cukup mendapatkan perhatian penuh jama’ah di dalam masjid.

Selama berlangsungnya acara, panitia juga menggelar beberapa stand yang bisa dilihat dan dikunjungi peserta Qini di area lapangan masjid, di antaranya stand Pendidikan, Ekonomi/BMT, dan Kominfo/Dakwah. Lelang dana untuk pembangunan masjid di malam akhir berhasil mengumpulkan dana sebesar 175 juta rupiah. Para dermawan yang berpartisipasi tidak hanya berasal dari peserta yang hadir, tapi mereka yang mengikuti acara melalui streaming dari lintas pulau dan negara pun terlibat secara langsung.

Bertepatan dengan bulan Rajab dilaksanakan pula kegiatan Haul para Guru (Masyaikh) Idrisiyyah, yakni Syekh Akbar Abdul Fattah, Syekh Akbar Muhammad Dahlan, dan Syekh Akbar M. Daud Dahlan. Kali ini panitia mengundang masyarakat (kaum bapak dan ibu) sekitar masjid untuk bersama-sama berzikir dan berdoa untuk mengenang perjuangan tokoh pejuang Islam dan negara tersebut.

Kelompok Pemuda mengkonsentrasikan kegiatannya pada intensivitas latihan rutin Pemuda Sufi’S. Kali ini para anggota Sufi’S melalukan running secara ringan menjelajahi wilayah sekitar Pesantren. Aksi ini menempuh jarak sekitar 3 km. Selain itu konsolidasi antar anggota yang tersebar di berbagai provinsi amat penting dilakukan melalui moment kegiatan Qini Rajab. Hingga saat ini Pemuda Sufi’S berkomitmen untuk mempertahankan konsistensi mengawal seluruh kegiatan dakwah, pendidikan dan ekonomi Tarekat Idrisiyyah di mana pun berada.

Tak lupa dari kelompok OMI (Organisasi Muslimah Idrisiyyah), mencetuskan kegiatan menarik berupa acara lomba Cerdas Cermat yang diikuti oleh kaum ibu mewakili berbagai lapisan usia dan daerah. Panitia menyediakan bermacam hadiah menarik bagi pemenang. Kegiatan ini dimaksudkan sebagai ajang mempererat kebersamaan sekaligus menambah / meningkatkan wawasan intelektual kaum ibu yang senantiasa mensupport perjuangan Idrisiyyah di seluruh segmen program.

Puncak acara Qini Nasional berlangsung pada malam Ahad, diiringi dengan acara lelang pembangunan masjid, yang pada malam itu terkumpul dana sebesar Rp. 185 juta. Acara ini tidak hanya disambut oleh jama’ah yang hadir, tapi juga direspon oleh banyak pendengar acara melalui streaming. Pada kesempatan itu penyumbang dana terbesar mendapatkan beberapa bonus berupa 2 buku novel Islami karya santri, Biografi Syekh Ahmad bin Idris, Kaligrafi dan DVD ceramah.
Setelah Taushiyah dilaksanakan prosesi bai’at & talqin zikir Tarekat Idrisiyyah kepada seluruh murid dan umat Islam yang hendak mengamalkannya. Ba’da Shubuh, setelah mendengarkan taushiyah penutup, diiringi dengan air mata perpisahan seluruh murid saling bersalaman dengan suasana yang mengharukan. [Lq]

Sumber : http://www.al-idrisiyyah.com/read/article/468/qini-nasional-ke-125-dari-aceh-hingga-papua

PUNCAK KEGIATAN QINI NASIONAL 124

TASIKMALAYA – Qini Nasional yang ke-124 di bulan Maulid berakhir sudah. Pada hari Ahad, 12 Januari beberapa waktu lalu, kegiatan yang dihadiri ribuan santri, jama’ah, simpatisan Al-Idrisiyyah ditutup dengan acara monumental ‘Peletakan Batu Pertama Pembangunan Masjid Al-Fattah’.

Sebelumnya akhir kegiatan Qini Nasional selalu berakhir pada waktu Isyroq (Dhuha) dan disertai mushafahah (bersalaman) sesama jama’ah. Pada kali ini berbeda, akhir acara Qini dilakukan setelah sholat Zhuhur berjama’ah. Sejak malam hari kegiatan di masjid Al-Fattah telah berjalan dengan berbagai acara. Setelah sholat Isya, acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Quran, sambutan dan pengumuman pengurus, dan ditutup dengan ceramah Mursyid serta Dzikir dan Muhasabah. Pada malam itu salah seorang anggota DPRD yang bernama Hj. Siti Mufatahah memberikan sambutan sekaligus memberikan bantuan untuk pembangunan masjid sebesar 3 juta rupiah.

Dalam sambutannya beliau menyampaikan betapa pentingnya untuk mengetahui beberapa kebijakan pemerintah (antara lain Dana Bantuan Kesehatan BPJS) agar dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat khususnya jama’ah, karena dana tersebut merupakan hak warga negara yang telah dianggarkan oleh pemerintah. Di pagi hari iringan musik Shoutul Hanif mengantarkan hadirin dan jama’ah kepada acara Peletakkan Batu Pertama Masjid. Sesaat sebelum acara dimulai sudah hadir pejabat Bupati, Walikota, Kandepag, Dandim, tokoh PKS, PPP, Relawan Beringin, Barisan Pemuda Betawi, pimpinan Radar.

Acara di Pondok pesantren Al-Idrisiyyah tersebut menjadi terasa lengkap dengan kedatangan berbagai tokoh lintas lembaga dan partai. Semuanya berada pada atap yang sama dalam mewujudkan masjid sebagai Rumah Allah. Pada kesempatan tersebut Bupati Tasikmalaya H Uu Ruzhanul Ulum dan Walikota Tasikmalaya H Budi Budiman berpartisipasi membantu pembangunan masjid dengan nominal dana masing-masing 50 juta rupiah. Pengurus Relawan Beringin yang datang bersama puluhan anggotanya turut berkomitmen menyumbangkan 1000 sak semen dan uang 10 juta rupiah.

Acara peresmian awal pembangunan tersebut menjadi meriah dengan adanya lelang dana pembangunan masjid secara spontan. Mursyid Al-Idrisiyyah Syekh Muhammad Fathurrahman M.Ag mengatakan Masjid Al-Fattah yang baru ini direncanakan berukuran 33 x 33 meter dan berlantai 3. Pembangunan masjid tersebut tidak lain untuk memberikan kenyamanan bagi para santri dan juga masyarakat yang akan menjalankan ibadahnya.

Selama ini area masjid yang lama sudah tidak cukup menampung semua jamaah. Pembangunan masjid yang diperkirakan akan menghabiskan RP 16 miliar ini di targetkan selesai kurang dari dua tahun. Untuk arsitektur masjid sendiri, mengacu kepada bangunan Masjid Nabawi di Madinah, sedangkan nama Al-Fattah akan terus dipakai sebagai bentuk penghargaan kepada Syekh Abdul Fattah yang merupakan pendiri pondok Pesantren Al-Idrisiyyah pada tahun 1932 di Cidahu, yang kemudian dipindahkan ke lokasi saat ini pada tahun 1947 dengan lahan seluas 6 hektar. “Di semua wilayah jama’ah Idrisiyyah di Indonesia semua masjidnya sama dinamai Al-Fattah,” jelasnya.

Sementara, untuk bangunan masjid yang lama, terang dia, akan dialihfungsikan menjadi perguruan tinggi (PT). Satu tahun lalu pihaknya sudah mengajukan izin oprasional untuk PT. Namun saat ini masih di berlakukan moratorium oleh Dinas Pendidikan (Disdik). Rencananya, Disdik pada Juni mendatang akan mencabut moratoriumnya. Bupati Tasikmalaya H. Uu Ruzhanul Ulum mengatakan mendukung dan bangga kepada Ponpes Al-Idrisiyyah yang membangun masjid tersebut. ”Membantu pemerintah dalam membangun kemanusiaan seutuhnya,” ujarnya.
Lq]

Sumber :http://www.al-idrisiyyah.com/read/article/453/puncak-kegiatan-qini-nasional-124

Kegiatan Qini Nasional Ke-122 Telah Usai

Rabu, 12 Juni 2013
Kegiatan Qini Nasional Ke-122 Telah Usai
                 
Qini 122 Rajab 1434 H 1a
Berlangsung 6-9 Juni 2013
                                      

Penyelenggaraan Qini Nasional yang dihadiri ribuan jama’ah Idrisiyyah dari berbagai wilayah seluruh Indonesia telah berjalan lancar. Sebagai ajang penempaan diri (lahir batin) bagi murid kegiatan yang dilaksanakan pada 3 moment besar tersebut diwarnai dengan banyak kegiatan, di antaranya shalat fardhu berjama’ah, dzikir & muhasabah, tahajjud, aktivitas ekonomi, mudzakarah ilmu, mendengarkan ceramah, muhadharah santri dan sebagainya.
Dalam sambutannya Ust. Daud Burhani (selaku panitia Qini Nasional) menyampaikan bahwa sejarah kegiatan Qini pada awalnya berlangsung selama 15 hari. Dahulu, generasi pertama peserta Qini yang merupakan kakek dan buyut murid pada masa kini melaksanakannya secara full, tidak ada istilah ‘ngalong’ alias pulang ke rumah setiap malam. Mereka sholat, dzikir, makan, tidur bersama di mesjid, tidak seperti saat ini.
Sejalan dengan waktu, pelaksanaannya berubah dari 15 ke hari 10 hari, kemudian menjadi 5 hari dan kini menjadi 3 hari saja. Diharapkan dengan adanya pelaksanaan 3 hari kegiatan Qini Nasional ini padat aktivitasnya.
Qini Nasional kali ini diisi dengan acara Muthola’ah materi ceramah Syekh Mursyid Al-Idrisiyyah. Kegiatan ini akan dipandu oleh team dari Hidmah (Himpunan Da’i Muda Al-Idrisiyyah). Selain itu kegiatan kepemudaan akan mengadakan Rakornas GPS (Rapat Koordinasi Gerakan Sufi’S – Syuhada fii Sabilillah) di hari Sabtu dan peragaan Sufi’S pada sore dan malam hari.
Setiap malam sebelum Taushiyah Utama, Pengurus ketiga bidang (Pendidikan, Ekonomi, dan Dakwah) mempresentasikan program terbarunya. Menjelang masuknya tahun ajaran baru, selama penyelenggaraan kegiatan Qini kali ini panitia juga menyediakan stand pendaftaran murid/siswa baru di lembaga FADRIS.
Qini di bulan Rajab bersamaan dengan moment peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad Saw. Melalui moment kali ini panitia berharap seluruh peserta Qini dapat meng-isra mi’raj-kan kualitas Iman Islamnya, dan meng-isra mi’raj-kan sholat 5 waktu kita. Dan dalam Muhasabah Dzikir Syekh M. Fathurahman mengajak hadirin mengikuti jejak langkah perjalanan Rasulullah Saw, dan memohon kepada Allah agar diperlihatkan pula tanda-tanda Kebesaran dan Kekuasaan Allah yang melebihi seluruh kenikmatan dunia yang fana sehingga dapat meningkatkan keimanan dan meraih ketundukan kepada Aturan (agama) Allah.
Malam ketiga acara berlangsung begitu meriah. Sebelum Taushiyah, diadakan lelang amal untuk pembangunan saran pendidikan pesantren. Acara ini disambut antusias jama’ah yang hadir. Bahkan jama’ah (di antaranya dari Hongkong) yang mengikuti acara ini melalui radio streaming tidak berdiam diri. Mereka ikut menyambut kegiatan ini dengan menyumbangkan sejumlah dana. Lelang swadaya tersebut berhasil mengumpulkan dana sebesar 74 juta rupiah.
Keesokan hari, dengan khidmat jama’ah mengikuti acara perpisahan Qini Nasional ke-122. Senandung shalawat dilantunkan diiringi dengan linangan air mata perpisahan. Barisan mushafahah ribuan jama’ah sebagaimana biasa begitu panjang dan lama selesainya. Dan setelah itu ditutup dengan acara berziarah bersama ke maqam pendiri dan Guru-guru Mursyid Al-Idrisiyyah sebelumnya.
Agenda Isra Mi’raj selanjutnya direncanakan pada tanggal 30 Juni 2013 di Masjid Jami’e Al-Fattah, Jl. Batu Tulis Jakarta Pusat, sekaligus menyambut kedatangan bulan suci Ramadhan 1434 H. Dan kegiatan pengajian Arbain di Tasikmalaya dimajukan menjadi tanggal 7 Juli 2013, sekaligus acara menyambut kedatangan bulan agung, Ramadhan.
Sebagaimana kegiatan Qini sebelumnya, panitia menyediakan sumber informasi liputan kegiatan berupa Resume Qini 122 yang dapat diakses di: http://www.mediafire.com/download/4qd8b829daoqktu/Resume_Kegiatan_Qini_Nasional_122.pdf

Lq, 11 Juni 2013
Sumber : http://www.al-idrisiyyah.com/read/article/411/kegiatan-qini-nasional-ke-122-telah-usai
 

Pengumuman

Safari Dakwah
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Blog alidrisiyyah - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger