Berani Menampilkan Identitas
Kiprah Da`i Muda Al Idrisiyyah di PT Geothermal Energy
Dakwah di Ulang Tahun Bringin Life
Dakwah di Ulang Tahun Bringin Life
Penghargaan kepada laskar dakwah Al-Idrisiyyah Hubungan Agama, Sara dan Pilkada
Penghargaan kepada laskar dakwah Al-Idrisiyyah Hubungan Agama, Sara dan Pilkada
Siraman Ruhani untuk Mengurangi Beban Lahiriah
Pakar Trainer ESQ Kunjungi Al-Idrisiyyah
Serambi Islami: Kedudukan Tasawuf dalam Islam
Pengajian Arbain Perdana di Tahun 1438 H
Tabligh Akbar Tahun Baru Islam 1438 H di Masjid Al-Amanah
Jangan Menafikan Wasilah Atas Nama Tauhid
Terobosan Baru di Qini Nasional ke-132
Sumber : http://www.al-idrisiyyah.com/read/article/831/terobosan-baru-di-qini-nasional-ke-132
Syekh Fathurahman: Sihir Zaman Sekarang Lebih Hebat Dari Zaman Nabi Musa
al-idrisiyyah.com | Serpong – Dua zawiyah besar di Tangerang hari Minggu, 4 Dzulqo’dah 1437 H kemarin (7/8/2016) bersatu mengadakan halal bi halal di Masjid Al Fattah, Jl. Roda hias, Serpong, Tangerang Selatan, Banten. Hadir sekitar 400-an jamaah tarekat Al Idrisiyyah yang berdomisili di sekitar Tangerang. Halal bi halal gabungan ini juga merupakan pengajian perdana bagi kedua zawiyah tersebut yang memutuskan akan menggelar majelis ilmu dan dzikir secara rutin setiap bulan di masjid tersebut, “Alhamdulillah pada pengajian perdana ini Guru kita Syekh Akbar Muhammad Fathurahman berkenan hadir hari ini dan memberikan tausiyahnya, kedepan insya Allah kita rutinkan pengajiannya buat jamaah di Tangerang”, tutur Bapak Ibrahim selaku ketua zawiyah Tangerang Raya.



Halal bi Halal 1437 H di Zawiyah Utama Jakarta, Ulama dan Umaro berkumpul di Halal bi Halal Jakarta
Konferensi Ulama Internasional Jatman 2016, Pertemuan dengan Ulama Sufi Maroko
Syekh DR. Abd Aziz Al Kubaithi al Idrisi adalah seorang peneliti pendidikan di Maroko, lulusan S2 dengan tesisnya tentang "Islamic SUfism in the West" (Tasawuf Islam di Barat). Ia penulis 4 buku tentang Islam Sufi di Barat dan literatur sufi, salah satu buku terbitannya berjudul "Moroccan Sufi Presence in Britain through the Example of Habibiyya Darqawiyya Sufi Order" (Kehadiran Sufi Maroko di Inggris melalui Contoh Pengamalan Tarekat Habibiyyah Darqawiyyah) berbahasa arab dan inggris.
Rabu (25/07/2016) setelah menunggu sekitar satu jam, akhirnya perwakilan dari Tarekat Al-Idrisiyyah dapat berbincang secara khusus dengan Syekh DR. Abd Azis Al Kubaithi Al Idrisi pada pukul sebelas malam.
Kedatangan Syekh dari Maroko ini ke konferensi ulama internasional ini didorong karena momen internasional ini ingin dimanfaatkan untuk silaturahim sesama Tarekat sedunia. "Sebenarnya Saya berharap datangnya ke Indonesia akan berjumpa dengan jemaah Tarekat Idrisiyyah yang ada di Indonesia" ungkap Syekh Abd Azis kepada perwakilan Tarekat Al-Idrisiyyah dengan rasa haru. Syekh Abd Azis mengatakan bahwa selama ini dia hanya dapat berhubungan dengan Tarekat Al-Idrisiyyah yang ada di Malaysia.
Bincang-bincang yang rilek namun begitu kental dengan nilai persaudaraan sesama muslim dan sesama pengamal Tarekat Al-Idrisiyyah. Bagaikan dua saudara yang tidak bertemu begitu lama, Syekh Abd Azis menanyakan dimana lokasi Tarekat Al-Idrisiyyah di Indonesia, dan perwakilan Tarekat Al-Idrisiyyah Indonesia sampai harus mengeja satu persatu huruf untuk menuliskan Tasikmalaya.
Berapa jarak serta lama perjalanan Pusat Tarekat Al-Idrisiyyah Indonesia dari Pekalongan dari bandara Sukarno Hatta Jakarta maupun dari bandara Husein Sastranegara bandung menjadi perbincangan yang hangat di tengah udara yang mulai menjelang tengah malam, dan tidak terlupakan perbincangan mengenai silsilah keguruan dari Tarekat Al-Idrisiyyah di Indonesia.
Syekh Abd Azis menawarkan kepada Tarekat Al-Idrisiyyah Indonesia untuk datang ke acara Konferensi Tasawuf dalam Islam di Maroko sekitar bulan April 2017 yang akan mengumpulkan ahli tarekat dari berbagai negara. Syekh Abd Azis akan mengajak rombongan Tarekat Al-Idrisiyyah dari Indonesia untuk berkunjung ke maqom Syekh Ad Dabagh, karena istri Syekh Abd Azis ini mempunyai akses yang dekat ke lokasi maqom tersebut.
Syekh Abd Azis juga memberitahukan bahwa pada acara konferensi tersebut ia bersama temannya, yaitu Syekh Ahmad Dabbagh yang merupakan Mursyid di Tarekat Muhammadiyah Sadziliyyah Qadiriyyah.
Tarekat-Tarekat Idrisiyyah bertebaran di berbagai tempat di dunia saat ini menurut Syekh Abd Azis tidak memiliki sekat wilayah atau negara, semuanya adalah Idrisiyyah yang satu. "Hakikinya tidak ada Idrisiyyah Indonesia, Maroko, Malaysia, Sudan, atau lainnya, Semuanya diikat oleh satu persaudaraan yg sama" ungkap Syekh Abd Azis. | (lq/uu)
Pertemuan Tiga Mursyid dari Tiga Benua di Pondok Al-Idrisiyyah Tasikmalaya
Tarhib Ramadhan di Ciledug
Tidak terasa waktu terus bergulir hingga sebentar lagi datang bulan Ramadhan.
Beragam orang menyikapi akan datangnya bulan Ramadhan. Ada yang menyambutnya dengan gembira dan ada yang menganggapnya biasa saja.
Allah menjamin bagi mereka yang baru gembira saja dengan datangnya Ramadhan akan diharamkan jasadnya dari api neraka.
Rasa gembira kita jangan disebabkan karena yang murahan, berupa kenikmatan fisik. Tapi, gembira didasari keimanan dan mereguk nikmat batin dalam beribadat kepada Allah.
Hati yang iman akan merasakan bahwa Ramadhan adalah bulan yang mahal, penting dan penuh keberkahan. Hati berbahagia karena janji-janji Allah tentang kemuliaan bulan Ramadhan kepada umat akhir zaman ini disambut dengan keimanan.
Demikianlah, petikan ceramah Syekh Akbar M. Fathurahman di Masjid Al Fattah, Ciledug pada malam Ahad, 28 Mei lalu.
Momen acara Tarhib Ramadhan tersebut dihadiri pula oleh tokoh masyarakat dan ulama sekitar, di antaranya Camat Ciledug yang ikut memberikan sambutannya.
Tarhib Ramadhan adalah bentuk manifestasi kegembiraan menyongsong bulan suci. Kebahagiaan itu dituangkan melalui majelis ilmu dan zikir supaya bertambah cerdas dan hati semakin tersambung kepada Allah SWT. (Lq)
Kiprah Dai Al-Idrisiyyah
Sejumlah ustadz/ah Al-Idrisiyyah akan segera tampil di Priangan TV, dalam acara Hikmah Senja. Shooting per episode yang dilakukan di wilayah pesantren sempat menyita perhatian santriwan/wati yang sedang melaksanakan kegiatan belajar.
Selain itu, puluhan Dai dari berbagai divisi di lembaga Al-Idrisiyyah telah dipersiapkan untuk menyambut permintaan dari berbagai institusi atau lembaga selama kegiatan Ramadhan nanti, baik di wilayah Tasikmalaya dan sekitarnya maupun di Jabodetabek.
Harapan pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai upaya memberikan pencerahan kepada umat dan menjadi ajang pengembangan SDM di bidang dakwah. (Lq)



