Headlines News :
Diberdayakan oleh Blogger.

SIARAN LANGSUNG

Populer Posts

Tampilkan postingan dengan label Keimanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keimanan. Tampilkan semua postingan

Berlian Pagi 08 November 2016

Berlian Pagi

al-idrisiyyah.com | Syekh Akbar M. Fathurahman pagi ini menjelaskan sebuah hadis yang termuat dalam kitab Risalah al Qusyairiyah. Hadis tersebut adalah:

اللَّهُمَّ تَوَفَّنِيْ إِلَيْكَ فَقِيْرًا، وَلَا تَتَوَفَّنِي غَنِيًّا، وَاحْشُرْنِي فِيْ زُمْرَةِ الْمَسَاكِيْنَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

‘Yaa Allah, wafatkanlah aku dalam keadaan fakir (kondisi batin yang butuh kepada Allah), dan jangan Engkau wafatkan aku dalam kondisi batin yang tidak butuh kepada-Mu. Bangkitkanlah aku dalam kelompok orang-orang yang butuh kepada Engkau pada hari kiamat kelak!’ (HR. Thabrani)
Pengertian ‘fakir’ dalam konteks hadis di sini bukan tidak memiliki harta. Orang-orang miskin yang dimaksud bukanlah orang-orang yang memiliki kondisi miskin yang penuh penderitaan karena ketiadaan harta, akan tetapi orang-orang yang memiliki kondisi tenang (muthmainnah) disebabkan telah mendapatkan Ridha Allah. Mereka sudah mendapatkan tanda kebahagiaan sebelum memasuki surga.

Orang yang terjebak pada pengertian yang harfiyah dan diarahkan kepada makna zahir akan kontradiktif dengan keberadaan Nabi Sulaiman As yang berlimpah harta dan kekuasaan. Andaikan umat diperintahkan agar menjadi miskin maka tidak ada orang kaya yang beserta Nabi Saw. Karena dalam doa di atas Beliau minta dikumpulkan bersama orang-orang yang miskin.
Demikian jelaslah perbedaan Fakir dan miskin dalam terminologi tasawuf dengan ilmu fikih. Jika dalam ilmu fikih istilah fakir dan miskin diidentikkan dengan kondisi kekurangan/ketiadaan harta benda, sedangkan dalam istilah tasawuf bermakna kondisi jiwa yang butuh kepada Allah dan tenang (sakinah – سكينة).

Sumber : http://www.al-idrisiyyah.com/read/article/934/berlian-pagi-08-november-2016

Keimanannya Sebatas Pengetahuan

al-idrisiyyah.com | Keimanan yang dipegang oleh kebanyakan umat Islam saat ini sudah menjadi wilayah pengetahuan. Mereka mengerti betul Rukun Iman itu berapa jumlahnya, beserta teori-teorinya. Namun sebenarnya mereka belum masuk ke level wilayah keimanan. Karena jika mereka beriman, akan terjadi perubahan sikap dan perilaku.

Keimanannya Sebatas Pengetahuan

Orang yang mengaku beriman tapi tidak melahirkan perubahan sikap, keimanannya hanya sebatas pengetahuan semata. Mereka mengakui bahwa Allah itu ada, Rasul-rasul itu ada, Kitab-kitab-Nya ada, Hari Pembalasan itu ada dan seterusnya diyakini ada. Namun pengakuannya itu tidak membawa perubahan perilaku positif.

Yang merubah sikap adalah hati. Oleh karenanya keimanan pada level tersebut tidak sampai ke dalam hatinya, tapi baru sebatas tahu. 
Selama ini banyak orang yang ‘seperti’ mempelajari ilmu tentang keimanan (Tauhid), tapi sebenarnya sebatas pengetahuan tentang keimanan saja. Demikianlah level keimanan orang-orang yang masih awam.
Sebuah ayat yang turun pada masa Rasulullah Saw menunjukkan ada orang-orang yang mengaku beriman, namun dinyatakan belum beriman.

قَالَتِ الأَعْرَابُ آمَنَّا قُلْ لَمْ تُؤْمِنُوا وَلَكِنْ قُولُوا أَسْلَمْنَا وَلَمَّا يَدْخُلِ الإِيمَانُ فِي قُلُوبِكُمْ
“Orang-orang Arab Badwi itu berkata: "Kami telah beriman". Katakanlah (kepada mereka): "Kalian belum beriman, tetapi katakanlah: "Kami telah tunduk", karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu”. (QS. Al Hujurat: 14)

Langkah selanjutnya adalah bagaimana menjadikan pengetahuan yang telah banyak orang ketahui tentang rukun-rukun tersebut menjadi keimanan yang sebenarnya. Yakni pengetahuan yang masuk ke dalam hati yang paling dalam sehingga membawa dampak positif dalam kehidupan. Jawabannya adalah mendapatkan seorang pembimbing agar hatinya menjadi wadah yang benar-benar siap untuk tumbuhnya benih-benih keimanan. Di sinilah peran tasawuf dalam menyiapkan hati sebagai media keimanan seseorang.

(Mutiara Syekh M. Fathurahman, MAg, 13 Oktober 2016)

Sumber : http://www.al-idrisiyyah.com/read/article/927/keimanannya-sebatas-pengetahuan

 

Pengumuman

Safari Dakwah
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Blog alidrisiyyah - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger