Headlines News :
Diberdayakan oleh Blogger.

SIARAN LANGSUNG

Populer Posts

Tampilkan postingan dengan label Dakwah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dakwah. Tampilkan semua postingan

Berani Menampilkan Identitas

al-idrisiyyah.com | Jakarta - Syekh M. Fathurahman menerima kedatangan beberapa pengurus Jatman yang dipimpin oleh KH Bade Badruzzaman pada hari Minggu (06/10/2016). Kedatangan tamu dari Ulama-ulama Jatman DKI tersebut bermaksud bersilaturahmi dalam rangka pembaharuan kepengurusan Jatman DKI yang sudah berjalan beberapa tahun.

Berani Menampilkan Identitas

Pada pertemuan yang berlangsung di Batu Tulis Jakarta Pusat tersebut, Syekh M. Fathurahman menyampaikan rasa gembira dengan kedatangan tamu ke Majelis taklim dan zikir di Cabang Utama Tarekat Al-Idrisiyyah Jakarta.

Beliau menyatakan bahwa kelompok Tarekat mesti memberi contoh dalam hal kebaikan. Saat ini membangun persaudaraan mahal sekali. Yang banyak muncul adalah persaingan tidak sehat sesama umat Islam, antar lembaga pesantren, sesama ustaz, dan sebagainya.
Inilah sebuah kekhawatiran, yang akhirnya mnyebabkan umat kehilangan panutan, ke mana mereka mesti bersandar.

Tarekat sebagai manhaj yang mengusung nilai-nilai tasawuf (ilmu untuk menjernihkan hati) benar-benar harus dibuktikan outputnya. Sebab dasar silaturahmi adalah hati. Hati yang bersih menjadi kunci terjalinnya ukhuwah (persaudaraan).

Setiap tarekat yang sudah tergabung dalam Jatman dituntut aktif berperan dengan berbagai kegiatan dan menjemput bola kepada anggota Tarekat yang belum bergabung, demikian Syekh katakan.
Beliau juga menginformasikan tentang hadirnya sebuah majalah dalam waktu dekat, yang dipelopori oleh Al-Idrisiyyah. Majalah tersebut sebagai wadah silaturahmi dan dakwah tarekat dalam tubuh Jatman. Direncanakan majalah tersebut akan terbit pada awal tahun depan.

Lebih lanjut Syekh M. Fathurahman menyebutkan pentingnya setiap lembaga Tarekat mengungkapkan identitasnya agar diketahui oleh umat secara luas. Tasawuf sebagai manhaj telah diakui sejak abad 2 H, dan dilengkapi dengan referensi yang kuat. 

Meski kendaraannya berbeda-beda, menurut Syekh, namun tujuannya sama. Dan dalam silsilah pun semua Tarekat berujung kepada sumber yang sama, yakni Rasulullah Saw. Hal itu diungkapkan saat memberikan sebuah figura yang berisi sanad silsilah Masyayikh Al-Idrisiyyah kepada pengurus Jatman DKI. | (lq).


Pemberian sebuah figura yang berisi sanad silsilah Masyayikh Al-Idrisiyyah kepada pengurus Jatman DKI

Sumber : http://www.al-idrisiyyah.com/read/article/931/berani-menampilkan-identitas

Kiprah Da`i Muda Al Idrisiyyah di PT Geothermal Energy

al-idrisiyyah.com | Garut - PT Pertamina Geothermal Energy mengundang Dai Muda Al-Idrisiyyah untuk mengisi pengajian di kantor PT Pertamina yang bertempat di Karaha Garut pada Kamis (03/11/2016).

Pengajian di Kantor PT Pertamina Geothermal Energy

Pengajian ini adalah sebagai bentuk kerjasama antara PT Pertamina dan Tarekat Al-Idrisiyyah, pihak PT Pertamina menginginkan bahwa dalam waktu satu bulan pegawai kantornya diharapkan mendapatkan siraman ruhani. Siraman ruhani tersebut diharapkan bisa mengurangi beban pegawai dalam kegiatan sehari-harinya. 

Ustad Ahmad Faqih selaku Kepala Divisi Dakwah sekaligus dai muda yang menghadiri pengajian perdana tersebut membahas mengenai Fungsi Ihsan sebagai Ruh Penggerak Keimanan dan Keislaman, yang bersumber dari buku Jalan Menuju Tuhan karya Syekh Akbar Muhammad Fathurahman M.Ag.

Pengajian ini akan berjalan secara rutin setiap bulan dan akan di isi oleh dai-dai muda Al-Idrisiyyah yang lainnya. | (uma)

Sumber : http://www.al-idrisiyyah.com/read/article/929/kiprah-dai-muda-al-idrisiyyah-di-pt-geothermal-energy


Dakwah di Ulang Tahun Bringin Life

al-idrisiyyah.com | Tasikmalaya - Salah satu Da'i Muda Al-Idrisiyyah Ustadz Hanhan Burhani mengisi kajian keislaman di Kantor Bringin Life Tasikmalaya pada hari Jum'at (28/10/2016).

Ustadz Hanhan Burhani
Ustadz Hanhan Burhani Sedang Mengisi Kajian Keislaman di Bringin Life Tasikmalaya


Kegiatan kajian ini bertepatan dengan ulang tahun Bringin Life yang ke-29, yang dihadiri oleh seluruh karyawan se wilayah Priangan Timur. 
Dalam kajian tersebut Ustadz Hanhan menyampaikan materi dengan tema "Menjaga Rizki Agar Tetap Barokah". 

Menurut Ustadz Hanhan kunci supaya rizki tetap barokah adalah dengan bersyukur kepada Allah.

Walaupun pada awalnya para mustami terlihat biasa-biasa saja,  Alhamdulillah mereka makin tertarik dan serius memperhatikan seiring mutiara hikmah yang terus mengalir. "Para Mustami memperlihatkan keseriusannya dan terlihat juga beberapa Mustami mencatat isi materi", ungkap ustadz Hanhan.  | (adib)

mustami
Suasana Mustami Pada Saat Kajian Berlangsung

Sumber: http://www.al-idrisiyyah.com/read/article/920/dakwah-di-ulang-tahun-bringin-life

Dakwah di Ulang Tahun Bringin Life

al-idrisiyyah.com | Tasikmalaya - Salah satu Da'i Muda Al-Idrisiyyah Ustadz Hanhan Burhani mengisi kajian keislaman di Kantor Bringin Life Tasikmalaya pada hari Jum'at (28/10/2016).

Ustadz Hanhan Burhani
Ustadz Hanhan Burhani Sedang Mengisi Kajian Keislaman di Bringin Life Tasikmalaya

Kegiatan kajian ini bertepatan dengan ulang tahun Bringin Life yang ke-29, yang dihadiri oleh seluruh karyawan se wilayah Priangan Timur. 
Dalam kajian tersebut Ustadz Hanhan menyampaikan materi dengan tema "Menjaga Rizki Agar Tetap Barokah". 

Menurut Ustadz Hanhan kunci supaya rizki tetap barokah adalah dengan bersyukur kepada Allah.
Walaupun pada awalnya para mustami terlihat biasa-biasa saja,  Alhamdulillah mereka makin tertarik dan serius memperhatikan seiring mutiara hikmah yang terus mengalir. "Para Mustami memperlihatkan keseriusannya dan terlihat juga beberapa Mustami mencatat isi materi", ungkap ustadz Hanhan.  | (adib)

mustami
Suasana Mustami Pada Saat Kajian Berlangsung

Sumber : http://www.al-idrisiyyah.com/read/article/920/dakwah-di-ulang-tahun-bringin-life

Penghargaan kepada laskar dakwah Al-Idrisiyyah Hubungan Agama, Sara dan Pilkada

al-idrisiyyah.com | Tasikmalaya - Pada momen pengajian malam Jum'at (27/10/2016) Sekretaris Pribadi Syekh Akbar Muhammad Fathurahman, Ustadz Luqmana Amir, S.Ag memberikan penghargaan kepada Jamaah Al-Idrisiyyah yang memberikan kontribusi dalam dakwah melalui media sosial.

Para Juara
Penyerahan Hadiah Buku Jalan Menuju Tuhan Kepada Para Juara

Satu per satu hasil karya Jamaah Al-Idrisiyyah yang bertemakan Politik dalam Islam ditampilkan didepan para santri dan jamaah yang hadir. Ada yang berdakwah dengan gaya bahasa santai, ada pula yang membahas dari sisi keilmuan. Aneka ragam bahasa yang digunakan tentunya ditujukan kepada masyarakat yang beragam.

Politik dalam Islam yang disampaikan para laskar dakwah Al-Idrisiyyah ini merupakan ekspresi dari penjelasan yang disampaikan Syekh Akbar mengenai hubungan memilih pemimpin dengan Sara (Suku Agama Ras dan Antar Golongan).

Siti Aminah, Sandra Yusuf serta Egi Ali Zarah diumumkan sebagai orang yang mendapatkan penghargaan atas dakwahnya disosial media.

penampilan
Karya Dari Siti Aminah yang di Perlihatkan Kepada Jamaah

Menyinggung masalah politik dalam islam, ada dua hal yang disampaikan oleh Syekh Akbar pada hari Rabu (26/10/2016) kepada ustadz Luqmana.

Hal pertama yang disampaikan Syekh Akbar adalah mengenai Hubungan Sara dengan Agama. Suku bangsa dan keturunan menurut Syekh Akbar merupakan anugerah dari Allah Subhanahu wata'ala, sesuatu yang harus diterima, bukan suatu hasil dari usaha dan tidak boleh saling menghinakan atas anugerah ini. Sedangkan agama merupakan suatu pilihan manusia.

"Agama itu mengajarkan tentang nilai-nilai luhur, integritas, anti korupsi, nilai keadilan dan hak asasi manusia." ungkap Syekh Akbar. 
Syekh Akbar juga menyampaikan bahwa agama hadir untuk menyelesaikan masalah diberbagai aspek kehidupan. "Agama itu jangan disepelekan dan dianggap menjadi masalah", terang Syekh.

Dari pernyataaan-pernyataan diatas, sungguh tidak logis ketika orang menyamakan anugerah Allah yang harus diterima dengan agama yang dipilih manusia sebagai sebuah sistem untuk menyelesaikan semua permasalahan kehidupan.

Hal kedua yang disampaikan oleh Syekh Akbar adalah berkaitan dengan maraknya pemberitaan mengenai Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Syekh Akbar menyampaikan mengenai parameter apa yang harus diutamakan dalam memilih seorang pemimpin.
Syekh Akbar menyampaikan sangat tidak rasional kalau ada orang yang menyatakan bahwa jangan membawa-bawa agama dalam ranah politik. Menurut Syekh Akbar, agama harus menjadi parameter utama dalam menentukan pemimpin. "Menikah saja parameternya agama dulu", tegas Syekh Akbar.

Muncul ungkapan bahwa pemilih yang rasional adalah pemilih yang tidak terpancing dengan isu Sara, sedangkan agama yang hadir untuk menyelesaikan masalah kehidupan dikait-kaitkan dengan Sara. "Berarti orang yang beragama tidak rasional", ungkap Syekh Akbar.

"Orang yang memilih dalam pilkada dikaitkan dengan keagamaannya, justru itu orang rasional.", lanjut Syekh Akbar.
Lalu bagaimana dengan dasar negara Indonesia, adakah yang mengatur urusan agama dalam bernegara, adakah kaitan yang disampaikan Syekh Akbar dengan Pancasila.

Dasar negara Pancasila yang menjadi dasar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara ternyata menempatkan nilai-nilai keagamaan pada sila pertamanya. "Sila pertama, berketuhanan yang Maha Esa itu berbicara tentang Agama", ungkap Syekh Akbar

Ketuhanan yang Maha Esa dijadikan sebagai pondasi kesatu dasar negara itu menunjukan bahwa para pendiri negara Indonesia sangat mengerti bagaimana pentingnya peranan agama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Agama sebagai sistem yang komprehensif, tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan penciptanya, akan tetapi mengatur semua aspek dalam kehidupan manusia, termasuk dalam urusan berekonomi serta bersosial masyarakat.

Sebagai seorang pemimpin bangsa dinegri yang berketuhanan yang maha esa, sudah sewajarnya setiap warga negara untuk mengedepankan nilai-nilai ketuhanan (agama) dalam memilih pemimpinnya.

Seseorang dengan memiliki nilai ketuhanan yang kuat dalam dirinya, sudah barang tentu dia akan dapat menjaga setiap gerak lahir maupun bathinnya, karena ada nilai-nilai ketuhanan dalam hatinya, serta akan mampu menjalankan segala amanat yang diberikan kepadanya, karena berharap akan keridhoan tuhannya. | (uu)

Sumber : http://www.al-idrisiyyah.com/read/article/918/hubungan-agama-sara-dan-pilkada-

Penghargaan kepada laskar dakwah Al-Idrisiyyah Hubungan Agama, Sara dan Pilkada

al-idrisiyyah.com | Tasikmalaya - Pada momen pengajian malam Jum'at (27/10/2016) Sekretaris Pribadi Syekh Akbar Muhammad Fathurahman, Ustadz Luqmana Amir, S.Ag memberikan penghargaan kepada Jamaah Al-Idrisiyyah yang memberikan kontribusi dalam dakwah melalui media sosial.

Para Juara
Penyerahan Hadiah Buku Jalan Menuju Tuhan Kepada Para Juara

Satu per satu hasil karya Jamaah Al-Idrisiyyah yang bertemakan Politik dalam Islam ditampilkan didepan para santri dan jamaah yang hadir. Ada yang berdakwah dengan gaya bahasa santai, ada pula yang membahas dari sisi keilmuan. Aneka ragam bahasa yang digunakan tentunya ditujukan kepada masyarakat yang beragam.

Politik dalam Islam yang disampaikan para laskar dakwah Al-Idrisiyyah ini merupakan ekspresi dari penjelasan yang disampaikan Syekh Akbar mengenai hubungan memilih pemimpin dengan Sara (Suku Agama Ras dan Antar Golongan).

Siti Aminah, Sandra Yusuf serta Egi Ali Zarah diumumkan sebagai orang yang mendapatkan penghargaan atas dakwahnya disosial media.

penampilan
Karya Dari Siti Aminah yang di Perlihatkan Kepada Jamaah

Menyinggung masalah politik dalam islam, ada dua hal yang disampaikan oleh Syekh Akbar pada hari Rabu (26/10/2016) kepada ustadz Luqmana.
Hal pertama yang disampaikan Syekh Akbar adalah mengenai Hubungan Sara dengan Agama. Suku bangsa dan keturunan menurut Syekh Akbar merupakan anugerah dari Allah Subhanahu wata'ala, sesuatu yang harus diterima, bukan suatu hasil dari usaha dan tidak boleh saling menghinakan atas anugerah ini. Sedangkan agama merupakan suatu pilihan manusia.
"Agama itu mengajarkan tentang nilai-nilai luhur, integritas, anti korupsi, nilai keadilan dan hak asasi manusia." ungkap Syekh Akbar. 
Syekh Akbar juga menyampaikan bahwa agama hadir untuk menyelesaikan masalah diberbagai aspek kehidupan. "Agama itu jangan disepelekan dan dianggap menjadi masalah", terang Syekh.
Dari pernyataaan-pernyataan diatas, sungguh tidak logis ketika orang menyamakan anugerah Allah yang harus diterima dengan agama yang dipilih manusia sebagai sebuah sistem untuk menyelesaikan semua permasalahan kehidupan.
Hal kedua yang disampaikan oleh Syekh Akbar adalah berkaitan dengan maraknya pemberitaan mengenai Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Syekh Akbar menyampaikan mengenai parameter apa yang harus diutamakan dalam memilih seorang pemimpin.
Syekh Akbar menyampaikan sangat tidak rasional kalau ada orang yang menyatakan bahwa jangan membawa-bawa agama dalam ranah politik. Menurut Syekh Akbar, agama harus menjadi parameter utama dalam menentukan pemimpin. "Menikah saja parameternya agama dulu", tegas Syekh Akbar.
Muncul ungkapan bahwa pemilih yang rasional adalah pemilih yang tidak terpancing dengan isu Sara, sedangkan agama yang hadir untuk menyelesaikan masalah kehidupan dikait-kaitkan dengan Sara. "Berarti orang yang beragama tidak rasional", ungkap Syekh Akbar.
"Orang yang memilih dalam pilkada dikaitkan dengan keagamaannya, justru itu orang rasional.", lanjut Syekh Akbar.
Lalu bagaimana dengan dasar negara Indonesia, adakah yang mengatur urusan agama dalam bernegara, adakah kaitan yang disampaikan Syekh Akbar dengan Pancasila.
Dasar negara Pancasila yang menjadi dasar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara ternyata menempatkan nilai-nilai keagamaan pada sila pertamanya. "Sila pertama, berketuhanan yang Maha Esa itu berbicara tentang Agama", ungkap Syekh Akbar
Ketuhanan yang Maha Esa dijadikan sebagai pondasi kesatu dasar negara itu menunjukan bahwa para pendiri negara Indonesia sangat mengerti bagaimana pentingnya peranan agama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Agama sebagai sistem yang komprehensif, tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan penciptanya, akan tetapi mengatur semua aspek dalam kehidupan manusia, termasuk dalam urusan berekonomi serta bersosial masyarakat.
Sebagai seorang pemimpin bangsa dinegri yang berketuhanan yang maha esa, sudah sewajarnya setiap warga negara untuk mengedepankan nilai-nilai ketuhanan (agama) dalam memilih pemimpinnya.
Seseorang dengan memiliki nilai ketuhanan yang kuat dalam dirinya, sudah barang tentu dia akan dapat menjaga setiap gerak lahir maupun bathinnya, karena ada nilai-nilai ketuhanan dalam hatinya, serta akan mampu menjalankan segala amanat yang diberikan kepadanya, karena berharap akan keridhoan tuhannya. | (uu)

Siraman Ruhani untuk Mengurangi Beban Lahiriah

al-idrisiyyah.com | Ustadz Adang Nurdin MS, M.Pd. mengisi kajian keislaman di Bank Syariah Mandiri (BSM) Tasikmalaya pada hari Rabu (19/10/2016). Pada kesempatan tersebut Ustad Adang membahas mengenai makna ibadah serta bagaimana melaksanakan ibadah tersebut.



Pengajian yang dihadiri oleh karyawan BSM tersebut dinilai positif oleh Ustadz Adang, karena sisi ruhani dari para karyawan perlu mendapatkan perhatian lebih. Siraman ruhani tersebut diharapkan akan mengurangi beban fisik terutama beban psikologi yang mereka alami setelah bekerja seharian.

Membahas mengenai rencana kerjasama kedepannya Al-Idrisiyyah dengan BSM, Ustadz Adang mengungkapkan bahwa akan terus menjalin silaturahim diberbagai hal, seperti bidang dakwah dan bidang perekonomian. "Mungkin saja ada sistem yang dipergunakan di BSM, yang bisa Kita terapkan" ungkap Adang Nurdin. | (mu)
JMT BSM
Sumber : Nur Alam U.Z.
Pemberian Buku Jalan Menuju Tuhan Kepada Kepala Cabang BSM Tasikmalaya

Sumber : http://www.al-idrisiyyah.com/read/article/909/siraman-ruhani-untuk-mengurangi-beban-lahiriah

Pakar Trainer ESQ Kunjungi Al-Idrisiyyah

al-idrisiyyah.com | Tasikmalaya - Mursyid Tarekat Al-Idrisiyyah Syekh Muhammad Fathurahman M.Ag menerima kedatangan Pak Abdul Jabir Uksim (AJU), yaitu seorang pakar trainer senior ESQ Minggu (16/10/2016).

Pakar Trainer ESQ Kunjungi Al-Idrisiyyah

Pertemuan yang berlangsung di pagi hari ini, dimulai dengan pemaparan oleh Syekh Muhammad Fathurahman tentang hadirnya Tasawuf dalam kehidupan sehari-hari, dan Pak AJU berpendapat bahwa betapa penting umat mengetahui apa-apa yang disampaikan oleh Beliau.

Dalam pertemuan ini Pak AJU meminta kepada Syekh untuk menjadi Gurunya, Pak AJU juga berkeinginan untuk menanam 'saham' untuk perubahan umat bersama STC (Sufi Training Center) yaitu program Dakwah Tarekat Al-Idrisiyyah untuk membentangkan dasar-dasar dan tujuan Tasawuf dengan gamblang sebagai materi utama yang akan disampaikan ke khalayak umum.

Pak Aju merasakan ada beberapa hal yang belum dimiliki dan mesti dipelajari, yang belum ada dalam perjalanan karirnya selama ini, sehingga akan mengemas dan memasarkan STC sebagai perantara dirinya untuk belajar kepada Syekh. 

Pak AJU merasa bersyukur dengan dipertemukannya dengan Syekh Muhammad Fathurahman dan berniat untuk kembali datang kepada Syekh secara berkala, menyesuaikan kesibukannya sebagai pengajar dan trainer di beberapa perguruan tinggi dan lembaga-lembaga lainnya, seperti di lembaga yang dimiliki Syafi'i Antonio (pakar ekonomi Syariah) dan lain sebagainya. | (adib)

Sumber : http://www.al-idrisiyyah.com/read/article/904/pakar-trainer-esq-kunjungi-al-idrisiyyah

Serambi Islami: Kedudukan Tasawuf dalam Islam

al-idrisiyyah.com | TVRI Nasional menghadirkan Mursyid Al-Idrisiyyah, Syekh Muhammad Fathurahman, M.Ag sebagai pemateri di acara Serambi Islam pada hari Jum'at (14/10/2016) yang bertepatan dengan 13 Muharram 1438 H, dan disiarkan secara langsung dari studio 7, gedung pusat produksi siaran TVRI di Jakarta. 


Tiba 2 jam sebelum acara dimulai, jamaah Al-Idrisiyyah dari Zawiyah Cabang Utama Jakarta melaksanakan sholat subuh di studio, hal ini dimaksudkan agar tidak telat dalam menghadiri acara Serambi Islami tersebut.

Syekh membawakan kajian yang termasuk jarang disampaikan oleh pengisi acara Serambi Islami sebelumnya, yaitu kajian mengenai ilmu tasawuf, yang pada kesempatan tersebut mengambil tema Kedudukan Tasawuf dalam Islam.

Kajian dimulai dengan menceritakan sebuah kisah di zaman Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam tentang kedatangan seorang lelaki tampan yang menanyakan tentang Iman, Islam dan Ihsan, dan ternyata lelaki yang datang tersebut adalah malaikat Jibril Alaihi Salam yang ingin memberikan pelajaran kepada para sahabat tentang Iman, Islam dan Ihsan. 

Syekh menjelaskan bahwa setelah Nabi tawafa, ada sebagian ulama yang hanya konsen terhadap islam, sehingga muncullah disiplin ilmu fiqih. Sebagian ulama lagi ada yang konsen terhadap iman, maka munculah disiplin ilmu tauhid. Ada pula ulama yang fokus terhadap ihsan maka munculah disiplin ilmu tasawuf. 

Iman, Islam dan Ihsan atau Tauhid, Fiqih dan Tasawuf dikenal sebagai rukun Agama. Ketiga disiplin ilmu tersebut menurut Syekh harus tepadu, sehingga apabila hilang satu maka agama tidak akan berdiri tegak.

Menurut ustadz Luqmana selaku Sekretaris Pribadi Syekh, kajian tasawuf di acara Serambi Islami akan dibuat tematik berkelanjutan. "Insya Allah, materi disampaikan tematis berkelanjutan hingga bulan berikutnya", ungkap ustadz Luqmana. | (jibal)

Sumber: http://www.al-idrisiyyah.com/read/article/902/serambi-islami-kedudukan-tasawuf-dalam-islam

Pengajian Arbain Perdana di Tahun 1438 H

al-idrisiyyah.com | Jakarta - Tarekat Al-Idrisiyyah menyelenggarakan Pengajian Bulanan atau Arbain di Zawiyah Utama Jakarta pada hari Minggu (02/10/2016).

Pengajian Arbain di Masjid Alfattah Jakarta

Pengajian Arbain yang bertepatan dengan tahun baru ke-1438 kalender hijriyyah, dipadati dengan beberapa agenda yang dilaksanakan oleh Syekh Muhammad Fathurahman, M.Ag.
Sebelum mengisi kajian keislaman, Syekh Muhammad Fathurahman dan beberapa pengurus Tarekat Al-Idrisiyyah menyambut kedatangan saudara dari Tarekat Ahmadiyyah Idrisiyyah, Negeri Kelantan Malaysia.

Banyak hal yang dibicarakan, salah satunya adalah saling berbagi pengalaman bagaimana memperkenalkan tasawuf dan tarekat kepada umat Islam, serta kendala-kendala dan solusi yang dihadapinya.
Syekh Saari Hussain selaku Mursyid Tarekat Ahmadiyyah Idrisiyyah Kelantan Malaysia menyampaikan maksud kedatangannya ke Indonesia ini adalah untuk mempererat tali silaturahim sesama pengamal Tarekat Al-Idrisiyyah.

Persaudaraan yang erat yang disatukan atas keimanan, keislaman serta kesamaan tarekat, Syekh Saari mengungkapkan dalam sambutannya, persaudaraan yang dirasakan begitu erat bagaikan hubungan saudara adik dan kakak.

Syekh Muhammad Fathurahman M.Ag, selaku Mursyid Tarekat Al-Idrisiyyah menyampaikan tausiyah yang pada kesempatan tersebut membahas mengenai Halat, yaitu kondisi batin manusia ketika mendapat anugerah dari Allah SWT.

Halat yang pertama menurut Syekh adalah khusyu. Khusyu adalah keadaan hati seseorang yang selalu menghadap kepada Allah SWT sehingga orang tersebut dapat merasakan manisnya iman, manisnya ketika beribadah kepada Allah SWT.

Yang kedua yaitu al-wijlu. Al-Wijlu adalah keadaan hati seseorang yang bergetar ketika disebutkan nama Allah SWT, sebagaimana dalam Al-Qur'an surat Al-Anfal ayat kedua yang menjelaskan tentang bahwa sesungguhnya orang-orang yang beriman apabila disebut nama Allah bergetarlah hatinya, karena merasakan bahwa Allah itu yang kuasa.

Halat yang ketiga yaitu al-jadbah. Al-jadbah adalah keadaan ruhani seseorang yang tertarik kepada Allah SWT, sebagaimana keaslian dari ruhani manusia yaitu butuh kepada Allah SWT. Apabila seseorang merasakan keadaan seperti ini Ibadahnya dipandang melebihi ibadahnya seluruh jin dan Manusia.

Halat yang terakhir yaitu fana. Fana adalah keadaan hati yang didalamnya hanya ada keinginan kepada Allah saja sedangkan keinginan nafsunya sudah lebur. | (adib)

Penyambutan Tamu Dari Malaisia |Foto:Muzakir

Sumber: http://www.al-idrisiyyah.com/read/article/889/pengajian-arbain-perdana-di-tahun-1438-hhttp://www.al-idrisiyyah.com/read/article/889/pengajian-arbain-perdana-di-tahun-1438-h

Tabligh Akbar Tahun Baru Islam 1438 H di Masjid Al-Amanah

al-idrisiyyah.com | Jakarta - Syekh Muhammad Fathurahman M.Ag, Mursyid Tarekat Al-Idrisiyyah mengisi Tausiyah dalam acara Tabligh Akbar di Masjid Al-Amanah yang beralamat di Jl. Sunter Karya Selatan IV Perum Komplek DKI Jakarta yang diselenggarakan oleh DKM Al-Amanah pada hari Sabtu (01/10/2016).

Tabligh Akbar Peringatan Tahun Baru Islam 1438 H
Tausiyyah Syekh Muhammad Fathurahman

Ketua DKM al-Amanah, H. Haerudin yang sudah beberapa kali mengikuti kajian keislaman dari Syekh Muhammad Fathurahman mengungkapkan begitu besar manfaat yang ia rasakan dari mendengarkan tausiah-tausiah Syekh. "Saya Pernah mendengarkan tausiah Syekh dan begitu bermanfaat tausiahnya", ungkap H Haerudin dalam sambutannya. 

Sebelum naik ke podium, Syekh Muhammad Fathurahman sempat berbincang dengan penasehat Masjid al-Amanah, dr Bambang Sugiyono dan mengajak penasehat Masjid itu untuk lebih menghidupkan lagi perayaan tahun baru kalender Hijriyah ditahun-tahun yang akan datang.
Dalam Tausiyahnya Syekh Muhammad Fathurahman menyampaikan tentang Hikmah dibalik peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW sebagai pelajaran untuk menjalani kehidupan. 

Hikmah yang pertama yaitu Sebelum Nabi hijrah dari Mekah ke Madinah, Nabi membuat perencanaan yaitu mengutus Mus'ab bin Umair untuk pergi terlebih dahulu ke Madinah untuk memastikan keadaan kota Madinah. Proses Hijrah ini diawali oleh para Sahabat sedangkan Nabi Muhammad SAW. terakhir dengan ditemani oleh Abu Bakar As-Shidiq sehingga musuh yaitu kaum kafir menjadi letih.

Proses Hijrah ini dirasakan oleh Nabi begitu berat sebab Nabi harus meninggalkan tempat tinggalnya yaitu kota Mekah, sampai Nabi ketika hendak meninggalkan Kota Mekah sempat melihat ke arah kota Mekah yang merupakan tempat kelahirannya. Lalu Allah memberikan ketenangan dalam wahyunya bahwa Nabi Muhammad suatu saat akan kembali lagi ke kota Mekah.

Hikmah yang kedua yaitu ketika Nabi Hijrah terjalin koordinasi yang baik, yaitu Nabi memerintahkan kepada Asma binti Abu Bakar untuk memantau pergerakan kaum kafir quraisy yang akan membunuh Nabi Muhammad SAW. sekaligus memberikan bekal kepada Nabi Muhammad dan Ayahnya Abu Bakar yang sedang bersembunyi di Gua Tsur.

Hikmah yang ketiga yaitu Nabi Muhammad SAW. berhasil mempersatukan 2 kelompok besar, Kaum Muhajirin yaitu umat islam Mekah yang ikut Hijrah ke Madinah dengan Kaum Anshar yaitu Umat Islam di Madinah yang menolong Nabi dan para Sahabat yang berhijrah ke Madinah. Dipersatukannya dua kelompok tersebut menciptakan persaudaraan antar umat Islam yang ada di Madinah.

Tabligh Akbar yang mengambil tema Persatuan Ummat dimanfaatkan oleh Syekh Mursyid Al-Idrisiyyah untuk menyampaikan bagaimana tips agar umat islam dapat bersatu sebagaimana bersatunya kaum Muhajirin dan Anshar.

Tips yang disampaikan Syekh dalam tausiahnya adalah tazkiyatun nafs yaitu membersihkan jiwa dari dosa dan kotoran hati seperti keegoisan dan kesombongan, dan tashfiyatul qolb yaitu menghiasi hati dengan amalan-amalan yang baik. | (adib)

Sumber :http://www.al-idrisiyyah.com/read/article/884/tabligh-akbar-tahun-baru-islam-1438-h-di-masjid-al-amanah

Jangan Menafikan Wasilah Atas Nama Tauhid

al-idrisiyyah.com | Tasikmalaya - Tarekat Al-Idrisiyyah menyelenggarakan Program Kajian Intensif Kitab Tasawuf pada setiap bulannya. Kegiatan ini merupakan program baru yang digulirkan oleh Syekh Muhammad Fathurahman, M.Ag. yang dilaksanakan setiap satu bulan sekali yaitu pada hari Sabtu atau sehari sebelum pelaksanaan pengajian bulanan (arba'in). 

Kajian intensif

Kajian Intensif ini diprioritaskan bagi para Pimpinan Zawiyah Al-Idrisiyyah, Pengurus Tarekat Al-Idrisiyyah dan para Ustadz dan Ustadzah.
Setiap bulannya Kajian Intensif ini dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama dilaksanakan pada hari Sabtu sore setelah sholat ashar, yang akan membahas mengenai adab-adaban seorang murid dalam menempuh suluk atau jalan kepada Allah Suhanahu wata'ala. Adab-adaban murid yang dibahas adalah adab-adaban yang terdapat pada kitab karya Sayid Abdullah bin Alwi Al Haddad yang berjudul Risalah Adab as Suluk Al Murid.

Sesi kedua dilaksanakan setelah sholat Isya merupakan materi pendalaman atau pemantapan dari yang sore hari, yang akan diisi langsung oleh Mursyid Al-Idrisiyyah, Syekh Muhammad Fathurahman.
Pada hari Sabtu (17/09/2016), kajian intensif disore hari diisi oleh Ust. Zaini Dahlan, Lc, S.Pd.I dan pendalaman materi diisi oleh Syekh Muhammad Fathurahman. 

Syekh Muhammad Fathurahman pada kesempatan tersebut menyampaikan materi dengan tema "Jangan Menafikan Wasilah Atas Nama Tauhid". Dalam uraiannya Syekh menjelaskan posisi Rasulullah sebagai figur wasilah dengan menegaskan bahwa keimanan kepada Allah itu senantiasa disandingkan dengan keimanan kepada Rasulullah, begitu pula ketaatan kepada Allah akan senantiasa disandingkan dengan ketaatan kepada Rasul.

Syekh juga menjelaskan mengenai konsep tauhid yang dibagi menjadi rububiyah, uluhiyah dan asma wasifati serta mengaitkannya dengan konsep wasilah.

Kajian intensif ini tidak hanya dapat dinikmati oleh para pengurus Tarekat Al-Idrisiyyah serta para ustadz yang hadir ke Pondok Pesantren Al-Idrisiyyah, akan tetapi dapat dinikmati juga oleh para ustadz yang tidak dapat hadir dengan mendengarkan siarang langsung dari Radio Streaming Al-Idrisiyyah. | (adib)

Sumber : http://www.al-idrisiyyah.com/read/article/872/-jangan-menafikan-wasilah-atas-nama-tauhid

Terobosan Baru di Qini Nasional ke-132

al-idrisiyyah.com | Penyelenggaraan Qini Nasional di bulan Zulhijjah 1437 H kali ini merupakan agenda yang baru pertama kali diadakan pada waktu awal bulan Zulhijjah. Sebelumnya agenda Qini Zulhijjah diselenggarakan tiga hari menjelang Hari Raya Idul Adha dan bertepatan dengan momen ibadah haji setiap tahunnya.
qini132
Ilustrasi Ajakan Qini ke-132

Perubahan tersebut dilakukan oleh Syekh Muhammad Fathurahman (Mursyid Al-Idrisiyyah) karena beberapa alasan, di antaranya adalah untuk mengoptimalkan kegiatan acara Qini Nasional agar dapat diikuti oleh semua jemaah (murid) dengan melakukan pemilihan waktu yang tepat. 

Alasan berikutnya adalah untuk memberikan kemudahan bagi pimpinan zawiyah atau para ustadz dalam membagi waktu antara kegiatan Qini dengan aktivitas didaerahnya masing-masing, terutama aktivitas yang berhubungan dengan penyelenggaraan 'idul Adha dan rangkaian ibadah lainnya.
Sebagaimana kegiatan Qini sebelumnya, pada Qini ke-132 diselenggarakan Pelatihan Tasawuf ‘SANLAT EKSEKUTIF II’ yang diikuti oleh para eksekutif dari berbagai unsur, seperti pengusaha, tokoh masyarakat baik sipil maupun militer, asatidz, karyawan perkantoran dan lainnya. 

Pada Qini Nasional yang bertemakan kepemudaan ini akan diselenggarakan seminar Kepemudaan yang Insya Allah akan dihadiri oleh Senator Muda, DR. Azis Kafia. Dan tak kalah dengan para pemuda, bagian Peranan Wanita juga mengadakan seminar Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK).

Acara pertemuan akbar seluruh murid, santri, Ulama, pengusaha Idrisiyyah di seluruh Indonesia ini akan dilaksanakan pada hari Kamis 29 Dzulqo'dah (1/9/2016) sampai hari Ahad 2 Dzulhijjah (4/9/2016) bertempat di Pesantren Al-Idrisiyyah di Tasikmalaya. Menurut panitia kegiatan ini bersifat terbuka untuk umum dan boleh dihadiri oleh umat Islam dari kalangan manapun dan GRATIS untuk menghadirinya.

Selamat datang para peserta Qini Nasional ke-132!! (lq)

Sumber : http://www.al-idrisiyyah.com/read/article/831/terobosan-baru-di-qini-nasional-ke-132

Syekh Fathurahman: Sihir Zaman Sekarang Lebih Hebat Dari Zaman Nabi Musa


al-idrisiyyah.com | Serpong – Dua zawiyah besar di Tangerang hari Minggu, 4 Dzulqo’dah 1437 H kemarin (7/8/2016) bersatu mengadakan halal bi halal di Masjid Al Fattah, Jl. Roda hias, Serpong, Tangerang Selatan, Banten. Hadir sekitar 400-an jamaah tarekat Al Idrisiyyah yang berdomisili di sekitar Tangerang. Halal bi halal gabungan ini juga merupakan pengajian perdana bagi kedua zawiyah tersebut yang memutuskan akan menggelar majelis ilmu dan dzikir secara rutin setiap bulan di masjid tersebut, “Alhamdulillah pada pengajian perdana ini Guru kita Syekh Akbar Muhammad Fathurahman berkenan hadir hari ini dan memberikan tausiyahnya, kedepan insya Allah kita rutinkan pengajiannya buat jamaah di Tangerang”, tutur Bapak Ibrahim selaku ketua zawiyah Tangerang Raya.

Tampak hadir pula ketua zawiyah utama Jakarta, ustadz Drs. Asep Saefullah beserta jajaran pengurusnya yang turut serta memberikan dukungan dalam penyelenggaraan pengajian gabungan tersebut. Selain jamaah yang hadir saat itu, hikmah ilmu (tausiyah) dari halal bihalal tersebut disiarkan juga oleh operator masjid secara LIVE kepada pendengar atau jamaah yang jauh melalui siaran radio streaming Al-Idrisiyyah. [untuk dapat mendengarkan klik DISINI]
Dalam tausiyahnya, Syekh M Fathurahman menjabarkan keutamaan majelisnya orang-orang yang berdzikir kepada Allah, selain itu juga diungkap tanda-tanda orang yang tersihir dari kehidupan dunia, “Sihir zaman sekarang lebih hebat dari pada sihirnya pada zaman nabi Musa alaihissalam, apa sihirnya? Sihir Dunia” , terangnya kepada para hadirin.

“Dunia bisa menyilaukan umat manusia, harta, jabatan, penghormatan, status sosial.. ..itu semua bisa menyihir kita, sehingga kita tidak mampu beribadah kepada Allah”. Lanjutnya lagi.
Untuk menangkis sihir dunia tersebut Mursyid yang juga pimpinan pesantren di Tasikmalaya itu menyebutkan bahwa istiqomah dalam ibadah itu adalah karomah terbesar dalam hidup seorang manusia, yang bisa melawan bahayanya sihir dunia. [dengarkan langsung rekaman tausiyahnya di https://telegram.me/alidrisiyyah ]
Menjelang waktu dzuhur para jamaah diajak untuk menghisab dirinya masing-masing dari dosa-dosa dan kesalahan, isak tangis pecah seiring kalimat istighfar di bacakan, jamaah pun larut dalam taubat dan dzikir mengagungkan asma Allah. Tua, muda, laki-laki maupun perempuan bahkan anak-anak tampak terhanyut dalam kekhusyuan meski do’a-do’a penutup usai dibacakan, jamaah yang hadir maupun yang mengikuti secara online memiliki satu harapan yakni agar kembali halal (saling memaafkan) diantara sesama jamaah, halal (suci, terampuni) dengan Allah dan rosulNya. | (rz)
 
Tampak samping berlangsungnya Tausiyah Syekh Muhammad Fathurahman | Foto: Arief Syarifudin
Syekh Muhammad Fathurahman memimpin doa | Foto: Arief Syarifudin
Tampak jamaah yang sedang khusyu| Foto: Arief Syarifudin

Sumber : http://www.al-idrisiyyah.com/read/article/799/sihir-zaman-sekarang-lebih-hebat-dari-zaman-nabi-musa

Halal bi Halal 1437 H di Zawiyah Utama Jakarta, Ulama dan Umaro berkumpul di Halal bi Halal Jakarta

                    
al-idrisiyyah.com | Jakarta - Halal bi Halal 1437 H di zawiyah utama Tarekat Al-Idrisiyyah yang diselenggarakan pada hari Ahad (31/07/2016) menjadi Halal bi Halal yang dirasakan oleh Syekh Muhammad Fathurahman sebagai Halal bi Halal yang memiliki kemamfaatan yang lebih luas.
Halal Bi Halal di Zawiyyah Jakarta Pusat

Kegiatan Halal bi Halal ini dihadiri oleh Ketua Umum Forum Bela Negara (FBN), Prof. DR. Setyo Harnowo yang merupakan purnawiraan dari angkatan laut yang berpangkat Laksamana Muda. Dalam sambutan singkatnya, Ketua FBN ini mengatakan bahwa kerjasama dengan Al-Idrisiyyah akan terus berlanjut diberbagai tempat di negeri ini dengan kerja sama yang lebih baik.

Selain dari FBN, acara ini dihadiri juga oleh Senator yang mewakili Provinsi DKI Jakarta, Abdul Azis Khafia, S.Si., M.Si, Ketua Fraksi Demokrat DPRD DKI Jaya, H. Lucky Sastrawira serta Rahmat HS yang merupakan ketua Dewan Pembina Forum Pemuda Betawi.

Syekh Muhammad Fathurahman menjelaskan mengenai permintaan saidina Ali karamallahu wajhah kepada Rasulullah SAW. Ali meminta talqin dzikir (pengajaran tentang dzikir) secara khusus kepada Nabi SAW, Beliau meminta sesuatu yang mendekatkan diri kepada Allah, mudah diamalkan oleh manusia dan yang ketiga amalan itu lebih utama disisi Allah, permintaan Ali ini disebutkan oleh Syekh sebagai permintaan 3 in 1.

Maka jawabannya, "Engkau harus mulajamah (istiqomah) dzikir kepada Allah secara siir (dihati) maupun jahar (diucapkan dengan nyaring)" ungkap Syekh menjelaskan jawaban Rasulullah kepada Ali RA. 

Selanjutnya Syekh menjelaskan bahwa hati yang ingat kepada Allah maka ucapannya, sikapnya dan tindakannya positif, baik dan bermanfaat, tetapi kalau hatinya lalai kepada Allah, busuk dan dikuasai hawa nafsu maka perbuatannya adalah jahat walaupun dinilai baik oleh manusia. 
Mulajamah itu digambarkan antara gula dan sifat manisnya, dapatkah dipisahkan? Syekh menjelaskan mulajamah itu seperti gula dan manisnya, maka hati dengan dzikir itu harus menyatu dan tidak dapat dipisahkan. 

Dalam ilmu psikologi modern ada hukum yang disebut Law of Interaction (hukum tarik menarik), Kalau hatinya dikuasai dengan kebenaran kemana saja akan bertemu dengan kebenaran, tapi kalau hatinya jahat maka kemana saja akan bertemu dengan kejahatan. Kalau hatinya tersambung dengan Allah maka walaupun berada ditempat jahat maka Allah akan selamatkan dia. 

"Orang-orang yang baik menyatu dengan dengan orang-orang yang baik, dicari-cari orang baik, orang-orang yang jahat akan dicari oleh orang yang jahat" jelas  Syekh untuk memperjelas Law of Interaction.
Ditengah tausiah yang disampaikan oleh S
yekh Muhammad Fathurahman, Sandiaga S Uno yang merupakan calon Gubernur DKI Jakarta datang menghadiri acara Halal bi Halal dan langsung duduk dibarisan paling depan
Sebelum dilanjutkan ke muhasabah, Syekh memberikan kesempatan kepada Sandiaga Uno untuk memberikan sambutannya. Dalam sambutannya Sandiaga mengucapkan terimakasih kepada Syekh telah mengundang dan sudah dianggap seperti jemaah tarekat Al-Idrisiyyah.
Sandiaga menunjukan selendang yang dipakainya yang ia ingat selendang itu adalah selendang yang diberikan oleh Syekh ketika pertama kali dia datang dan diberikan tugas oleh Syekh untuk menawarkan perubahan bagi jakarta.

Sandiaga melaporkan bahwa pada hari Jum'at (29/07/2016) dia telah mendapatkan mandat untuk maju jadi gubernur dari partai Gerinda.
Halal bi halal yang sangat luas kemanfaatannya karena dimomen ini ulama dan umaro yang diwakili anggota DPR RI, FBN dan Sandiaga Uno sebagai calon Gubernur telah berkumpul bersama, di majlis ilmu dan dzikir yang akan mengajak manusia untuk terus ingat kepada Allah SWT. | (uu)

Berikut Foto-foto kegiatan yang di maksud:
Hadirnya FBN dalam kegiatan Halal Bi Halal di Jakarta | Foto: Alus Budianto
Hadirnya Sandiaga Uno ditengah-tengah Tausiyah Syekh Muhammad Fathurahman | Foto: Alus Budianto
Sambutan yang disampaikan oleh Sandiaga Uno di Akhir Tausiyah Syekh Muhammad Fathurahman | Foto: Alus Budianto

Sumber : http://www.al-idrisiyyah.com/read/article/790/ulama-dan-umaro-berkumpul-di-halal-bi-halal-jakarta

Konferensi Ulama Internasional Jatman 2016, Pertemuan dengan Ulama Sufi Maroko

           
al-idrisiyyah.com | Pekalongan - Ditengah pelaksanaan Konferensi Ulama Internasional Jatman 2016 di Pekalongan, perwakilan dari Tarekat Al-Idrisiyyah berhasil berdialog dengan Syekh DR. Abd Aziz Al Kubaithi al Idrisi, Ph.D.

Foto bersama Syekh Abdul Azis al Kubaithi al Idrisi

Syekh DR. Abd Aziz Al Kubaithi al Idrisi adalah seorang peneliti pendidikan di Maroko, lulusan S2 dengan tesisnya tentang "Islamic SUfism in the West" (Tasawuf Islam di Barat). Ia penulis 4 buku tentang Islam Sufi di Barat dan literatur sufi, salah satu buku terbitannya berjudul  "Moroccan Sufi Presence in Britain through the Example of Habibiyya Darqawiyya Sufi Order" (Kehadiran Sufi Maroko di Inggris melalui Contoh Pengamalan Tarekat Habibiyyah Darqawiyyah)  berbahasa arab dan inggris.

Rabu (25/07/2016) setelah menunggu sekitar satu jam, akhirnya perwakilan dari Tarekat Al-Idrisiyyah dapat berbincang secara khusus dengan Syekh DR. Abd Azis Al Kubaithi Al Idrisi pada pukul sebelas malam.
Kedatangan Syekh dari Maroko ini ke konferensi ulama internasional ini didorong karena momen internasional ini ingin dimanfaatkan untuk silaturahim sesama Tarekat sedunia. "Sebenarnya Saya berharap datangnya ke Indonesia akan berjumpa dengan jemaah Tarekat Idrisiyyah yang ada di Indonesia" ungkap Syekh Abd Azis kepada perwakilan Tarekat Al-Idrisiyyah dengan rasa haru. Syekh Abd Azis mengatakan bahwa selama ini dia hanya dapat berhubungan dengan Tarekat Al-Idrisiyyah yang ada di Malaysia.

Bincang-bincang yang rilek namun begitu kental dengan nilai persaudaraan sesama muslim dan sesama pengamal Tarekat Al-Idrisiyyah. Bagaikan dua saudara yang tidak bertemu begitu lama, Syekh Abd Azis menanyakan dimana lokasi Tarekat Al-Idrisiyyah di Indonesia, dan perwakilan Tarekat Al-Idrisiyyah Indonesia sampai harus mengeja satu persatu huruf untuk menuliskan Tasikmalaya.

Berapa jarak serta lama perjalanan Pusat Tarekat Al-Idrisiyyah Indonesia dari Pekalongan dari bandara Sukarno Hatta Jakarta maupun dari bandara Husein Sastranegara bandung menjadi perbincangan yang hangat di tengah udara yang mulai menjelang tengah malam, dan tidak terlupakan perbincangan mengenai silsilah keguruan dari Tarekat Al-Idrisiyyah di Indonesia.
Syekh Abd Azis menawarkan kepada Tarekat Al-Idrisiyyah Indonesia untuk datang ke acara Konferensi Tasawuf dalam Islam di Maroko sekitar bulan April 2017 yang akan mengumpulkan ahli tarekat dari berbagai negara. Syekh Abd Azis akan mengajak rombongan Tarekat Al-Idrisiyyah dari Indonesia untuk berkunjung ke maqom Syekh Ad Dabagh, karena istri Syekh Abd Azis ini mempunyai akses yang dekat ke lokasi maqom tersebut.

Syekh Abd Azis juga memberitahukan bahwa pada acara konferensi tersebut ia bersama temannya, yaitu Syekh Ahmad Dabbagh yang merupakan Mursyid di Tarekat Muhammadiyah Sadziliyyah Qadiriyyah.

Tarekat-Tarekat Idrisiyyah bertebaran di berbagai tempat di dunia saat ini menurut Syekh Abd Azis tidak memiliki sekat wilayah atau negara, semuanya adalah Idrisiyyah yang satu. "Hakikinya tidak ada Idrisiyyah Indonesia, Maroko, Malaysia, Sudan, atau lainnya, Semuanya diikat oleh satu persaudaraan yg sama" ungkap Syekh Abd Azis. | (lq/uu)
Berbincang- bincang bersama Syekh Abdul Azis al Kubaithi al Idrisi (yang memakai peci merah) | Foto: Alus Budianto

Sumber: http://www.al-idrisiyyah.com/read/article/789/pertemuan-dengan-ulama-sufi-maroko

Pertemuan Tiga Mursyid dari Tiga Benua di Pondok Al-Idrisiyyah Tasikmalaya

al-idrisiyyah.com | Di penghujung Syawal 1437 H Pondok Pesantren Al-Idrisiyyah Tasikmalaya kedatangan tamu, As-Syekh DR Abdul Azis Al-Kubaithi Al-Idrisi salah satu Pimpinan di Akademi Tasawuf  di Maroko dan As-Syekh Ahmad Ad-Dabbagh, yang berdomisili di Leicester Inggris.


Alhamdulillah, keduanya bersama rombongan sebanyak tujuh orang dapat hadir di tengah-tengah Jamaah Tarekat Al-Idrisiyyah di Tasikmalaya, Senin-Selasa (1-3/08).

Sebelumnya 13 orang rombongan mereka, bersama sembilan orang utusan dari Tarekat Al-Idrisiyyah Tasikmalaya mengikuti Konferensi Internasional Tarekat yang dihelat Jamaah Ahlu Tarekat Al-Mutabaroh Nusantara (Jatman) di Pekalongan Jawa Tengah. 

Direktur Sumber Daya Manusia Al-Idrisiyyah, Buya Zaini Dahlan mengungkapkan, kedua Mursyid ini memang sudah pasang niat, ketika ada kesempatan datang ke Indonesia akan mencari Jamaah Tarekat Al-Idrisiyyah. “Beliau sangat berhasrat untuk bertemu dengan kami!” ungkap Buya Zaini.   

Makanya, masih kata Buya Zaini, begitu rombongan Al-Idrisiyyah memperkenalkan diri di Forum Konferensi Tarekat Dunia di Pekalongan, mereka langsung menyambut dan mengutarakan keinginnan tersebut untuk berkunjung ke Pusat Tarekat Al Idrisiyyah di Tasikmalaya.
Kedua Mursyid ini membenarkan Buya, menurutnya persaudaran tidak hanya sebatas nasab, tapi juga silsilah keguruan dan yang terpenting adalah untuk mempererat simpul ukhuwah islamiyah. Di tengah perkembangan dunia materialisme kehadiran tarekat menjadi penting. “Penduduk Inggris yang memilih Islam terus meningkat, mereka sangat membutuhkan bimbingan,” ungkap Syekh Ahmad Dabagh dihadapan Jamaah Al-Idrisiyyah.

Pertemuan di majelis Al-Fattah Tasikmalaya berlangsung meriah dan penuh keakraban. Kedua Mursyid  memberikan ceramah keilmuan. Tak terlihat tanda-tanda kelelahan dari keduanya meski acara padat mengiringi kedatangannya ke Indonesia harus mereka jalani. Akhirnya tuan rumah membatasi pertemuan malam itu hingga pukul 22.00 WIB, meski jamaah masih terus ingin bertanya.

Musryid Tarekat Al Idrisiyyah Syekh Muhammad  Fathurahman sebelum acara Silaturahim dan  majelis ilmu di Masjid Al Fattah, berkenan menyambut keduanya di kediaman. Pertemuan ini menjadi penting, karena selain baru pertama, ketiganya berasal dari benua yang berbeda, Asia, Eropa dan Afrika.

Sebelum pamit, pagi ini Tamu-tamu Al-Idrisiyyah ini diajak berkeliling mengenal lebih dalam Pondok Tarekat Al-Idrisiyyah dan ke Kampung sufi di Batu Gulung Tasikmalaya. | (Salman)
Berikut Foto-Foto kegiatannya :
Mengunjungi Lab Bahasa di Lembaga Pendidikan Al-Idrisiyyah Islamic Boarding School (AIBS) | Foto Adib
Meninjau Bahan Sembako di Qini Market | Foto: Adib
Syekh Ahmad Ad Dabbagh (surban hitam) di BMT Al-Idrisiyyah | Foto: Adib
Meninjau Al-Idrisiyyah Medical Centre | Foto: Alus Budianto
Syekh Abdul Aziz (peci merah) periksa tensi di AMC | Foto: Adib

Sumber : http://www.al-idrisiyyah.com/read/article/788/pertemuan-tiga-mursyid-dari-tiga-benua-di-pondok-al-idrisiyyah-tasikmalaya

Tarhib Ramadhan di Ciledug

Tidak terasa waktu terus bergulir hingga sebentar lagi datang bulan Ramadhan.

Beragam orang menyikapi akan datangnya bulan Ramadhan. Ada yang menyambutnya dengan gembira dan ada yang menganggapnya biasa saja.

Allah menjamin bagi mereka yang baru gembira saja dengan datangnya Ramadhan akan diharamkan jasadnya dari api neraka.

Rasa gembira kita jangan disebabkan karena yang murahan, berupa kenikmatan fisik. Tapi, gembira didasari keimanan dan mereguk nikmat batin dalam beribadat kepada Allah.

Hati yang iman akan merasakan bahwa Ramadhan adalah bulan yang mahal, penting dan penuh keberkahan. Hati berbahagia karena janji-janji Allah tentang kemuliaan bulan Ramadhan kepada umat akhir zaman ini disambut dengan keimanan.

Demikianlah, petikan ceramah Syekh Akbar M. Fathurahman di Masjid Al Fattah, Ciledug pada malam Ahad, 28 Mei lalu.

Momen acara Tarhib Ramadhan tersebut dihadiri pula oleh tokoh masyarakat dan ulama sekitar, di antaranya Camat Ciledug yang ikut memberikan sambutannya.

Tarhib Ramadhan adalah bentuk manifestasi kegembiraan menyongsong bulan suci. Kebahagiaan itu dituangkan melalui majelis ilmu dan zikir supaya bertambah cerdas dan hati semakin tersambung kepada Allah SWT. (Lq)

Kiprah Dai Al-Idrisiyyah

Sejumlah ustadz/ah Al-Idrisiyyah akan segera tampil di Priangan TV, dalam acara Hikmah Senja. Shooting per episode yang dilakukan di wilayah pesantren sempat menyita perhatian santriwan/wati yang sedang melaksanakan kegiatan belajar.

Selain itu, puluhan Dai dari berbagai divisi di lembaga Al-Idrisiyyah telah dipersiapkan untuk menyambut permintaan dari berbagai institusi atau lembaga selama kegiatan Ramadhan nanti, baik di wilayah Tasikmalaya dan sekitarnya maupun di Jabodetabek.

Harapan pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai upaya memberikan pencerahan kepada umat dan menjadi ajang pengembangan SDM di bidang dakwah. (Lq)

 

Pengumuman

Safari Dakwah
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Blog alidrisiyyah - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger